Cara Membandingkan Dua Lokasi Usaha Secara Objektif
Cara menyusun perbandingan berdampingan untuk dua lokasi, memberi skor yang konsisten, lalu mengujinya sehari di lapangan sebelum memutuskan.
Membandingkan dua lokasi dari ingatan hampir selalu berakhir dengan memilih tempat yang paling baru dilihat. Cara yang lebih aman adalah menilai keduanya berdampingan dengan daftar kriteria yang sama, lalu memberi angka pada setiap kriteria.
Cara ini tidak menghilangkan pertimbangan pribadi, tetapi membuat pertimbangan itu terlihat sehingga bisa diperiksa ulang bersama rekan atau keluarga yang ikut membiayai usaha.
Susun daftar kriterianya lebih dulu
Daftar ini dibuat sebelum Anda melihat lokasi mana pun, supaya penilaian tidak menyesuaikan diri dengan tempat yang sedang dilihat. Pilih lima sampai delapan kriteria yang benar-benar memengaruhi usaha Anda.
Kriteria yang umum dipakai: siapa yang beraktivitas di sekitar, jumlah pesaing sejenis, kemudahan berhenti dan memarkir kendaraan, akses pejalan kaki, lebar muka bangunan, biaya sewa, dan peruntukan tempatnya.
Jangan memasukkan kriteria yang tidak bisa Anda nilai dari luar, seperti sifat pemilik bangunan. Kalau hal itu terasa penting, nilai setelah Anda berbicara langsung dengan pemiliknya.
Beri bobot sesuai jenis usaha
Semua kriteria tidak sama pentingnya, dan bobot memaksa Anda mengakui prioritas sendiri.
- Tentukan total bobot, misalnya 100 poin, lalu bagi ke setiap kriteria.
- Beri bobot besar pada hal yang tidak bisa diubah, seperti arus orang, lebar muka bangunan, dan peruntukan lahan.
- Beri bobot kecil pada hal yang masih bisa diperbaiki, seperti cat, rak, dan penataan ruang.
- Jumlahkan skor terbobot masing-masing lokasi, lalu bandingkan angkanya.
| Kriteria | Bobot (contoh) | Nilai yang dicatat |
|---|---|---|
| Kecocokan orang yang lewat | 25 | Berapa orang yang berhenti, bukan berapa yang melintas |
| Pesaing sejenis | 20 | Jumlah dan kondisi usaha sejenis dalam radius dua kilometer |
| Peruntukan dan perizinan | 20 | Boleh atau tidak tempat itu dipakai untuk usaha Anda |
| Biaya sewa | 20 | Sewa per bulan dibanding perkiraan omzet per bulan |
| Akses dan parkir | 15 | Bisa berhenti tanpa mengganggu arus lalu lintas |
Angka pada kolom bobot hanya contoh. Sesuaikan dengan jenis usaha Anda, sebab toko bangunan dan kedai kopi memiliki prioritas yang berbeda.
Jaga konsistensi saat memberi nilai
Kunjungi kedua lokasi pada hari dan jam yang sama. Kalau satu dinilai pagi dan satunya malam, perbandingannya tidak adil. Gunakan skala yang sama untuk keduanya, misalnya 1 berarti jelas menghambat dan 5 berarti sangat mendukung.
Catat tanggal dan jam pengamatan di samping setiap nilai. Catatan ini berguna saat Anda memutuskan, karena ingatan tentang keramaian cepat memudar dan mudah tertukar antar lokasi.
Uji sehari di lapangan
Angka tidak menangkap hal seperti bau, kebisingan, atau cara orang menepi. Duduk 60 menit di depan masing-masing tempat, lalu hitung berapa orang yang benar-benar berhenti, berapa kendaraan yang parkir, dan berapa pembeli yang masuk ke usaha sejenis di dekat situ.
Perhatikan juga jam teramai dan jam tersepi, karena keduanya menentukan jam buka, jumlah karyawan, dan kapan barang harus disiapkan. Kalau memungkinkan, lakukan pengamatan pada satu hari kerja dan satu hari akhir pekan.
Hasilnya bukan jawaban akhir
Kalau selisih skor akhir kedua lokasi kecil, artinya keduanya hampir setara. Dalam keadaan itu putuskan berdasarkan hal yang lebih praktis: biaya sewa, panjang kontrak, dan kesiapan tempat dipakai. Kalau selisihnya besar, pilihan sudah cukup jelas.
Jangan lupa memasukkan biaya di luar sewa, sebab renovasi dan penambahan daya listrik sering lebih besar daripada dugaan. Setelah pilihan mengerucut ke satu titik, lanjutkan dengan menegosiasikan sewanya dan memeriksa isi kontrak sewa. Untuk pembanding wilayah yang lebih luas, Cek Skor Lokasi bisa dipakai sebagai gambaran awal.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana kalau skor kedua lokasi hampir sama?
Kalau selisihnya kecil, anggap keduanya setara dan putuskan berdasarkan faktor praktis: biaya sewa, panjang kontrak, kondisi bangunan, dan kemudahan memperoleh izin. Pada titik ini, kecepatan menempati tempat yang kosong sering lebih menentukan daripada selisih skor.
Kriteria apa yang paling penting saat membandingkan lokasi?
Kecocokan antara orang yang beraktivitas di sana dan produk yang Anda jual adalah yang paling menentukan. Kriteria lain seperti parkir, lebar muka bangunan, dan biaya sewa memengaruhi hasil, tetapi tidak bisa menutup pasar yang memang tidak ada di situ.
Apakah penilaian boleh dilakukan tanpa datang ke lokasi?
Sebagian penilaian seperti jumlah pesaing dan kepadatan wilayah bisa dibaca dari peta dan data resmi. Namun kebiasaan orang berhenti, jam tersepi, dan kondisi jalan sebaiknya tetap dilihat langsung sebelum Anda menandatangani kontrak.
Siapa yang sebaiknya ikut menilai?
Orang yang akan menjalankan usaha setiap hari, karena dialah yang merasakan akibatnya. Membawa satu orang lain juga berguna untuk memeriksa penilaian yang terlalu longgar, tetapi batasi jumlah penilai agar penilaiannya tetap konsisten.



