Mengukur Pasar yang Belum Terlayani di Sekitar Anda
Selalu ada kebutuhan di sekitar yang belum dipenuhi usaha mana pun. Ini cara sederhana mengukur apakah pasar itu cukup besar untuk didekati.
Di sekitar setiap usaha biasanya ada kebutuhan yang belum dipenuhi siapa pun. Mungkin karena jam layanannya tidak cocok, jumlahnya terlalu kecil bagi usaha besar, atau memang belum ada yang memperhatikan. Mengukur pasar seperti ini tidak memerlukan peralatan mahal, tetapi menuntut kesabaran mencatat.
Mendengar permintaan yang berulang
Permintaan yang benar-benar ada biasanya muncul lebih dari sekali dan datang dari orang yang berbeda. Catat setiap pertanyaan pelanggan yang tidak bisa Anda penuhi, lengkap dengan tanggal dan jumlah penanya.
- Barang atau jasa apa yang paling sering ditanyakan?
- Apakah penanya datang dari kelompok yang sama?
- Apakah mereka menanyakan hal yang sama setiap pekan?
- Apa yang akhirnya mereka lakukan setelah tidak mendapatkannya?
Bila pertanyaan yang sama muncul berulang dari orang berbeda, itu tanda awal. Sebaliknya, satu permintaan yang hanya muncul sekali biasanya belum layak dijadikan dasar keputusan.
Menaksir jumlah orangnya secara sederhana
Setelah kebutuhan itu jelas, perkirakan berapa banyak orang di sekitar yang punya kebutuhan serupa. Cara paling sederhana adalah mengamati lingkungan: jumlah rumah, jumlah usaha sejenis, dan jam ketika orang paling banyak melintas.
Sebagai contoh perhitungan, misalkan Anda mencatat bahwa dua belas orang berbeda menanyakan layanan antar pada bulan lalu. Bila dari dua belas orang itu seperempatnya menjadi pelanggan tetap, artinya ada sekitar tiga pelanggan yang mungkin memakai jasa itu secara berulang. Angka ini hanya gambaran untuk menimbang, bukan hasil yang pasti.
Cara memperkirakan jumlah calon pelanggan dari keadaan lingkungan dibahas pada artikel cara menghitung calon pelanggan.
Memeriksa mengapa kebutuhan itu belum terlayani
Sebelum masuk, tanyakan mengapa kebutuhan itu belum dipenuhi. Kadang jawabannya melegakan, misalnya karena pemilik usaha lama sudah pensiun atau jaraknya terlalu jauh. Kadang jawabannya menjadi peringatan, misalnya jumlah permintaannya terlalu sedikit untuk menutup biaya.
- Apakah ada usaha lain yang pernah mencoba dan berhenti?
- Apakah kendalanya modal, izin, atau tenaga kerja?
- Apakah kebutuhan itu hanya muncul pada musim tertentu?
- Apakah Anda punya keunggulan yang mereka tidak punya?
Menguji dengan lingkup kecil
Setelah gambaran cukup jelas, ujilah dengan cara yang paling murah. Buka layanan itu pada jam terbatas, tawarkan kepada sekelompok kecil orang, lalu catat berapa yang benar-benar memesan, bukan hanya yang menyatakan tertarik.
Yang membedakan pasar nyata dari keinginan baik adalah pembayaran. Perhatikan juga bahwa kelompok pelanggan yang berbeda membutuhkan cara pendekatan yang berbeda; hal ini dibahas pada artikel membagi pelanggan menjadi kelompok.
Bila hasil uji kecil menunjukkan pembeli berulang, barulah modal ditambah secara bertahap. Bila hasilnya sepi, hentikan lebih cepat dan pindah ke gagasan lain, karena kerugian pada tahap ini masih kecil.
Pilih satu kebutuhan yang paling sering Anda tolak karena belum tersedia, lalu hitung jumlah penanyanya selama sebulan. Bila angkanya masuk akal, jalankan uji kecil selama tiga minggu sebelum memutuskan lebih jauh.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana membedakan permintaan nyata dan sekadar keinginan?
Permintaan nyata biasanya muncul berulang dari orang berbeda dan diikuti kesediaan membayar. Bila orang hanya menyatakan tertarik tetapi tidak pernah memesan saat ditawarkan, kemungkinan itu bukan pasar yang cukup kuat.
Apakah pasar yang belum terlayani selalu menguntungkan?
Tidak. Kadang kebutuhan itu belum terlayani karena jumlah permintaannya terlalu kecil. Karena itu ujilah dengan lingkup kecil lebih dulu sebelum menambah modal.
Berapa lama pengujian kecil sebaiknya dijalankan?
Sekitar tiga sampai empat minggu supaya ada cukup transaksi untuk dinilai. Pada masa itu, catat jumlah pemesan berulang, bukan hanya jumlah yang bertanya.
Kalau ternyata ada usaha lain yang juga mulai melayani kebutuhan itu?
Perhatikan hal yang tidak mudah ditiru, misalnya kecepatan layanan, jam buka, atau kedekatan lokasi. Bersaing hanya dengan harga biasanya menekan keuntungan kedua pihak.


