Survei Pesaing: Apa yang Perlu Dicatat dan Diamati
Mengamati pesaing tanpa daftar catatan cepat berubah menjadi keluhan. Ini hal yang perlu dicatat dan cara memakainya untuk usaha Anda.
Mengamati pesaing bisa menghabiskan banyak waktu tanpa hasil bila tidak ada yang dicatat. Pengamatan yang berjalan tanpa daftar biasanya berakhir menjadi penilaian pribadi, misalnya merasa pesaing di sebelah lebih enak padahal tidak jelas bagian mana yang lebih baik.
Survei yang berguna hanya mencatat hal-hal yang bisa Anda tindaklanjuti sendiri, dan memakai daftar yang sama untuk setiap pesaing supaya perbandingannya adil.
Amati, jangan mengintai
Lakukan pengamatan dari tempat umum, seperti meja pembeli atau trotoar di seberang. Tidak perlu memotret bagian dalam tempat usaha tanpa izin, dan tidak perlu menanyai karyawannya soal penjualan atau pemasok.
Yang Anda butuhkan adalah informasi yang juga bisa dilihat pembeli mana pun: apa yang dijual, berapa harganya, bagaimana dilayani, dan kapan ramai. Dengan begitu, hasil survei juga menggambarkan hal yang dirasakan pembeli.
Kapan waktu mengamati
Amati pada saat usaha Anda nanti berjalan, bukan pada waktu yang paling nyaman bagi Anda. Untuk usaha makanan, jam makan adalah waktu wajib. Untuk usaha jasa seperti laundry atau salon, akhir pekan sering lebih ramai.
Catat juga keadaan pada jam tersepi. Perbedaan antara jam ramai dan jam sepi menunjukkan berapa besar biaya tetap yang harus ditanggung dari jam sibuk, dan berapa banyak kapasitas yang belum terpakai.
Daftar yang perlu dicatat
| Yang dicatat | Cara mengamati | Kegunaan bagi Anda |
|---|---|---|
| Produk dan harga | Baca daftar menu atau daftar harga yang dipasang | Menentukan posisi harga Anda |
| Kecepatan layanan | Hitung waktu dari pesan sampai diterima | Mengetahui bagian mana yang bisa Anda lampaui |
| Jumlah pembeli | Hitung yang datang pada jam sibuk | Menaksir besar permintaan di wilayah itu |
| Jam operasional | Lihat papan nama dan waktu buka-tutup | Mencari jam yang belum dilayani pesaing |
| Cara melayani | Perhatikan sikap dan jumlah karyawan | Menilai mutu layanan yang dianggap wajar di pasar |
Isi satu lembar untuk setiap pesaing dengan kolom yang sama. Setelah tiga atau empat pesaing selesai dicatat, polanya akan terlihat tanpa perlu analisis rumit.
Menguji dengan membeli sendiri
Cara paling jujur adalah membeli produk pesaing sebagai pelanggan biasa. Perhatikan beberapa hal: berapa lama menunggu, bagaimana barangnya diserahkan, apakah ada ucapan terima kasih, dan apakah kemasannya rapi.
Pengalaman ini menunjukkan hal yang tidak terlihat dari luar. Usaha yang tampak ramai bisa menyimpan masalah, misalnya antrian panjang karena hanya satu orang yang melayani. Sebaliknya, usaha yang tampak biasa saja bisa punya pelanggan tetap karena konsisten dan cepat.
Menyusun kesimpulan
Setelah catatan lengkap, jawab tiga pertanyaan. Pertama, bagian mana yang paling sering dikeluhkan pembeli secara tidak langsung, misalnya menunggu lama atau tempat sempit. Kedua, celah apa yang belum diisi, misalnya jam buka pagi atau pilihan ukuran kecil. Ketiga, hal apa yang sebaiknya Anda tiru karena memang disukai pembeli.
Jangan menyimpulkan dari satu pengamatan saja. Kunjungi pesaing utama lebih dari sekali pada hari berbeda, karena satu kunjungan mudah terganggu keadaan yang kebetulan. Hasil survei juga lebih berguna bila dipetakan seperti dijelaskan di cara membaca peta persaingan usaha. Bila Anda masih memilih lokasi, tanda lokasi usaha yang sebaiknya dihindari bisa menjadi pemeriksaan tambahan. Untuk gambaran wilayah yang sudah diringkas, Cek Skor Lokasi dapat dipakai sebagai pembanding awal.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa kali sebaiknya mengamati satu pesaing?
Minimal dua kali pada hari dan jam berbeda, ditambah satu kali membeli produknya sebagai pelanggan. Satu kunjungan saja mudah memberi gambaran yang keliru, misalnya karena kebetulan sedang ramai atau sedang ada gangguan.
Apakah boleh memotret daftar harga pesaing?
Daftar harga yang dipasang terbuka untuk umum dan bisa dicatat. Yang sebaiknya dihindari adalah memotret bagian dalam tempat usaha tanpa izin atau merekam karyawannya, karena itu menyangkut kepatutan dan bisa menimbulkan masalah.
Apa yang paling penting dicatat saat survei pesaing?
Harga dan jumlah pembeli adalah dua hal paling berguna, karena keduanya langsung menggambarkan permintaan di wilayah itu. Kecepatan layanan dan sikap karyawan menempati urutan berikutnya untuk mencari celah yang bisa Anda perbaiki.
Bagaimana kalau pesaing jauh lebih besar dari usaha saya?
Fokus pada kelompok pembeli yang belum terlayani baik olehnya, misalnya pembeli dengan anggaran kecil, waktu singkat, atau kebutuhan khusus. Bersaing langsung pada semua hal dengan usaha besar biasanya melelahkan tanpa hasil.



