Cara Menghitung Kelayakan Cabang Baru
Cabang baru punya biaya sendiri yang tidak terlihat di hitungan gerai pertama. Layak atau tidaknya ditentukan setelah biaya itu dihitung.
Menghitung kelayakan cabang baru tidak cukup dengan membagi dua laba gerai pertama. Cabang memiliki biaya sendiri, sebagian di antaranya tidak terlihat di catatan gerai lama. Hitungan yang lebih teliti membantu Anda menghindari keputusan berdasarkan harapan semata.
Biaya yang khusus muncul karena cabang
Sebelum menghitung untung, daftarkan lebih dulu semua pengeluaran yang hanya ada karena cabang itu dibuka.
- Sewa tempat dan uang jaminan, yang biasanya dibayar di muka.
- Renovasi dan penyesuaian ruang, termasuk pemasangan jaringan dan pengamanan.
- Peralatan tambahan, termasuk yang dikirim dari gerai lama.
- Gaji karyawan baru beserta proses perekrutan dan pelatihannya.
- Tambahan stok awal untuk mengisi rak cabang.
- Biaya pengiriman barang dari gudang atau dapur pusat ke cabang.
- Perjalanan dan waktu Anda untuk mengawasi cabang pada bulan-bulan pertama.
Poin terakhir sering diabaikan padahal besar pengaruhnya, terutama bila jarak antar gerai cukup jauh.
Memisahkan biaya tetap cabang
Setelah daftar lengkap, pisahkan pengeluaran yang tetap muncul meski penjualan cabang nol. Sewa, gaji tetap, listrik dasar, dan langganan masuk ke kelompok biaya tetap. Bahan baku dan ongkos kirim masuk kelompok biaya yang mengikuti penjualan.
| Kelompok | Contoh | Sifat |
|---|---|---|
| Biaya tetap cabang | Sewa, gaji tetap, listrik, langganan | Muncul setiap bulan |
| Biaya mengikuti penjualan | Bahan, kemasan, ongkos kirim | Naik turun bersama penjualan |
| Biaya awal | Renovasi, jaminan sewa, stok awal | Sekali di awal |
Menghitung titik balik modal cabang
Setelah biaya tetap cabang diketahui, hitung berapa penjualan minimum yang dibutuhkan agar cabang tidak merugi. Caranya dengan membagi biaya tetap cabang dengan selisih harga jual dan biaya bahan per unit.
Sebagai contoh perhitungan, misalkan biaya tetap cabang Rp 12.000.000 per bulan dan selisih per unit Rp 15.000. Cabang perlu menjual sekitar 800 unit dalam sebulan, atau sekitar 27 unit per hari. Angka harian inilah yang lebih mudah dibandingkan dengan keadaan nyata di lapangan.
Contoh di atas hanya menunjukkan cara berhitung, bukan patokan hasil. Cara perhitungan yang lebih lengkap untuk usaha kecil ada di cara menghitung BEP untuk usaha kecil.
Menguji angka dengan keadaan pesimistis
- Perkirakan penjualan cabang baru pada keadaan biasa.
- Ulangi perhitungan dengan penjualan 20 sampai 30 persen lebih rendah.
- Sisipkan biaya perjalanan dan pengawasan selama enam bulan pertama.
- Tambahkan kenaikan biaya bahan yang mungkin terjadi.
- Periksa apakah modal inti usaha masih cukup setelah biaya awal dikeluarkan.
Kalau cabang hanya untung pada angka penjualan yang paling optimistis, sebaiknya rencana itu ditimbang ulang. Perkiraan yang lebih rendah juga menguji apakah kas usaha utama sanggup menopang cabang selama masa perkenalan.
Menilai kesiapan, bukan hanya angka
Hitungan yang bagus tetap bisa gagal bila operasionalnya belum siap. Sistem kerja, standar takaran, dan pencatatan harian perlu lebih dulu dipastikan, sebagaimana dibahas di menyiapkan sistem sebelum buka cabang. Pastikan pula lokasinya dinilai dengan cara yang tidak menyamakan seluruh wilayah, seperti dijelaskan di cara menilai lokasi untuk cabang baru.
Mulailah dari satu halaman berisi biaya tetap cabang dan target penjualan hariannya. Bila angka itu terasa masuk akal bahkan pada keadaan pesimistis, barulah keputusan diambil. LokasiBisnis.id menyediakan analisis lokasi untuk cabang baru yang dapat melengkapi perhitungan ini.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah cabang baru harus langsung untung pada bulan pertama?
Tidak. Umumnya perlu beberapa bulan bagi cabang baru untuk dikenal. Yang penting adalah rencana kapan cabang mulai menutup biayanya sendiri dan dari mana uang untuk menutup selisih selama masa itu.
Biaya apa yang paling sering dilupakan saat menghitung cabang baru?
Biaya pengiriman dari pusat, biaya perjalanan untuk mengawasi, pelatihan karyawan baru, dan kenaikan beban kerja pada gerai lama. Keempatnya sering tidak muncul dalam perhitungan cepat.
Apakah modal cabang harus dari laba gerai pertama?
Tidak harus, tetapi sebaiknya usaha utama tetap punya cadangan setelah cabang dibuka. Kalau seluruh dana dipakai untuk biaya awal, gerai lama bisa kesulitan membeli stok ketika penjualan sedang biasa saja.
Bagaimana menilai lokasi cabang baru secara wajar?
Nilailah dengan data dan pengamatan langsung, bukan dengan menyamakan keadaan di sekitar gerai lama. Rincian cara penilaiannya dibahas pada artikel tentang menilai lokasi untuk cabang baru di blog ini.



