Bertahan atau Berkembang: Cara Memilih
Bertahan dan berkembang sama-sama keputusan yang sah. Yang membuatnya mahal adalah melakukannya tanpa tanda yang jelas dan tanpa hitungan.
Ketika usaha sudah berjalan beberapa waktu, muncul pertanyaan yang tidak nyaman: apakah sebaiknya bertahan pada ukuran sekarang, atau mulai berkembang. Dalam keadaan ekonomi yang tidak pasti, pertanyaan itu terasa lebih berat, karena kesalahan memilih bisa memakan biaya yang sulit dipulihkan.
Kabar baiknya, pilihan ini tidak perlu dijatuhkan berdasarkan keberanian atau suasana hati. Ada tanda-tanda yang bisa diamati dan angka yang bisa dihitung.
Bertahan bukan berarti berhenti
Banyak pemilik usaha merasa bertahan itu sama dengan pasif. Padahal waktu bertahan bisa dipakai untuk pekerjaan yang justru dibutuhkan ketika usaha tumbuh: menyusun pencatatan, menuliskan standar kerja sederhana, melatih satu orang untuk memegang bagian tertentu, dan menabung untuk keperluan tidak terduga.
Usaha yang tumbuh terlalu cepat tanpa bagian dasar ini biasanya kembali ke ukuran semula dalam beberapa bulan, dengan tambahan utang yang harus dilunasi. Karena itu, bertahan sambil membenahi dasar adalah pilihan yang sering lebih menguntungkan, meski tidak terlihat menarik dari luar.
Tanda usaha sudah siap berkembang
Sebelum menambah beban, periksa tanda-tanda berikut. Semakin banyak yang terpenuhi, semakin masuk akal gagasan berkembang.
- Keuntungan sudah berulang selama beberapa bulan, bukan hanya pada bulan ramai.
- Permintaan yang tidak terlayani benar-benar ada, misalnya pelanggan yang sering datang saat kapasitas penuh atau meminta layanan yang belum tersedia.
- Pekerjaan harian sudah berjalan tanpa pemilik harus berada di tempat setiap saat.
- Ada catatan yang bisa dipercaya soal biaya, supaya tambahan beban bisa dihitung.
- Ada orang yang dipercaya untuk memegang bagian penting, bukan sekadar menjalankan perintah.
- Kas yang tersedia cukup untuk menanggung beban baru, termasuk kemungkinan biaya membesar lebih dahulu sebelum hasilnya terasa.
Uji rencana dengan hitungan sederhana
Sebagai contoh perhitungan, bukan ketentuan umum: misalkan penambahan kapasitas memerlukan biaya tetap tambahan sebesar 3.000.000 rupiah per bulan, dan setiap tambahan pelanggan memberi keuntungan bersih sekitar 25.000 rupiah per transaksi. Dengan angka itu, usaha memerlukan tambahan sekitar 120 transaksi per bulan hanya untuk menutup biaya baru tersebut, sebelum ada keuntungan tambahan sama sekali. Angka ini hanya contoh; yang penting adalah bentuk hitungannya.
| Pilihan | Risiko utama | Cara menguji kecil |
|---|---|---|
| Tambah jam buka | Biaya tenaga kerja naik lebih dahulu | Coba satu hari tambahan selama sebulan |
| Tambah pilihan produk | Bahan menumpuk dan terbuang | Uji pada jumlah kecil di satu tempat |
| Tambah tempat baru | Beban sewa dan tenaga kerja mengikat lama | Uji lewat penjualan titip atau layanan antar terlebih dahulu |
Untuk pilihan yang menyangkut tempat baru, pastikan lebih dahulu bahwa ketentuan sewa, zonasi, dan perizinan memang sesuai dan masih berlaku, dan ingat bahwa ketentuannya bisa berubah sehingga sebaiknya dipastikan pada sumber resmi.
Menunda dengan alasan, bukan menunda karena ragu
Ada perbedaan besar antara menunda karena rencana belum matang dan menunda karena takut memutuskan. Cara membedakannya adalah menuliskan dua hal: apa yang harus terjadi sebelum gagasan itu dijalankan, dan kapan pemeriksaan berikutnya dilakukan. Misalnya, gagasan menambah tempat ditinjau kembali setelah tiga bulan bila keuntungan bulanan tetap bertahan dan kas tersedia mencapai dua bulan biaya tetap.
Bila dua syarat itu belum terpenuhi pada waktu yang ditetapkan, keputusannya bukan "tidak pernah", melainkan "belum". Perbedaan kata itu penting, karena membuat usaha tetap punya arah tanpa memaksakan langkah yang belum siap.
Menilai pilihan tanpa membandingkan dengan usaha lain
Keputusan berkembang sebaiknya tidak diambil karena melihat usaha lain menambah cabang. Ukuran, biaya tetap, dan kesiapan orang di setiap usaha berbeda. Membandingkan keadaan sendiri dengan keadaan yang hanya terlihat dari luar sering menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Untuk pembahasan rencana yang lebih panjang, lihat artikel rencana jangka panjang untuk usaha kecil. Bila pilihan mengarah pada penambahan tempat, ada dua artikel yang berguna: buka cabang kedua dan kapan sebaiknya sebuah cabang ditutup. Keduanya membahas sisi yang sering dilupakan, yaitu cara menarik kembali keputusan bila keadaan tidak berjalan seperti dugaan.
Pertanyaan yang sering muncul
Kapan waktu yang tepat untuk berkembang?
Tidak ada tanggal yang berlaku umum. Tanda yang biasanya lebih meyakinkan adalah keuntungan yang sudah berulang, permintaan yang benar-benar tidak terlayani, dan kas yang cukup untuk menanggung beban baru beberapa bulan. Bila salah satu belum ada, bertahan sambil memperbaiki dasar biasanya lebih murah daripada berkembang lalu mundur.
Apakah bertahan akan membuat usaha saya tertinggal dari pesaing?
Belum tentu. Banyak usaha tertinggal bukan karena tidak cepat berkembang, melainkan karena tumbuh tanpa pencatatan dan tanpa orang yang bisa dipercaya. Selama pelanggan tetap terlayani dengan baik dan usaha tetap memperbaiki diri, bertahan pada ukuran sekarang bukan kerugian.
Bagaimana cara menguji gagasan berkembang tanpa modal besar?
Uji dalam bentuk yang paling mudah dibatalkan: jalankan pada satu hari tambahan, satu jenis produk dengan jumlah kecil, atau layanan titip di tempat lain. Setelah beberapa pekan, periksa apakah tambahan itu menutup biayanya sendiri. Cara ini membatasi kerugian pada jumlah yang masih sanggup ditanggung.
Apa yang harus disiapkan sebelum menambah tempat baru?
Pencatatan yang bisa dibaca orang lain, standar kerja tertulis sederhana, satu orang yang dipercaya memimpin, serta perhitungan biaya sewa dan tenaga kerja untuk beberapa bulan ke depan. Jangan lupa memastikan sisi perizinan dan zonasi, karena ketentuannya bisa berubah dan sebaiknya dipastikan pada sumber resmi.


