Manajemen Bisnis

Mengelola Persediaan dengan Sistem Sederhana

Persediaan tidak perlu dicatat dengan alat mahal. Yang perlu adalah batas minimum, catatan keluar masuk, dan waktu tetap untuk menghitung ulang.

Diterbitkan 5 Januari 2026 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Karyawan mencatat jumlah barang pada kartu stok sebelum menaruh kiriman bahan di rak gudang kecil
Karyawan mencatat jumlah barang pada kartu stok sebelum menaruh kiriman bahan di rak gudang kecil

Masalah persediaan di usaha kecil jarang berupa kekurangan alat, melainkan tidak adanya catatan. Barang penting habis saat paling dibutuhkan, sementara barang yang lambat terjual menumpuk hingga rusak. Sistem sederhana menutup kedua celah itu sekaligus.

Pisahkan barang menurut perputarannya

Catat penjualan atau pemakaian selama satu bulan, lalu bagi barang menjadi tiga kelompok: cepat habis, sedang, dan lambat. Barang cepat habis perlu sering dipantau, barang lambat cukup diperiksa sesekali.

Pembagian ini menentukan di mana perhatian Anda ditaruh. Tidak ada gunanya menghitung ulang semua barang setiap hari. Cukup barang kelompok cepat yang diperiksa harian, sedangkan kelompok lain diperiksa mingguan atau bulanan.

Menetapkan batas minimum dan jumlah pesan ulang

Untuk setiap barang penting, tentukan batas minimum, yaitu jumlah yang memicu Anda memesan lagi. Batas ini dihitung dari kebiasaan pemakaian harian ditambah waktu tunggu pengiriman dari pemasok.

Sebagai contoh perhitungan, misalkan sebuah bahan terpakai dua puluh satuan per hari dan pemasok biasa mengirim dalam tiga hari. Bila Anda ingin tetap punya cadangan untuk dua hari, batas minimumnya sekitar seratus satuan. Angka ini hanyalah contoh yang ditandai sebagai gambaran, bukan patokan yang harus dipakai; sesuaikan dengan keadaan usaha Anda.

KelompokCara memantauTindakan
Cepat habisDiperiksa setiap hariPesan saat mencapai batas minimum
SedangDiperiksa setiap pekanPesan sesuai jadwal pembelian
LambatDiperiksa setiap bulanKurangi pesanan berikutnya

Mencatat keluar masuk barang

Catatan tidak perlu rumit. Satu buku atau satu lembar per barang sudah cukup, berisi tanggal, jumlah masuk, jumlah keluar, dan sisa. Yang penting catatan itu diisi saat kejadian, bukan diingat-ingat pada akhir pekan.

Sebutkan juga siapa yang berwenang mencatat dan siapa yang memeriksa. Bila hanya satu orang yang mencatat dan memeriksa, kesalahan sulit terdeteksi. Pemeriksaan sederhana berupa pencocokan catatan dengan barang nyata setiap pekan biasanya sudah memadai untuk usaha kecil.

Bila ingin mencatat persediaan tanpa sistem mahal, langkah pada artikel mencatat persediaan dengan benar tanpa sistem mahal bisa dipakai bersama cara ini.

Menghitung ulang dan mengurangi susut

Lakukan penghitungan ulang secara berkala dan bandingkan dengan catatan. Selisih yang kecil wajar terjadi; selisih yang terus berulang pada barang yang sama perlu ditelusuri, karena bisa berasal dari pencatatan keliru, barang pecah, atau pemakaian tanpa dicatat.

Susut juga bisa berasal dari penyimpanan. Barang yang mudah rusak sebaiknya diletakkan sesuai kebutuhan penyimpanannya dan dipakai dengan urutan barang yang datang lebih dulu. Cara mengurangi barang rusak dan terbuang dibahas pada artikel cara mengurangi barang rusak dan terbuang.

Perhatikan juga barang yang lama tidak bergerak. Menyimpannya terlalu lama mengunci uang Anda. Bila memungkinkan, jual dengan penawaran khusus atau pakai sebagai bahan untuk penawaran gabungan, lalu kurangi jumlah pesanan berikutnya.

Hal yang perlu dihindari adalah mencatat stok hanya ketika ada waktu luang. Catatan yang ditunda biasanya berakhir dengan selisih besar dan tidak lagi dipercaya. Lebih baik mencatat dalam hitungan menit setiap kejadian daripada menumpuknya pada akhir pekan.

Perhatikan juga waktu tunggu pengiriman pada musim ramai. Pemasok bisa lebih lambat ketika permintaan sedang tinggi, sehingga batas minimum yang biasa dipakai perlu dinaikkan lebih awal. Mencatat tanggal pesanan dan tanggal kedatangan barang selama beberapa bulan akan memberi gambaran yang lebih nyata daripada perkiraan.

Mulai dari sepuluh barang yang paling penting bagi usaha Anda. Tentukan batas minimumnya, buat catatannya, lalu periksa setiap pekan selama sebulan. Setelah terbiasa, perluas ke barang lain secara bertahap.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah usaha kecil perlu aplikasi untuk mengelola stok?

Tidak wajib. Banyak usaha kecil cukup dengan buku catatan dan batas minimum per barang. Aplikasi berguna bila jumlah barang sudah banyak atau ada beberapa tempat penyimpanan yang perlu dipantau bersamaan.

Bagaimana menentukan batas minimum stok?

Hitung pemakaian rata-rata harian, kalikan waktu tunggu pengiriman dari pemasok, lalu tambahkan cadangan beberapa hari. Angka hasilnya dipakai sebagai pemicu untuk memesan barang lagi.

Seberapa sering persediaan perlu dihitung ulang?

Barang cepat habis diperiksa harian, barang sedang setiap pekan, dan barang lambat setiap bulan. Penghitungan menyeluruh bisa dilakukan beberapa kali dalam setahun menjelang penyusunan laporan.

Apa yang harus dilakukan dengan barang yang lama tidak terjual?

Kurangi jumlah pesanan berikutnya dan coba jual dengan penawaran khusus atau digabung dalam paket. Menyimpan barang yang tidak bergerak terlalu lama membuat uang Anda tertahan.

Baca juga