Mengubah Produk Lama Menjadi Penawaran Baru
Produk yang sudah lama ada di daftar jualan bisa tampil sebagai penawaran baru tanpa mengubah resep atau bahan dasarnya.
Setiap usaha punya produk yang sudah lama ada di daftar jualan tetapi penjualannya datar. Menambah produk baru bukan satu-satunya pilihan, apalagi bila modal terbatas. Produk lama sering masih bisa dijual dengan cara yang berbeda, dan itu jauh lebih murah daripada memulai dari nol.
Mengapa produk lama terasa membosankan
Produk lama biasanya tidak kalah mutu. Yang berubah adalah cara pelanggan melihatnya. Bila bentuk, ukuran, dan cara menawarkannya sama selama bertahun-tahun, pelanggan berhenti memperhatikannya meski tetap merasa cocok.
Alasan lain adalah kebiasaan pemilik usaha sendiri. Karena sudah lama menjualnya, Anda tahu produk itu baik, lalu menganggap pelanggan juga tahu. Padahal pelanggan baru datang setiap bulan dan belum pernah mendengar apa pun tentangnya.
Lima cara menyusun ulang penawaran
Perubahan tidak harus besar. Lima cara berikut bisa dicoba dengan bahan dan alat yang sudah ada.
- Ukuran: sediakan versi kecil untuk dicoba, atau versi besar untuk keluarga dan pemakaian lebih lama.
- Kemasan: ganti wadah menjadi lebih rapi, mudah dibawa, atau bisa ditutup kembali.
- Penyajian: ubah cara menyajikan di tempat, misalnya dipotong atau disiapkan saat dipesan.
- Pengelompokan: gabungkan dengan produk lain yang sering dibeli bersamaan.
- Cara menawarkan: beri nama dan penjelasan singkat tentang untuk siapa produk itu cocok.
Pilih satu lebih dulu dan ukur hasilnya. Bila beberapa perubahan dilakukan sekaligus, Anda tidak akan tahu bagian mana yang benar-benar membuat penjualan naik.
Contoh sederhana di usaha kecil
Sebagai gambaran, misalkan sebuah kedai menjual minuman yang sama selama tiga tahun. Versi kecil dengan harga lebih rendah membuat pelanggan baru berani mencoba, sedangkan versi besar cocok untuk pesanan bersama. Bahannya tetap sama, hanya porsi dan wadahnya yang berubah.
Perhitungannya perlu dilakukan sebelum dicoba. Sebagai contoh perhitungan, misalkan biaya bahan untuk satu porsi besar hanya naik sedikit, sementara harga jualnya naik lebih banyak. Angka ini hanya gambaran cara berpikir, bukan janji hasil, dan keadaan tiap usaha berbeda.
| Perubahan | Biaya | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Ukuran lebih kecil | Bahan dan wadah | Pelanggan yang baru mencoba |
| Kemasan baru | Wadah sekali saja | Pembelian untuk dibawa pulang |
| Nama dan cerita | Waktu dan cetakan | Produk yang tampil biasa |
Menguji tanpa membuang bahan
Uji penawaran baru pada jumlah terbatas, misalnya satu loyang atau sepuluh bungkus, lalu hentikan bila tidak ada yang bertanya. Cara ini menjaga agar bahan tidak terbuang dan tenaga tidak terpakai untuk hal yang tidak dicari pelanggan.
Tempatkan versi baru di dekat produk lama supaya pelanggan bisa membandingkan. Tanyakan pendapat sederhana kepada pelanggan tetap, tetapi jangan menjadikan satu komentar sebagai dasar keputusan. Kumpulkan beberapa pendapat sebelum menilai.
Yang perlu dijaga
Jangan sampai penawaran baru merebut penjualan produk lama tanpa menambah jumlah pelanggan. Bila itu terjadi, artinya Anda hanya memindahkan pembelian yang sama, bukan menambah pemasukan. Periksa jumlah transaksi, bukan hanya jumlah uang yang masuk.
Selain itu, pastikan mutu versi baru sama dengan yang lama. Pelanggan lama mudah kecewa bila merasakan perbedaan yang tidak dijelaskan. Bila memang ada perbedaan, sebutkan dengan jujur pada nama atau keterangan produk.
Setelah satu perubahan berhasil, baru pertimbangkan perubahan kedua. Untuk memperkuat cara menawarkannya, Anda bisa membaca memberi cerita pada produk dan menarik pelanggan baru tanpa diskon. Produk yang sudah ada sering masih punya banyak ruang untuk dikembangkan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah mengubah produk lama harus menambah jenis barang baru?
Tidak. Perubahan bisa dilakukan pada ukuran, kemasan, cara penyajian, atau cara menawarkannya. Bahan dan alat yang dipakai tetap sama, sehingga risiko dan biayanya relatif kecil.
Bagaimana tahu perubahan mana yang dibutuhkan pelanggan?
Dengarkan pertanyaan yang paling sering muncul di tempat usaha. Pertanyaan seperti minta versi kecil atau minta kemasan yang mudah dibawa biasanya menunjuk perubahan yang paling mendesak.
Berapa lama waktu untuk menilai hasil penawaran baru?
Umumnya perlu dua sampai empat minggu sebelum bisa dinilai, karena pelanggan butuh waktu mengenali penawaran baru. Selama masa itu, catat jumlah transaksi setiap hari agar penilaian memakai angka.
Apakah penawaran baru bisa merugikan produk lama?
Bisa, bila penawaran itu merebut pembelian yang sama tanpa menambah pelanggan. Karena itu, pantau jumlah transaksi, bukan hanya jumlah pemasukan. Bila pelanggan justru berkurang, hentikan atau ubah kembali.



