Siklus Hidup Produk dan Kapan Sebaiknya Dihentikan
Produk melewati masa perkenalan sampai masa penurunannya. Ini tanda yang perlu diamati untuk memutuskan kapan sebuah produk dihentikan.
Setiap produk melewati masa perkenalan, masa ramai, lalu masa ketika penjualannya menurun. Mengenali tahap yang sedang Anda jalani membantu memutuskan kapan sebuah produk masih layak dipertahankan dan kapan sebaiknya dihentikan. Keputusan itu lebih mudah diambil bila Anda memakai catatan penjualan, bukan dugaan.
Tahap yang biasanya dilalui sebuah produk
Secara sederhana, produk diperkenalkan, dicoba pelanggan, menjadi pilihan tetap, lalu tergeser oleh selera baru atau produk lain. Tidak ada patokan waktu yang berlaku untuk semua usaha; yang penting Anda melihat arah penjualannya dari bulan ke bulan.
| Tahap | Tanda di catatan | Yang biasanya dilakukan |
|---|---|---|
| Perkenalan | Penjualan kecil, banyak bertanya | Jelaskan cara pakai dan rasanya |
| Pertumbuhan | Jumlah pembeli bertambah | Jaga mutu dan persediaan |
| Matang | Penjualan datar, pembeli tetap | Jaga pelayanan, jangan banyak berubah |
| Menurun | Turun beberapa bulan berturut-turut | Tinjau ulang atau ganti |
Tabel ini hanya alat bantu membaca, bukan aturan baku. Yang menentukan tetap catatan penjualan usaha Anda sendiri.
Tanda yang perlu diperhatikan
Penurunan satu bulan belum berarti apa-apa; bisa jadi karena musim, cuaca, atau hari libur. Yang perlu diwaspadai adalah penurunan yang terjadi beberapa bulan berturut-turut sementara produk lain di tempat Anda tetap terjual seperti biasa.
- Jumlah pembeli produk itu menurun, bukan hanya nilai belanjanya.
- Pelanggan tetap mulai beralih ke produk lain.
- Biaya bahan naik sehingga harga jual tidak lagi menutup biaya.
- Produk menyita tempat penyimpanan atau waktu kerja yang cukup besar.
Perhatikan juga alasan penurunannya. Bila penyebabnya kemasan yang sudah rusak atau penjelasan yang kurang, masalahnya bisa diperbaiki. Bila penyebabnya selera pelanggan yang memang bergeser, memperbaiki tampilan biasanya tidak banyak menolong.
Mencoba menghidupkan kembali sebelum menghentikan
Sebelum memutuskan berhenti, beri satu kesempatan terakhir dengan perubahan yang murah. Ubah ukuran menjadi lebih kecil, ubah kemasan, atau tempatkan produk di posisi yang lebih terlihat. Jalankan selama dua sampai empat minggu dan catat hasilnya.
Sebagai contoh perhitungan, misalkan sebuah produk terjual tiga puluh bungkus sebulan dan hanya menyisakan margin tipis setelah biaya bahan dihitung. Bila setelah dua bulan penjualannya tetap di bawah dua puluh bungkus, produk itu menempati ruang dan waktu yang lebih baik dipakai produk lain. Angka ini hanya gambaran untuk menimbang, bukan hasil yang pasti.
Cara mengemas ulang produk lama menjadi penawaran baru dibahas lebih lanjut pada artikel mengubah produk lama menjadi penawaran baru.
Cara menghentikan produk dengan rapi
Penghentian sebaiknya bertahap, bukan mendadak. Kabari pelanggan tetap lebih dulu, tawarkan pengganti yang mirip, lalu habiskan persediaan yang ada. Menghilangkan produk tanpa pemberitahuan membuat pelanggan yang setia merasa tidak diperhatikan.
Catat alasan penghentian di buku usaha. Catatan itu berguna ketika Anda mempertimbangkan produk baru di kemudian hari, karena kesalahan yang sama sering terulang. Perbandingan antara produk lama dan produk pengganti bisa dilakukan dengan cara pada artikel membedakan laba dan kas, karena produk yang laku belum tentu menghasilkan kas yang sehat.
Mulai dari satu produk yang paling lama tidak bertumbuh. Tinjau angkanya bulan ini, beri perbaikan murah selama tiga minggu, lalu putuskan dengan tenang apakah ia dilanjutkan atau dihentikan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa bulan penurunan yang menandakan produk perlu dihentikan?
Tidak ada angka pasti karena setiap usaha berbeda. Yang lebih aman adalah melihat penurunan beberapa bulan berturut-turut sementara produk lain tetap normal, ditambah margin yang tidak lagi menutup biaya.
Apakah produk yang dihentikan boleh muncul lagi nanti?
Boleh, terutama bila dipakai sebagai penawaran musiman atau edisi terbatas. Namun kembalikan dengan perubahan yang jelas supaya tidak mengulang penyebab penurunan sebelumnya.
Bagaimana menaikkan harga produk yang sedang menurun?
Menaikkan harga pada produk yang penjualannya sedang turun umumnya mempercepat penurunan. Lebih baik jelaskan nilai tambah atau ubah ukuran kemasannya terlebih dahulu, lalu amati tanggapan pelanggan.
Apakah semua produk harus melewati tahap menurun?
Sebagian produk bisa bertahan lama karena menjadi kebutuhan tetap pelanggan. Meski begitu, tetap catat penjualannya secara berkala supaya perubahan kecil terlihat lebih awal.


