Memimpin Usaha Kecil: Pengaruh tanpa Jabatan
Di usaha kecil, pemimpin bekerja berdampingan dengan karyawan. Pengaruh lebih banyak datang dari contoh dan kejelasan, bukan dari jabatan atau perintah.
Memimpin usaha besar dan usaha kecil adalah dua pekerjaan yang berbeda. Di usaha besar, pemimpin jarang terlihat bekerja langsung. Di usaha kecil, Anda bekerja berdampingan, mungkin bahkan berdiri di meja yang sama. Karyawan melihat semua hal: bagaimana Anda memperlakukan pelanggan yang sulit, bagaimana Anda menyikapi stok yang habis, dan bagaimana Anda berbicara ketika sedang lelah.
Contoh bekerja lebih kuat daripada perintah
Bila Anda meminta karyawan menjaga kebersihan sementara meja kerja Anda penuh tumpukan, pesan itu tidak akan sampai. Bila Anda mengingatkan agar datang tepat waktu sementara Anda sendiri sering terlambat, aturannya akan dianggap tidak serius.
Kabar baiknya, cara ini juga bekerja terbalik. Sekali Anda menunjukkan cara menangani pelanggan yang marah dengan tenang, karyawan akan menirunya tanpa perlu diajari panjang lebar.
Karena itu, perhatikan juga apa yang Anda lakukan ketika sedang lelah atau kesal. Karyawan belajar dari saat-saat seperti itu lebih banyak daripada saat Anda sedang menjelaskan sesuatu. Menjaga sikap pada hari yang berat adalah bagian dari pekerjaan memimpin.
Jelas soal apa yang diharapkan
Sebagian besar masalah di usaha kecil bukan berasal dari karyawan yang malas, melainkan dari harapan yang tidak pernah diucapkan. Karyawan menebak, pemilik menganggap sudah jelas, lalu timbul kekecewaan di kedua pihak.
- Tuliskan tugas utama setiap orang dalam bahasa yang sederhana.
- Sebutkan jam mulai, jam selesai, dan siapa yang dihubungi bila ada masalah.
- Contohkan hasil yang Anda anggap benar, jangan hanya melarang yang salah.
- Tanyakan apakah petunjuknya sudah cukup jelas sebelum pekerjaan dimulai.
Menuliskan harapan juga membuat penilaian kerja menjadi lebih adil, karena ada dasar yang bisa dibicarakan bersama. Cara menuliskannya bisa dilihat di membuat SOP yang benar-benar dipakai.
Ambil keputusan, tapi dengar dulu
Usaha kecil sering tersendat karena pemilik ragu memutuskan dan menyerahkan keputusan itu pada kesepakatan bersama yang tidak pernah tercapai. Mendengar pendapat itu penting, tetapi keputusan tetap perlu diambil dan diumumkan dengan jelas.
| Bila keputusan menyangkut | Yang sebaiknya dilakukan |
|---|---|
| Uang dan harga | Pemilik memutuskan setelah mendengar masukan |
| Urutan kerja harian | Disepakati bersama tim, pemilik menegaskan bila buntu |
| Keluhan pelanggan | Karyawan menangani sesuai batas, eskalasi bila di luar batas |
Setelah memutuskan, jelaskan alasannya secara singkat. Karyawan biasanya tidak menuntut dilibatkan dalam semua hal, tetapi mereka ingin tahu mengapa sesuatu berubah.
Hindari mengambil keputusan penting tanpa pernah menjelaskannya. Perubahan yang datang tiba-tiba biasanya menimbulkan dugaan yang lebih buruk daripada kenyataannya. Bila keputusannya menyangkut upah atau jadwal, sampaikan lebih awal agar semua orang punya waktu menyesuaikan diri.
Bicaralah sebelum masalah menjadi besar
Banyak pemilik menunda percakapan yang tidak nyaman sampai akhirnya meledak. Cara yang lebih tenang adalah membicarakan hal kecil lebih awal, dengan bahasa yang menyangkut pekerjaan, bukan pribadi orangnya. Misalnya membahas keterlambatan yang berulang, bukan menyebut sifat seseorang.
Cara bernegosiasi dalam pembicaraan semacam ini ada di cara bernegosiasi dengan baik untuk pemilik usaha, dan cara membagi tugas ada di mendelegasikan pekerjaan dengan benar.
Jaga suasana kerja tetap manusiawi
Upah memang penting, tetapi suasana kerja juga menentukan apakah orang bertahan. Sapa dengan nama, dengarkan keluhan kecil, dan akui pekerjaan yang dikerjakan dengan baik. Hal-hal ini tidak memerlukan biaya, tetapi berpengaruh besar.
Langkah berikutnya
Pilih satu harapan yang belum pernah Anda tuliskan dengan jelas, lalu tuliskan minggu ini dan sampaikan kepada tim. Perubahan besar biasanya dimulai dari satu percakapan singkat yang akhirnya dilakukan. Bila beban memimpin membuat Anda sulit beristirahat atau mudah tersinggung berkepanjangan, sebaiknya Anda berbicara dengan tenaga profesional.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana memimpin usaha kecil yang jumlah karyawannya sedikit?
Bertumpu pada tiga hal: memberi contoh nyata, menjelaskan harapan dengan jelas, dan mengambil keputusan yang memang perlu diambil. Karena jarak Anda dengan tim sangat dekat, perilaku sehari-hari lebih berpengaruh daripada jabatan.
Apakah pemilik usaha harus selalu ikut bekerja di lapangan?
Tidak harus selalu, tetapi sesekali bekerja bersama tim sangat berguna. Anda jadi tahu hambatan nyata di lapangan dan karyawan melihat bahwa Anda memahami pekerjaan mereka.
Bagaimana menegur karyawan tanpa membuat suasana rusak?
Bicarakan pekerjaannya, bukan pribadinya. Sebutkan kejadian, dampaknya, dan apa yang diharapkan. Lakukan lebih awal saat masalahnya masih kecil, dan lakukan tanpa kehadiran orang lain bila menyangkut hal yang memalukan.
Apakah pemilik usaha perlu membuat aturan tertulis?
Untuk hal yang sering terulang, tulisan sederhana sangat membantu. Aturan tertulis membuat harapan lebih jelas dan penilaian kerja lebih adil, tanpa perlu aturan yang panjang.

