Keuangan & Akuntansi Usaha

Menyiapkan Laporan Keuangan untuk Pengajuan Pinjaman

Pengajuan pinjaman dinilai dari kerapian laporan, bukan dari besarnya penjualan saja. Laporan yang konsisten dan bisa diperiksa membuat penilaian lebih mudah.

Diterbitkan 24 Januari 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Pemilik usaha menyusun berkas laporan keuangan dan dokumen pendukung untuk pengajuan pinjaman
Pemilik usaha menyusun berkas laporan keuangan dan dokumen pendukung untuk pengajuan pinjaman

Saat mengajukan pinjaman, banyak pemilik usaha merasa gagal karena penjualannya dianggap kecil. Padahal yang sering menjadi penghambat bukan besar kecilnya angka, melainkan catatan yang sulit diperiksa. Laporan yang rapi membuat penilaian berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih masuk akal.

Apa yang sebenarnya dinilai

Penilai pinjaman biasanya mencari tiga hal. Pertama, apakah usaha ini benar-benar berjalan, terlihat dari penjualan yang konsisten. Kedua, apakah pengeluaran dan kewajiban lain masih terkendali. Ketiga, apakah ada sisa uang setiap bulan yang cukup untuk membayar cicilan.

Semuanya bersandar pada catatan. Karena itu laporan yang dibuat hanya sekali saat mengajukan pinjaman biasanya mudah dikenali dan kurang meyakinkan. Laporan yang terbentuk dari kebiasaan mencatat setiap hari jauh lebih kuat.

Merapikan bahan sebelum mengajukan

Siapkan bahan berikut untuk beberapa bulan terakhir, minimal tiga sampai enam bulan. Bila catatan Anda masih tercampur, rapikan bagian yang paling penting lebih dulu, lalu jelaskan apa adanya bila ada bagian yang belum lengkap.

  1. Ringkasan penjualan bulanan dan cara pembayarannya, tunai atau tempo.
  2. Daftar pengeluaran usaha menurut jenisnya.
  3. Saldo kas dan rekening, serta uang yang dipakai untuk keperluan pemilik.
  4. Daftar barang yang tersedia beserta nilai perkiraannya.
  5. Daftar utang dan piutang yang masih berjalan.

Menghitung kemampuan bayar

Bagian yang paling menentukan adalah kemampuan bayar. Hitung sisa uang dari kegiatan usaha setelah dikurangi semua pengeluaran rutin, lalu bandingkan dengan rencana cicilan bulanan. Sebaiknya sisa itu masih menyisakan ruang, karena penjualan tidak selalu berjalan sesuai perkiraan.

Sebagai contoh perhitungan, misalkan penjualan bulanan 45.000.000 rupiah dengan untung kotor 22 persen, yaitu 9.900.000 rupiah. Bila biaya tetap dan pengeluaran lain sebulan 6.000.000 rupiah, sisa uangnya 3.900.000 rupiah. Rencana cicilan 1.200.000 rupiah per bulan berarti memakai sekitar sepertiga dari sisa itu. Angka ini hanya contoh cara menilai, bukan standar penilaian pihak mana pun.

Bagian laporanIsi yang disiapkanKegunaan
PenjualanRingkasan beberapa bulanMenunjukkan usaha berjalan
PengeluaranDikelompokkan per jenisMenunjukkan kendali biaya
Kemampuan bayarSisa uang setiap bulanMenentukan besar cicilan

Berkas pendukung dan kesesuaian data

Berkas pendukung membuat laporan lebih bisa dipercaya. Bila ada rekening usaha, mutasinya akan sangat membantu. Bila pembayaran banyak dilakukan secara digital, ringkasan penerimaan juga berguna. Untuk transaksi tunai, catatan harian yang konsisten sudah cukup.

Yang perlu dihindari adalah membuat angka yang berbeda untuk keperluan berbeda. Bila data usaha Anda sudah dilaporkan untuk keperluan lain, angka di laporan pinjaman harus tetap sejalan karena ketentuan dan cara pemeriksaannya bisa berubah dan sebaiknya dipastikan pada sumber resmi.

Setelah pinjaman disetujui

Pengajuan yang berhasil bukan akhir pekerjaan. Bila pinjaman diterima, catat penerimaannya, tuliskan penggunaannya sesuai rencana, dan jadwalkan cicilan di dalam anggaran kas. Usaha yang bisa menunjukkan pembayaran lancar akan lebih mudah mengajukan kebutuhan berikutnya bila diperlukan.

Merapikan berkas sebelum diserahkan

Hal kecil yang sering terlewat adalah kesesuaian keterangan pada dokumen. Pastikan nama usaha, nomor identitas, dan keterangan rekening konsisten di semua berkas, karena perbedaan kecil seperti itu mudah membuat berkas dikembalikan untuk diperbaiki. Simpan salinan seluruh berkas yang Anda serahkan.

Bila ada berkas yang belum bisa dilengkapi, tuliskan alasannya dan tanyakan apakah ada pengganti yang bisa diterima, misalnya ringkasan penerimaan sebagai penunjang catatan penjualan.

Bila pengajuan belum berhasil, tanyakan bagian mana yang perlu diperkuat dan minta penjelasannya. Sering kali perbaikannya hanya soal kerapian catatan. Untuk itu, rapikan dulu kebiasaan dasarnya dengan membaca cara mencocokkan catatan dengan uang nyata, mengenal neraca sederhana, dan mengelola hutang dan piutang usaha kecil.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah penjualan kecil pasti ditolak dalam pengajuan pinjaman?

Tidak selalu. Yang dinilai adalah kesesuaian antara penjualan, pengeluaran, dan kemampuan bayar. Usaha dengan penjualan sederhana bisa lolos bila catatannya rapi dan menunjukkan sisa uang yang cukup untuk cicilan.

Berapa lama catatan yang perlu disiapkan?

Umumnya tiga sampai enam bulan terakhir sudah cukup untuk menunjukkan pola usaha. Bila usaha bersifat musiman, sertakan periode yang sama dari tahun sebelumnya agar penilai memahami naik turunnya.

Bagaimana kalau catatan lama tidak lengkap?

Akuilah apa adanya dan lengkapi bagian yang paling berpengaruh, yaitu penjualan, pengeluaran, dan saldo kas. Mulailah catatan baru yang rapi dari sekarang, karena pihak penilai biasanya lebih menghargai catatan yang konsisten daripada angka yang dibuat mendadak.

Apakah pinjaman sebaiknya dipakai untuk menutup kekurangan kas harian?

Sebaiknya tidak. Pinjaman lebih tepat dipakai untuk keperluan yang menambah kemampuan usaha, misalnya alat atau tambahan stok yang pasti terjual. Memakainya untuk menutup kekurangan kas rutin hanya menunda masalah dan menambah beban.

Baca juga