Rencana Jangka Panjang untuk Usaha Kecil
Rencana jangka panjang usaha kecil tidak harus berupa dokumen tebal. Cukup satu halaman berisi arah, batas biaya, dan waktu penilaian.
Rencana jangka panjang sering dibayangkan sebagai dokumen tebal yang harus dibuat sekali lalu disimpan. Untuk usaha kecil, cara seperti itu jarang bertahan. Yang lebih berguna adalah rencana pendek yang sering dibaca dan dipakai untuk memilih keputusan sehari-hari.
Tiga hal yang wajib ada
Cukup satu halaman, tetapi halaman itu harus menjawab tiga pertanyaan dasar. Tanpa ketiganya, rencana hanya menjadi daftar harapan yang sulit dipakai ketika ada keputusan mendesak.
- Arah: usaha ini ingin menjadi apa dalam dua sampai tiga tahun, misalnya lebih besar, lebih untung, atau lebih sedikit pekerjaan pemiliknya.
- Batas biaya: berapa dana yang bersedia Anda pakai untuk mencapai arah itu setiap bulan, dan dari mana sumbernya.
- Waktu penilaian: kapan Anda akan duduk menilai apakah arah itu masih masuk akal dan apa yang perlu diubah.
Tulis dengan kalimat sederhana yang bisa Anda pahami sendiri. Hindari istilah yang terdengar bagus tetapi tidak memberi petunjuk tentang apa yang harus dilakukan Senin besok.
Membedakan rencana dan harapan
Harapan berbunyi seperti ini: semoga usaha ramai dan modal kembali cepat. Rencana berbunyi lain: bulan ini saya menambah dua rak, batas biayanya sekian, dan akhir bulan saya periksa apakah rak itu terpakai penuh.
Perbedaannya bukan pada panjang kalimat, melainkan pada ada atau tidaknya tindakan dan waktu pemeriksaan. Rencana yang baik menyebut siapa mengerjakan apa dan kapan hasilnya dilihat. Tanpa itu, rencana hanya menambah rasa tenang sesaat tanpa mengubah keadaan.
Batasan ini juga menolong ketika usaha sejenis menawarkan sesuatu yang terlihat menarik. Anda bisa menilai: apakah hal itu sejalan dengan arah yang sudah ditulis, atau hanya menambah biaya tanpa memperjelas arah.
Menyesuaikan rencana saat keadaan berubah
Keadaan usaha bisa berubah karena harga bahan naik, tempat sewa berganti, atau pelanggan berpindah. Karena itu, rencana jangka panjang sebaiknya punya dua lapis: arah yang jarang berubah dan langkah yang mudah disesuaikan.
Arah biasanya bertahan satu sampai tiga tahun, sementara langkah bisa berubah setiap bulan. Bila langkah pertama tidak berjalan, itu bukan tanda rencananya salah. Yang perlu dilakukan adalah mengganti langkahnya, bukan membongkar arahnya.
| Bagian rencana | Contoh isi | Sering berubah? |
|---|---|---|
| Arah | Menambah cabang kedua dalam dua tahun | Tidak, ditinjau tiap tahun |
| Langkah | Menambah dua rak pada bulan ini | Ya, ditinjau tiap bulan |
| Batas biaya | Dana khusus sekian per bulan | Ya, bila arus kas berubah |
Menjaga rencana tetap dibaca
Rencana yang disimpan di dalam laci cepat dilupakan. Simpan satu salinannya di tempat yang Anda lihat setiap hari, misalnya dekat catatan kas atau di papan kecil dekat meja. Bila memakai catatan digital, taruh pengingat untuk membukanya pada tanggal yang sudah ditetapkan.
Saat duduk menilai, baca ulang rencana itu dengan tenang dan jawab tiga pertanyaan: apakah tindakannya berjalan, apakah biayanya masih dalam batas, dan apakah arahnya masih masuk akal. Jawaban itu menjadi dasar keputusan bulan berikutnya.
Bila setelah beberapa bulan arah itu terasa terlalu jauh, kecilkan saja jangkanya, jangan dihapus. Untuk menambah bahan pertimbangan, Anda bisa membaca bertahan atau berkembang dan menjaga arus kas saat penjualan naik turun. Dengan begitu rencana tetap menjadi alat kerja, bukan pajangan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah usaha kecil perlu rencana jangka panjang tertulis?
Perlu, tetapi cukup satu halaman. Yang penting isinya memuat arah, batas biaya, dan waktu penilaian. Rencana seperti itu lebih mungkin dibaca ulang daripada dokumen tebal yang dibuat sekali lalu tidak pernah dibuka.
Berapa jangka waktu yang pantas untuk usaha kecil?
Untuk usaha kecil, dua sampai tiga tahun sudah cukup panjang. Arah boleh bertahan selama itu, sementara langkahnya ditinjau setiap bulan supaya mudah disesuaikan ketika keadaan berubah.
Bagaimana bila rencana tidak tercapai?
Lihat dulu bagian mana yang meleset. Bila langkahnya yang gagal, ganti langkahnya dan pertahankan arahnya. Bila arahnya yang terasa terlalu jauh, kecilkan jangkanya. Yang perlu dihindari adalah membongkar semuanya sekaligus.
Apakah rencana jangka panjang menyita banyak waktu?
Tidak, bila ditulis sederhana. Sekali menulis satu halaman, lalu meninjau sekitar tiga puluh menit setiap bulan biasanya sudah cukup. Yang penting peninjauan itu benar-benar dilakukan.



