Strategi untuk Usaha yang Musiman
Usaha musiman bukan usaha yang gagal pada bulan sepi. Yang membedakan adalah kesiapan kas, tenaga kerja, dan rencana di luar musim.
Usaha musiman sering dinilai dari bulan ramainya saja. Padahal yang menentukan usaha seperti ini bertahan adalah apa yang dilakukan pada bulan-bulan lainnya. Bulan ramai memang menyenangkan, tetapi keuntungan yang dihasilkan di sana harus bertahan cukup lama untuk melewati masa sepi.
Karena itu, strategi untuk usaha musiman hampir seluruhnya berbicara soal persiapan dan pengaturan waktu.
Petakan kalender usaha Anda
Langkah pertama adalah menuliskan pola ramai dan sepi selama satu tahun terakhir, berdasarkan catatan penjualan yang ada. Bila catatannya belum lengkap, ingatan dan buku lama masih bisa dipakai untuk memperkirakan.
| Periode | Ciri | Fokus utama |
|---|---|---|
| Menjelang dan saat ramai | Pesanan meningkat, waktu kerja panjang | Menyimpan sebagian hasil, menjaga mutu dan stok |
| Setelah ramai | Penjualan menurun cepat | Menghitung hasil, membenahi alat, istirahat tenaga kerja |
| Masa sepi panjang | Penjualan rendah dan stabil | Menekan biaya tetap, menjalankan kegiatan di luar musim |
Kalender ini tidak harus rumit. Cukup satu halaman dengan warna berbeda untuk bulan ramai, sedang, dan sepi. Setelah pola itu terlihat, keputusan soal stok dan tenaga kerja menjadi jauh lebih mudah.
Siapkan kas untuk bulan sepi
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menganggap uang di bulan ramai sebagai keuntungan yang siap dipakai. Padahal sebagian dari uang itu adalah beban bulan sepi yang belum jatuh tempo.
Cara sederhana yang bisa dipakai: tetapkan satu pos khusus di rekening terpisah untuk dana bulan sepi, dan pindahkan sebagian hasil setiap hari atau setiap pekan selama masa ramai. Sebagai contoh perhitungan, bukan ketentuan umum: misalkan biaya tetap bulanan sebesar 7.000.000 rupiah dan masa sepi diperkirakan berlangsung dua bulan. Dana yang perlu disiapkan sekitar 14.000.000 rupiah, dan angka itu dibagi dengan perkiraan jumlah hari ramai yang tersisa untuk mengetahui berapa yang perlu disisihkan setiap hari. Angka tersebut hanya contoh bentuk hitungannya, bukan patokan yang harus sama untuk semua usaha.
Yang penting, dana itu dipisahkan sejak awal. Kalau hanya disisihkan dalam ingatan, biasanya sudah terpakai sebelum masa sepi datang.
Atur tenaga kerja dan stok
Tenaga kerja adalah bagian yang paling sering menimbulkan dilema. Menambah karyawan tetap menjelang musim ramai terasa praktis, tetapi biayanya berlanjut setelah musim berakhir. Beberapa pilihan yang biasanya lebih aman:
- Memakai tenaga kerja harian atau lepasan selama puncak musim, dengan kesepakatan yang jelas sejak awal.
- Melatih karyawan yang ada untuk bisa mengerjakan dua bagian, supaya penambahan orang tidak selalu diperlukan.
- Mengatur shift yang mengikuti jam ramai harian, bukan menambah orang sepanjang hari.
- Menyiapkan satu orang yang bisa menggantikan pemilik untuk urusan kecil, agar pemilik bisa menangani hal yang lebih penting.
Untuk stok, atur pembelian mengikuti pola penjualan. Bahan yang cepat rusak sebaiknya tidak dibeli jauh sebelum puncak musim, sementara bahan yang tahan lama dan harganya sering naik bisa dibeli lebih awal dalam jumlah terbatas. Bila memakai karyawan harian, perhatikan bahwa ketentuan ketenagakerjaan dan pengupahan bisa berubah, sehingga sebaiknya dipastikan pada sumber resmi.
Cari kegiatan tetap di luar musim
Usaha yang hanya mengandalkan satu musim selalu bergantung pada satu waktu dalam setahun. Menambah satu kegiatan yang bisa berjalan di bulan sepi membuat kas lebih rata, meski nilainya tidak besar.
Contohnya, usaha makanan yang ramai saat hari besar bisa menambah layanan pesanan harian untuk kantor sekitar, atau menjual bahan setengah jadi yang tahan lama. Usaha pakaian yang ramai menjelang perayaan bisa menambah jasa perbaikan. Yang penting, kegiatan tambahan itu tidak menambah biaya tetap besar, karena tujuannya menutup sebagian biaya yang sudah ada, bukan membuka usaha baru.
Bila kegiatan tambahan ini terasa menarik, pembahasannya ada pada artikel mencari sumber penghasilan tambahan dan ide memanfaatkan jam sepi. Untuk persiapan menyambut musim ramai, lihat juga artikel memanfaatkan masa ramai sebaik-baiknya.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana kalau catatan penjualan tahun lalu tidak lengkap?
Mulai dari yang ada: buku kas lama, riwayat pesanan, nota, atau bahkan foto buku catatan. Susun perkiraan kasar per bulan, lalu perbaiki polanya pada tahun berjalan dengan pencatatan yang lebih rapi. Perkiraan kasar tetap lebih berguna daripada tidak punya gambaran sama sekali.
Apakah perlu menambah karyawan tetap menjelang musim ramai?
Sebaiknya dipertimbangkan hati-hati, karena biaya karyawan tetap berlanjut setelah musim berakhir. Banyak usaha memilih tenaga lepasan untuk puncak musim, atau melatih karyawan yang ada agar bisa mengerjakan beberapa bagian. Ketentuan ketenagakerjaan dapat berubah, jadi pastikan lebih dahulu pada sumber resmi.
Berapa lama masa sepi biasanya berlangsung?
Sangat bergantung pada jenis usaha dan wilayah, sehingga tidak ada angka yang berlaku umum. Yang bisa dilakukan adalah mencatat lama masa sepi pada tahun-tahun sebelumnya, lalu memakai angka terpanjang sebagai dasar menyiapkan dana. Cara itu membuat persiapan lebih aman bila masa sepi ternyata lebih panjang.
Apakah diskon besar di bulan sepi bisa menolong?
Bisa, tetapi hanya bila biaya dan batas waktunya jelas. Diskon pada masa sepi berguna untuk menjual stok yang tidak tahan lama atau menarik kunjungan, namun tidak menyelesaikan masalah biaya tetap. Selain itu, harga diskon yang berlangsung terlalu lama membuat pelanggan menunggu, bukan membeli.



