Literasi Digital & Keamanan

Mendampingi Karyawan yang Belum Terbiasa Digital

Tidak semua karyawan tumbuh bersama gawai. Yang mereka butuhkan bukan ceramah, melainkan pendampingan bertahap dengan tugas jelas dan ruang untuk bertanya.

Diterbitkan 17 Februari 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Seorang pemilik usaha duduk di samping karyawan sambil menunjuk layar telepon dan mencatatkan langkah kerja
Seorang pemilik usaha duduk di samping karyawan sambil menunjuk layar telepon dan mencatatkan langkah kerja

Di banyak usaha kecil, perangkat digital masuk lebih cepat daripada kesiapan orang yang memakainya. Pemilik usaha membeli mesin kasir baru atau membuka pesanan lewat pesan singkat, sementara sebagian karyawan baru pertama kali memegang perangkat seperti itu untuk bekerja. Ketika pekerjaan tertunda, kesimpulan yang cepat diambil: karyawannya tidak bisa.

Kesimpulan itu biasanya keliru. Yang kurang bukan kemampuan, melainkan kesempatan berlatih secara bertahap. Artikel ini membahas cara mendampingi karyawan tanpa mempermalukan dan tanpa mengorbankan kecepatan kerja.

Mengapa sebagian karyawan tampak tertinggal

Ada beberapa sebab yang sering tercampur. Sebagian karyawan belum pernah memakai perangkat serupa karena usia atau pengalaman kerja sebelumnya. Sebagian lain pernah, tetapi pernah salah sehingga takut mengulangi kesalahan di depan orang. Ada juga yang sebenarnya bisa, hanya belum tahu urutan kerja yang Anda inginkan.

Ketiga sebab itu menuntut perlakuan berbeda. Yang belum pernah perlu mengenal tombol dasarnya. Yang pernah salah perlu diberi ruang mencoba tanpa diawasi berlebihan. Yang belum tahu urutan perlu contoh yang jelas, bukan penjelasan panjang.

Mulai dari satu tugas nyata

Jangan memulai dari pelatihan menyeluruh tentang semua fitur. Pilih satu tugas yang paling sering dikerjakan setiap hari, lalu latih hanya tugas itu sampai lancar.

  • Satu tugas saja pada satu sesi, misalnya mencatat penjualan harian atau menjawab pesanan masuk.
  • Data nyata, bukan contoh karangan. Latihan dengan barang dan harga yang benar membuat karyawan langsung terbiasa.
  • Waktu yang tenang. Berlatihlah saat toko belum ramai supaya tidak ada tekanan pelanggan yang menunggu.
  • Satu orang mengajar. Bila dua orang memberi arahan berbeda, karyawan bingung dan menganggap dirinya salah.
  • Selesai dengan keberhasilan kecil. Akhiri sesi ketika tugas itu sudah bisa dikerjakan sendiri.

Dampingi langsung, jangan hanya menjelaskan

TahapYang Anda lakukanTanda siap lanjut
PerkenalanMenunjukkan tugas sekali dari awal sampai akhirKaryawan dapat menyebutkan urutannya
Mencoba bersamaMendampingi sambil membiarkan karyawan memegang perangkatKaryawan berani menekan tombol sendiri
Mencoba sendiriMengamati dari jarak dekat tanpa menyelaHasil pekerjaan benar meski lebih lambat
Berjalan sendiriDiperiksa pada akhir jam kerja sajaKaryawan menanyakan hal yang tepat, bukan panik

Yang paling sering dilupakan adalah tahap ketiga. Setelah satu kali penjelasan, pemilik usaha langsung berpindah ke pekerjaan lain, padahal karyawan masih butuh ditemani. Dampingi sambil berdiri di dekatnya, tetapi tahan diri untuk tidak mengambil alih perangkat.

Sediakan catatan langkah dan jalur bertanya

Ingatan jangka pendek mudah penuh, terutama ketika toko sedang ramai. Sediakan catatan singkat berisi lima sampai tujuh langkah untuk tugas yang paling sering dipakai, tempel di dekat tempat kerja, atau simpan sebagai gambar di telepon karyawan. Catatan seperti ini bukan tanda karyawan lambat, melainkan pengaman supaya mutu kerja tidak bergantung pada ingatan seseorang.

Jalur bertanya juga perlu disepakati. Tentukan ke siapa karyawan bertanya ketika ragu, dan pastikan pertanyaan sederhana tidak dijawab dengan nada menyalahkan. Peran dan batas akses ini berkaitan erat dengan artikel mengelola kata sandi dan akses untuk karyawan, sebab perangkat kerja memuat akun usaha yang tidak boleh dipakai bersama.

Jaga nada dan kecepatan kerja

Karyawan yang merasa dipermalukan akan berhenti bertanya, dan itu jauh lebih mahal daripada salah menekan tombol. Gunakan kalimat yang menyalahkan proses, bukan orang. Bila kesalahan terjadi, periksa apakah catatan langkahnya kurang jelas atau latihan waktunya memang belum cukup.

Untuk urutan pelatihan secara umum, termasuk masa percobaan karyawan baru, Anda bisa membaca artikel cara melatih karyawan baru di usaha kecil. Tambahan satu hal terakhir: beri kesempatan bertanya di luar jam ramai, karena sebagian karyawan sungkan bertanya ketika pelanggan sedang menunggu.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa lama biasanya karyawan baru terbiasa dengan perangkat digital?

Tidak ada patokan yang berlaku umum karena setiap orang dan setiap tugas berbeda. Kecepatannya dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya, kesempatan berlatih, dan seberapa sering tugas itu dikerjakan. Yang lebih penting daripada hitungan hari adalah ketersediaan catatan langkah dan orang yang bisa ditanyai.

Bagaimana bila karyawan justru lebih paham perangkat daripada saya?

Manfaatkan keadaan itu. Berikan peran pendamping bagi rekan kerja yang masih belajar, tetapi tetap tetapkan batas akses akun usaha. Siapa pun yang memegang akses harus tahu aturan pemakaiannya, terlepas dari seberapa mahir ia memakai perangkat.

Bolehkah latihan memakai data asli usaha?

Boleh, dan biasanya lebih cepat dipahami karena angkanya nyata. Namun pastikan data pelanggan yang bersifat pribadi tidak dipakai untuk latihan di luar keperluan kerja. Untuk hal itu, prinsip pada artikel menjaga data pelanggan bisa dijadikan acuan.

Apa yang harus dilakukan bila karyawan menolak memakai perangkat baru?

Cari tahu alasannya lebih dulu, apakah karena takut salah, pernah mengalami masalah, atau merasa cara lama lebih cepat. Jelaskan alasan perubahan bagi pekerjaannya, lalu kurangi beban tugas barunya pada masa awal. Bila tetap tidak berjalan, pertimbangkan penyesuaian peran daripada memaksa.

Baca juga