Pemasaran Lewat Komunitas di Sekitar Usaha
Komunitas di sekitar usaha bisa menjadi saluran pemasaran yang murah. Kuncinya masuk sebagai peserta yang berguna, bukan sebagai penjual.
Di lingkungan yang kecil, kabar berpindah lebih cepat lewat percakapan daripada lewat iklan. Karena itu komunitas sekitar bisa menjadi saluran pemasaran yang murah bagi usaha kecil, asalkan dijalani dengan sabar. Yang dibangun lebih dulu bukan penjualan, melainkan kepercayaan.
Memilih komunitas yang benar-benar berkaitan
Tidak semua perkumpulan cocok untuk semua usaha. Pilih satu atau dua kelompok yang anggotanya memang sering memakai barang atau jasa seperti yang Anda jual. Untuk usaha makanan rumahan, kelompok kerja di sekitar atau perkumpulan ibu-ibu biasanya lebih dekat daripada komunitas hobi yang jauh dari lokasi.
- Apakah anggotanya tinggal atau bekerja dalam jarak dekat?
- Apakah kebutuhan mereka berkaitan dengan barang yang Anda jual?
- Apakah kegiatannya berlangsung rutin, bukan sekali saja?
- Apakah Anda sanggup hadir secara teratur?
Menghadiri satu kegiatan lalu menghilang biasanya tidak berpengaruh. Yang bekerja adalah kehadiran yang berulang dalam waktu cukup lama.
Hadir sebagai peserta yang berguna
Cara paling aman memperkenalkan usaha adalah dengan berguna lebih dulu. Bila Anda punya keahlian, bantu kegiatan itu, misalnya menyediakan konsumsi dengan harga wajar, menjadi penghubung antar anggota, atau membantu menyiapkan acara. Dari situ orang akan bertanya sendiri tentang usaha Anda.
Perkenalkan usaha dengan satu kalimat pendek saat ditanya, tanpa menyodorkan daftar harga panjang. Bila ada yang berminat, catat nomor atau alamatnya, lalu hubungi pada waktu yang wajar, bukan pada hari yang sama saat acara berlangsung.
Menjaga batas agar tidak dianggap mengganggu
Salah satu risiko pemasaran lewat komunitas adalah dianggap terlalu sering menawarkan barang. Batas yang aman adalah menawarkan hanya ketika ada kesempatan yang wajar, atau ketika anggota lain bertanya lebih dulu.
Komunitas bukan tempat berjualan setiap pertemuan. Ia tempat orang saling mengenal, dan penjualan datang sebagai akibat dari perkenalan itu.
Sebagai contoh perhitungan, misalkan dari lima puluh anggota komunitas yang Anda ikuti, lima orang menjadi pelanggan tetap. Bila setiap pelanggan membeli sekali dalam sebulan, artinya ada lima transaksi tambahan setiap bulan dari satu kelompok saja. Angka ini hanya gambaran untuk menimbang, bukan janji hasil.
Bandingkan cara ini dengan kerja sama usaha lain yang lebih resmi, seperti pada artikel strategi kemitraan usaha kecil. Keduanya bisa berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.
Menawarkan sesuatu yang layak dibicarakan
Agar cerita menyebar, tawarkan sesuatu yang mudah dijelaskan dan berguna bagi banyak anggota, misalnya pesanan dalam jumlah banyak untuk kegiatan, atau layanan antar untuk jarak dekat. Penawaran semacam itu lebih masuk akal bagi kelompok daripada potongan harga kecil.
Simpan catatan siapa yang pernah membeli, apa yang mereka pesan, dan bagaimana tanggapan mereka. Catatan itu membuat Anda bisa menghubungi kembali dengan penawaran yang tepat. Cara mengemas paket untuk kelompok, misalnya menggabungkan beberapa produk sekaligus, dibahas pada artikel menjual beberapa produk sekaligus.
Pilih satu komunitas minggu ini, datangi kegiatannya, dan tanyakan apa yang bisa Anda bantu. Setelah dua atau tiga pertemuan, baru perkenalkan penawaran Anda secara singkat kepada mereka yang bertanya.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama sebelum pemasaran komunitas menunjukkan hasil?
Biasanya perlu beberapa pertemuan sebelum anggota mengenal Anda dan usaha Anda. Menghadiri satu kegiatan lalu berhenti jarang memberi pengaruh, karena kepercayaan dibangun lewat kehadiran yang berulang.
Apakah boleh menawarkan barang di grup percakapan komunitas?
Bacalah aturan kelompok lebih dulu. Banyak kelompok melarang jualan di dalam percakapan utama, tetapi mengizinkan penawaran pada ruang khusus atau pada waktu tertentu, misalnya di akhir acara.
Bagaimana kalau ada anggota komunitas yang berjualan produk serupa?
Fokuskan pada hal yang berbeda, misalnya jam layanan atau cara pembayaran yang mudah. Bersaing dengan menurunkan harga di dalam komunitas biasanya merugikan kedua pihak.
Apakah perlu memberi sesuatu secara gratis kepada komunitas?
Tidak selalu. Bantuan bisa berupa tenaga, ketersediaan waktu, atau harga khusus yang sudah dihitung tetap menutup biaya, bukan pemberian gratis tanpa batas.


