Cara Menghitung Jumlah Calon Pelanggan di Sekitar Lokasi
Taksiran jumlah calon pelanggan lebih baik daripada tebakan. Ini cara menghitungnya dari data wilayah sampai angkanya masuk akal.
Menaksir jumlah calon pelanggan bukan pekerjaan yang butuh alat mahal. Yang dibutuhkan adalah urutan perhitungan yang jelas dan beberapa angka dasar wilayah. Hasilnya berupa perkiraan, bukan kepastian, tetapi jauh lebih berguna daripada kesan saat mengunjungi lokasi.
Tujuan perhitungan ini sederhana: memastikan bahwa permintaan di sekitar lokasi cukup besar untuk menutup biaya tetap Anda.
Mulai dari wilayah, bukan dari seluruh kota
Jumlah penduduk satu kota hampir tidak berguna, karena hanya sebagian kecil yang mau datang ke tempat Anda. Yang perlu dihitung adalah penduduk dalam jarak yang masuk akal dijangkau pembeli.
Setelah wilayah layanan ditentukan, susun perhitungan dalam empat langkah. Gunakan data resmi wilayah seperti jumlah penduduk dan luas area, kemudian catat angkanya di satu lembar kerja sederhana.
| Langkah | Bahan yang dipakai | Hasil sementara |
|---|---|---|
| Tentukan radius layanan | Sesuaikan dengan jenis usaha dan cara pembeli datang | Luas wilayah yang dilayani |
| Perkirakan jumlah rumah tangga | Kepadatan penduduk dikalikan luas wilayah | Jumlah rumah tangga di wilayah itu |
| Saring pemakai | Perkiraan bagian rumah tangga yang memakai produk Anda | Jumlah calon pelanggan |
| Perhitungkan pesaing | Jumlah usaha sejenis yang melayani wilayah sama | Bagian yang mungkin Anda raih |
Contoh perhitungan yang jelas ditandai
Sebagai contoh perhitungan, misalkan wilayah layanan Anda berbentuk lingkaran radius 1,5 kilometer dengan kepadatan sekitar 5.000 penduduk per kilometer persegi. Luasnya sekitar 7 kilometer persegi, sehingga jumlah penduduknya sekitar 35.000 orang. Bila rata-rata satu rumah tangga berisi empat orang, ada sekitar 8.750 rumah tangga.
Misalkan usaha Anda adalah laundry dan diperkirakan seperlima rumah tangga memakai jasa ini secara rutin, maka ada sekitar 1.750 rumah tangga yang berpotensi menjadi pelanggan. Semua angka itu hanya contoh; ganti dengan data wilayah Anda sendiri dan jelaskan dasarnya secara terbuka saat menyusun perkiraan.
Angka 1.750 terlihat besar, tetapi belum menggambarkan pendapatan. Untuk usaha laundry, gunanya adalah memastikan ada cukup banyak orang, bukan menghitung omzet.
Menaksir tingkat pemakaian
Bagian yang paling sulit ditaksir adalah berapa banyak orang yang benar-benar memakai produk Anda. Ada tiga cara sederhana untuk menaksirnya tanpa mengarang angka.
- Amati pesaing. Hitung perkiraan jumlah pelanggan yang datang ke usaha sejenis pada jam sibuk, lalu jadikan dasar perkiraan.
- Perhatikan jenis bangunan di sekitar. Wilayah dengan banyak kantor, sekolah, atau kos memiliki pola pemakaian berbeda dari wilayah perumahan.
- Tanyakan langsung. Sebelum membuka usaha, tanyakan kepada 20 sampai 30 orang di wilayah itu apakah mereka memakai produk sejenis dan seberapa sering.
Jarak memangkas jumlah pembeli
Hasil perhitungan dari radius harus dikurangi karena jarak. Semakin jauh, semakin sedikit orang yang mau datang, terutama untuk pembelian kecil sehari-hari. Yang berjalan kaki akan datang dari jarak dekat, sedangkan pembelian besar seperti perabot atau jasa perbaikan bisa menarik orang dari jarak jauh.
Lihat juga bagaimana orang bergerak di wilayah itu. Kalau ada jalan utama yang memisahkan dua kampung, penduduk di seberang bisa dianggap memiliki peluang lebih kecil untuk menyeberang, meski jaraknya dekat di peta. Pembahasan soal radius ada di berapa radius yang tepat untuk menghitung pesaing.
Uji angkanya di lapangan
Setelah angka akhir diperoleh, ujilah dengan pengamatan lapangan. Duduk di calon lokasi selama satu jam pada jam sibuk dan hitung orang yang lewat maupun yang berhenti. Kalau pengamatan itu jauh di bawah perkiraan, periksa kembali asumsi tingkat pemakaian Anda, karena angka di atas kertas mudah membuat seseorang terlalu yakin.
Taksiran ini juga akan menjadi dasar saat Anda menentukan harga dan target penjualan. Cara memakai hasilnya untuk menentukan harga dibahas di cara menentukan harga berdasarkan daya beli sekitar. Bila ingin gambaran wilayah yang lebih ringkas, Cek Skor Lokasi bisa dipakai sebagai pembanding awal.
Pertanyaan yang sering muncul
Data apa yang dipakai untuk menghitung calon pelanggan?
Cukup data jumlah penduduk, luas wilayah, dan jumlah rumah tangga yang tersedia dari sumber resmi wilayah. Sisanya adalah perkiraan tingkat pemakaian yang Anda susun sendiri berdasarkan pengamatan pesaing dan pertanyaan langsung kepada warga sekitar.
Berapa radius yang sebaiknya dipakai untuk perhitungan?
Bergantung pada jenis usaha. Usaha kebutuhan harian biasanya bergantung pada pelanggan dalam jarak berjalan kaki atau berkendara singkat, sedangkan usaha dengan pembelian besar bisa menarik pelanggan dari jarak lebih jauh. Uji radius dengan mengamati dari mana pelanggan pesaing berasal.
Apakah hasil perhitungan bisa dijadikan dasar tunggal untuk menyewa?
Sebaiknya tidak. Angka itu adalah taksiran yang bisa salah karena asumsi tingkat pemakaian. Pakai bersama pengamatan lapangan dan pembanding data wilayah, lalu pastikan biaya tetap Anda masih bisa ditutup oleh permintaan yang paling pesimis.
Bagaimana kalau jumlah calon pelanggan ternyata sedikit?
Jangan buru-buru menolak lokasinya. Periksa apakah cara berjualan Anda bisa disesuaikan, misalnya menjual sebagian melalui pesanan atau melayani antar. Namun bila jumlahnya terlalu jauh dari kebutuhan, mencari lokasi lain biasanya lebih masuk akal.



