Waralaba & Cabang

Cara Menilai Lokasi untuk Cabang Baru Usaha yang Sudah Berjalan

Keuntungan punya usaha yang sudah jalan: Anda punya data nyata tentang siapa pelanggan Anda. Pakailah untuk menyaring calon lokasi.

Diterbitkan 4 November 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Peta wilayah dan garis rute tampil di layar laptop di atas meja kayu
Peta wilayah dan garis rute tampil di layar laptop di atas meja kayu

Menilai lokasi untuk cabang baru berbeda dari menilai lokasi usaha pertama, dan perbedaannya menguntungkan Anda. Sekarang Anda tidak perlu berandai-andai soal siapa pelanggan Anda, karena mereka sudah datang dan membeli. Yang perlu dilakukan adalah mengubah pengalaman itu menjadi patokan yang bisa dipakai menyaring calon lokasi.

Buat patokan dari gerai yang sudah jalan

Yang diukurCara mendapatkannya di gerai lamaDipakai untuk apa di cabang baru
Asal pelangganTanyakan singkat saat melayani: dari mana mereka datangMenentukan radius jangkauan yang realistis
Jarak datangPerhatikan seberapa jauh pelanggan mau menempuh perjalananMenentukan batas jauh lokasi baru dari pelanggannya
Jam pembelianCatat jam tersibuk selama satu mingguMenyesuaikan jam buka dan jadwal karyawan
Nilai transaksiRata-rata nilai pembelian per pelangganMenghitung perkiraan omzet di lokasi baru
Produk terlarisKomposisi penjualan yang sebenarnyaMenentukan stok awal cabang baru

Data ini tidak perlu rumit. Satu minggu mencatat jam dan jarak sudah memberi gambaran yang jauh lebih dapat dipercaya daripada perkiraan.

Membandingkan calon lokasi dengan gerai lama

Setelah patokannya ada, nilai setiap calon lokasi dengan membandingkannya pada beberapa hal berikut:

  1. Kepadatan penduduk di sekitar. Cari wilayah yang kepadatannya tidak jauh berbeda dengan gerai pertama yang berhasil.
  2. Karakter warga. Kalau pelanggan gerai pertama banyak berasal dari keluarga muda, wilayah dengan karakter serupa lebih menjanjikan daripada wilayah yang lebih padat tetapi berbeda karakternya.
  3. Jumlah pesaing sejenis. Ingat bahwa di lokasi baru, pesaing Anda bukan lagi pesaing di gerai lama. Periksa dari awal.
  4. Akses dan tempat berhenti. Ini sering lebih penting untuk cabang kedua, karena pelanggan yang sudah mengenal produk Anda bersedia datang asalkan mudah berhenti.
  5. Jarak ke gerai lama. Periksa seberapa besar jangkauan kedua gerai saling bertumpang tindih.

Soal jarak yang terlalu dekat

Ini risiko yang khas pada cabang kedua. Kalau dua gerai berada terlalu dekat, sebagian besar pelanggan cabang baru adalah pelanggan yang berpindah dari gerai lama. Penjualan total hampir tidak bertambah, tetapi biaya sewa, karyawan, dan operasional bertambah penuh.

Cara memeriksanya sederhana: perkirakan jangkauan gerai lama berdasarkan jarak terjauh pelanggan yang biasa datang, lalu periksa apakah calon lokasi baru berada di dalam jangkauan itu. Kalau sebagian besar wilayah calon lokasi sudah terlayani gerai lama, pertimbangkan untuk mencari titik yang lebih jauh.

Kesalahan yang sering terjadi saat membuka cabang

  • Menganggap lokasi yang berhasil bisa diulang. Lokasi gerai pertama berhasil bukan hanya karena tempatnya, tetapi juga karena pelanggan yang kebetulan ada di sana. Wilayah baru perlu dinilai dari awal.
  • Memakai ukuran keramaian saja. Kesibukan jalan tidak menjamin pelanggan, seperti yang dibahas di kenapa lokasi ramai belum tentu bagus.
  • Tidak memeriksa pesaing baru. Di wilayah baru, Anda bisa berhadapan dengan pesaing yang jauh lebih mapan daripada di gerai pertama.
  • Meniru ukuran gerai lama. Kalau jangkauan di wilayah baru lebih kecil, ruang yang lebih kecil bisa lebih menguntungkan daripada menyamakan ukuran.

Menyaring beberapa calon lokasi sekaligus membutuhkan cara membandingkan yang adil. Data wilayah pada sekitar titik, termasuk kepadatan, pesaing, akses, dan aktivitas ekonomi, bisa dirangkum otomatis menjadi satu skor — lihat Cek Skor Lokasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah cabang baru sebaiknya berjarak jauh dari gerai lama?

Idealnya jangkauan keduanya tidak saling bertumpang tindih, supaya penjualan cabang baru benar-benar berasal dari pelanggan baru. Kalau dua gerai saling menutupi jangkauan, sebagian besar penjualan cabang baru hanya perpindahan dari gerai lama, sementara biayanya bertambah penuh.

Kalau gerai pertama sukses, apakah wilayah dengan karakter berbeda bisa dicoba?

Bisa, tetapi risiko produknya tidak cocok di sana lebih besar. Kalau ingin mencoba wilayah dengan karakter berbeda, sebaiknya mulai dengan skala yang lebih kecil supaya kerugiannya terbatas bila asumsinya ternyata keliru.

Data apa yang paling berguna dari gerai lama?

Tiga hal: dari mana pelanggan biasa datang, pada jam berapa mereka membeli, dan berapa rata-rata nilai pembeliannya. Ketiganya bisa didapat dengan pengamatan sederhana selama satu minggu, dan hasilnya langsung berguna untuk menghitung perkiraan di lokasi baru.

Baca juga