Berapa Radius yang Tepat untuk Menghitung Pesaing di Sekitar Lokasi?
Menghitung pesaing tanpa batas jarak menghasilkan angka yang menakutkan dan tidak berguna. Ini cara menentukan radius yang masuk akal.
Menghitung pesaing terdengar sederhana, tetapi hasilnya sangat bergantung pada satu hal yang jarang dipikirkan: seberapa jauh Anda menghitung. Radius yang terlalu sempit membuat Anda merasa tidak punya pesaing, padahal ada. Radius yang terlalu luas membuat jumlahnya terlihat menakutkan, padahal sebagian besar dari mereka tidak benar-benar bersaing dengan Anda.
Karena itu, pertanyaan yang tepat bukan “berapa banyak pesaing saya”, melainkan “berapa banyak pesaing yang benar-benar berebut pelanggan yang sama dengan saya”.
Radius mengikuti jarak pelanggan datang
Patokan yang paling masuk akal adalah sejauh mana pelanggan Anda mau bergerak untuk membeli. Kalau produk Anda bisa didapat dari kios di ujung gang, orang tidak akan berkendara 5 kilometer. Kalau produk Anda hanya ada di beberapa tempat di kota, orang bersedia menempuh perjalanan lebih jauh.
| Jenis usaha | Radius awalnya | Alasannya |
|---|---|---|
| Warung, laundry, apotek, jasa titip | 500 m – 2 km | Pelanggan datang dengan berjalan kaki atau berkendara singkat, biasanya karena kebutuhan harian |
| Makanan, minuman, potong rambut | 1 – 3 km | Masih dekat, tetapi orang mau bergerak sedikit lebih jauh untuk pilihan yang disukai |
| Toko khusus, bengkel spesialis, toko hobi | 3 – 10 km | Pilihannya terbatas, sehingga pelanggan bersedia menempuh perjalanan |
| Katering, grosir, jasa B2B | Satu kota | Yang menentukan bukan jarak, melainkan jangkauan pengiriman dan hubungan usaha |
Perhatikan bahwa radius juga bergantung pada hambatan perjalanan, bukan hanya jarak lurus. Membelah jalan besar yang sulit diseberangi bisa membuat radius efektif menjadi setengahnya. Jadi kalau lokasi Anda berada di sisi jalan yang sulit dicapai dari pemukiman terdekat, pakai radius yang lebih kecil.
Jumlah saja tidak cukup
Setelah daftar pesaing terkumpul, ada empat hal yang menentukan seberapa berat persaingannya:
- Seberapa mirip produknya dengan Anda. Warung kelontong di seberang bukan pesaing berat untuk kedai kopi, walau dua-duanya menjual minuman.
- Kisaran harganya. Kalau semua pesaing menjual jauh lebih murah dengan kualitas sebanding, itu persoalan serius.
- Kondisi dan jam bukanya. Pesaing yang tutup saat jam sibuk Anda justru bisa menjadi keuntungan.
- Seberapa penuh mereka. Beberapa pesaing yang selalu penuh menandakan pasarnya nyata, tetapi juga berarti pelanggan sudah punya pilihan yang mereka suka.
Sinyal yang perlu dibaca dari kumpulan pesaing
| Yang terlihat di lapangan | Kemungkinan artinya | Yang perlu Anda lakukan |
|---|---|---|
| Beberapa usaha sejenis bertahan bertahun-tahun | Pasar di wilayah itu nyata dan cukup besar | Pelajari apa yang membuat mereka bertahan, lalu cari celah yang belum terlayani |
| Banyak yang berganti pemilik atau tutup | Pasarnya tipis, atau bebannya berat | Selidiki penyebabnya: sewa, daya beli, atau jumlah pelanggan |
| Semuanya sepi meski jam sibuk | Jumlah calon pembeli memang sedikit | Pertimbangkan titik lain, jangan berharap bisa mengalahkan keadaan |
| Semuanya ramai dan sudah penuh | Pasarnya besar, tetapi persaingannya ketat | Pastikan Anda punya pembeda yang jelas sebelum masuk |
Cara menghitungnya secara praktis
- Buka peta, tandai lokasi calon usaha Anda. Gunakan aplikasi peta yang bisa mengukur jarak.
- Cari kata kunci jenis usaha Anda. Misalnya “laundry” atau “bengkel”, lalu periksa satu per satu mana yang berada di dalam radius yang Anda pilih.
- Catat empat hal untuk setiap pesaing. Alamat, perkiraan harga, jam buka, dan kesan seberapa ramai.
- Kunjungi yang berada paling dekat. Jarak terdekat adalah yang paling menentukan, dan hanya kunjungan langsung yang bisa menunjukkan kondisinya.
- Ulangi untuk setiap titik yang Anda pertimbangkan. Membandingkan beberapa titik berdampingan jauh lebih berguna daripada menilai satu titik secara mendalam.
Menghitung pesaing secara manual untuk beberapa titik sekaligus memakan waktu. Untuk mempersingkat, data peta bisa dirangkum otomatis: Cek Skor Lokasi menghitung jumlah usaha sejenis dalam radius 2 km beserta parameter lain, lalu menyatukannya menjadi satu skor.
Kesalahan yang membuat angkanya menyesatkan
- Menghitung semua usaha sebagai pesaing. Yang perlu dihitung hanya usaha yang memperebutkan pelanggan yang sama.
- Memakai satu radius untuk semua jenis usaha. Radius itu mengikuti perilaku pelanggan, bukan selera pemilik.
- Mengabaikan hambatan perjalanan. Jalan yang tidak bisa diseberangi, gang buntu, atau sungai tanpa jembatan membuat jarak 500 meter menjadi jauh.
- Berhenti pada jumlah, tanpa memeriksa kondisi. Angka tanpa konteks hanya menghasilkan rasa takut atau rasa aman yang keliru.
Langkah berikutnya setelah pesaing terpetakan adalah memastikan tempatnya memang boleh dipakai untuk usaha Anda. Itu dibahas di peruntukan lahan dan zonasi sebelum menyewa.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau ada banyak pesaing, apakah berarti lokasinya buruk?
Belum tentu. Banyak pesaing yang bertahan lama justru menandakan pasarnya nyata dan cukup besar. Yang perlu Anda pastikan adalah apakah Anda punya alasan bagi pelanggan untuk memilih Anda, dan apakah jumlah pelanggan di wilayah itu masih cukup untuk dibagi.
Apakah saya perlu menghitung pesaing yang berbeda segmen harga?
Perlu dicatat, tetapi bobotnya berbeda. Pesaing dengan kisaran harga yang jauh berbeda biasanya menyasar pembeli yang berbeda, sehingga pengaruhnya lebih kecil terhadap Anda. Yang paling menentukan adalah pesaing dengan produk dan harga yang mirip.
Bagaimana kalau lokasi yang saya incar tidak ada pesaing sama sekali?
Periksa lagi dengan radius yang lebih luas. Tidak adanya pesaing sama sekali bisa berarti pasarnya belum ada, bukan berarti peluangnya besar. Coba cari tahu apakah pernah ada usaha sejenis di sana sebelumnya dan apa yang terjadi.



