Belajar dari Usaha Sejenis Tanpa Meniru Mentah-mentah
Usaha sejenis di sekitar bisa jadi guru yang murah, asalkan Anda mengamati cara kerjanya, mencatat temuan, lalu mengujinya dengan ukuran kecil.
Usaha sejenis di sekitar Anda bukan hanya pesaing. Tempat itu bisa menjadi sumber pelajaran yang murah, asalkan diamati dengan cara yang benar. Yang dipelajari bukan tampilannya, melainkan cara kerjanya sehari-hari.
Amati cara kerja, bukan hanya produknya
Mengamati produk biasanya paling mudah, padahal bagian itu yang paling mudah ditiru dan paling kecil pengaruhnya. Yang lebih berharga adalah cara usaha itu melayani: berapa lama pelanggan menunggu, bagaimana karyawan menyapa, apa yang dilakukan saat barang habis, dan jam berapa tempat itu paling ramai.
Datanglah sebagai pelanggan biasa pada dua waktu berbeda, misalnya saat jam sibuk dan saat lengang. Perhatikan hal yang sama di kedua waktu itu. Perbedaan perilaku pada dua waktu tersebut biasanya memberi petunjuk tentang cara mereka mengatur tenaga dan persediaan.
- Cara menyambut dan mengarahkan pelanggan yang baru masuk.
- Cara menangani keluhan atau permintaan khusus.
- Cara menata barang di depan agar cepat dilihat.
- Cara menetapkan harga dan apa yang diberikan sebagai tambahan.
Catat sebelum menyimpulkan
Kesan pertama sering menyesatkan. Sebaiknya catat pengamatan Anda di buku kecil atau catatan telepon, lalu bahas setelah pulang. Tulis apa yang terjadi, bukan penilaian. Dengan begitu Anda bisa membedakan kebiasaan yang berulang dari kejadian yang kebetulan saja.
Setelah beberapa kunjungan, polanya biasanya mulai terlihat. Misalnya produk tertentu yang sering habis pada jam tertentu, atau cara mereka mempersingkat waktu di meja pembayaran. Dari situ Anda bisa memilih satu hal yang paling cocok dengan keadaan usaha sendiri.
Coba dengan ukuran kecil
Pelajaran dari usaha sejenis sebaiknya diuji dalam skala kecil lebih dulu supaya kesalahan tidak mahal. Bila Anda ingin mencoba cara mereka menata barang di depan, pindahkan satu rak saja selama satu minggu, lalu lihat apakah pelanggan bereaksi berbeda.
Sebagai contoh perhitungan, misalkan Anda mencoba satu jenis tambahan yang menurut pengamatan paling sering diminta pelanggan. Sediakan sejumlah kecil, catat berapa yang terjual setiap hari, lalu bandingkan dengan waktu yang dipakai untuk menyiapkannya. Angka ini hanya gambaran cara menguji, bukan janji hasil.
Batas antara belajar dan meniru
Meniru mentah-mentah punya dua masalah. Pertama, keadaan usaha Anda berbeda: ukuran tempat, jumlah karyawan, dan pelanggan tidak sama. Kedua, meniru tampilan sampai detail membuat usaha Anda tidak punya alasan untuk dipilih selain harga.
Yang pantas diambil adalah prinsipnya. Bila mereka cepat melayani karena menyiapkan bahan sebelum jam sibuk, prinsip itu bisa Anda pakai tanpa menyalin menunya. Bila mereka ramai karena letaknya, itu bukan sesuatu yang bisa ditiru dan tidak perlu dijadikan ukuran keberhasilan.
| Yang diamati | Boleh diambil | Sebaiknya tidak |
|---|---|---|
| Cara melayani | Kerapian dan kecepatan | Kalimat promosi yang sama persis |
| Penataan tempat | Prinsip mudah dilihat | Salinan tampilan sampai detail |
| Harga | Cara menghitung biaya | Potongan harga yang tidak terhitung |
Menjaga hubungan baik dengan usaha sejenis
Hubungan yang baik sering memberi lebih banyak daripada pengamatan diam-diam. Mengobrol singkat dengan pemilik atau karyawan usaha sejenis bisa membuka informasi yang tidak terlihat dari luar, misalnya pemasok mana yang bahannya lebih awet. Bila ada hal yang memang dirahasiakan, cukup sadari dan jangan dipaksa.
Hal yang sebaiknya dihindari adalah menanyakan harga pokok atau jumlah penjualan mereka. Pertanyaan seperti itu biasanya membuat orang menutup diri. Cukup bicarakan hal umum seperti jam ramai dan musim, lalu biarkan hubungan itu tumbuh sendiri.
Setelah pengamatan terkumpul, tulis satu atau dua hal yang akan Anda ubah minggu ini, bukan sepuluh hal sekaligus. Untuk menyusun arah yang lebih panjang, Anda bisa membaca rencana jangka panjang untuk usaha kecil dan membaca perilaku pelanggan di sekitar. Satu pelajaran yang diuji lebih berguna daripada banyak catatan yang tidak pernah dipakai.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa yang paling penting diamati dari usaha sejenis?
Cara kerjanya, bukan produknya. Amati cara melayani, cara menata barang, cara menangani keluhan, dan jam ramai mereka. Hal-hal itu biasanya berulang setiap hari sehingga lebih mudah dinilai daripada hal yang sifatnya kebetulan.
Apakah belajar dari usaha sejenis berarti meniru?
Tidak. Yang diambil adalah prinsipnya, bukan tampilannya. Prinsip seperti menyiapkan bahan sebelum jam sibuk bisa dipakai tanpa menyalin menu atau kalimat promosi. Keadaan usaha Anda berbeda, jadi hasilnya juga akan berbeda.
Berapa lama sebaiknya mengamati sebelum mencoba?
Cukup beberapa kunjungan pada jam berbeda, misalnya dua sampai empat kali dalam dua minggu. Setelah polanya terlihat, uji satu hal dalam skala kecil selama satu minggu lalu nilai hasilnya dari catatan, bukan dari perasaan.
Apakah boleh bertanya langsung kepada pemilik usaha sejenis?
Boleh untuk hal umum seperti jam ramai dan bahan yang dipakai. Hindari menanyakan harga pokok atau jumlah penjualan karena itu dianggap rahasia. Menjaga hubungan baik sering lebih berguna daripada pengamatan diam-diam.



