Lokasi & Tempat Usaha

Lokasi untuk Usaha Makanan: Yang Paling Menentukan

Bukan soal ramai, tetapi siapa yang lapar pada jam berapa. Ini cara menilai lokasi usaha makanan dan hal yang sering terlewat.

Diterbitkan 21 Mei 2026 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Kedai makanan kecil dengan beberapa meja di pinggir jalan yang dilewati banyak pejalan kaki
Kedai makanan kecil dengan beberapa meja di pinggir jalan yang dilewati banyak pejalan kaki

Usaha makanan paling bergantung pada waktu. Orang tidak makan sepanjang hari; mereka makan pada jam tertentu, dan itu biasanya dua sampai tiga kali sehari. Karena itu, menilai lokasi untuk usaha makanan berarti menilai seberapa banyak orang berada di sekitar situ pada jam-jam itu.

Keramaian di luar jam makan hampir tidak berguna untuk usaha Anda, meski terlihat meyakinkan ketika pertama kali melihat tempatnya.

Tiga gelombang yang perlu dihitung

Dalam satu hari kerja lazimnya ada tiga gelombang pembeli. Datang dan hitung pada masing-masing gelombang, jangan hanya sekali.

WaktuSiapa yang lewatYang perlu disiapkan
Pagi, sebelum jam kerjaPekerja, pelajar, dan orang menuju pasarPenyajian cepat dan porsi dibungkus
Siang, jam istirahatKaryawan kantor dan pekerja sekitarAntrian cepat dan tempat duduk singkat
Sore sampai malamWarga perumahan dan keluargaTempat duduk nyaman dan pilihan menu lebih luas

Kalau salah satu gelombang sangat kuat dan dua lainnya kosong, usaha Anda kemungkinan perlu menyesuaikan jam buka dan menu, bukan mencari lokasi lain.

Bisa berhenti dan bisa dilihat

Orang memutuskan membeli makanan dalam beberapa detik. Keputusan itu dibuat dari kendaraan atau dari seberang jalan. Karena itu, dua hal yang menentukan adalah kemudahan berhenti dan keterlihatan tempat dari arah datangnya orang.

Periksa apakah ada ruang menepi tanpa mengganggu arus, apakah papan nama bisa terbaca dari jarak wajar, dan apakah pejalan kaki bisa menyeberang dengan aman. Kalau salah satu tidak terpenuhi, porsi pembeli yang sekadar melintas akan hilang.

Dapur dan jaringan yang tidak terlihat

Untuk usaha makanan, isi bangunan hampir sama pentingnya dengan alamatnya. Periksa ketersediaan air bersih, saluran pembuangan, daya listrik, dan ruang untuk menyimpan bahan.

Periksa juga tempat pembuangan sampah dan aroma dari saluran air di sekitar. Dua hal ini sering menjadi keluhan pertama pembeli dan tetangga, dan keduanya sulit diperbaiki setelah kontrak berjalan.

Hitung porsi minimum sebelum menyewa

Sebagai contoh perhitungan, misalkan sewa tempat 6 juta rupiah per bulan, biaya bahan dan tenaga kerja 60 persen dari harga jual, serta harga jual rata-rata 20 ribu rupiah per porsi. Sisa sekitar 8 ribu rupiah per porsi dipakai menutup sewa dan biaya tetap lain. Untuk menutup sewa saja, Anda perlu menjual sekitar 750 porsi sebulan, atau kira-kira 25 porsi sehari. Angka itu contoh, bukan patokan; isi dengan angka Anda sendiri.

Setelah angka minimum diketahui, kembalilah ke pengamatan lapangan. Kalau jumlah orang yang berhenti pada jam makan jauh di bawah kebutuhan itu, lokasinya belum cocok, seramai apa pun jalan di depannya. Cara lain menaksirnya ada di menghitung jumlah calon pelanggan di sekitar lokasi.

Yang sering terlewat

  • Pesaing yang menjual hal sama persis. Usaha makanan sejenis yang ramai menandakan pasarnya ada, tetapi Anda perlu punya alasan untuk dipilih.
  • Musim dan hari besar. Penjualan bisa naik-turun tajam. Sewa tetap harus dibayar pada bulan sepi.
  • Ketentuan perizinan makanan. Persyaratan dapat berbeda antar daerah dan bisa berubah, jadi pastikan pada instansi resmi sejak awal.
  • Bau dan asap ke arah rumah warga. Ini sumber keberatan yang paling sering muncul pada usaha makanan.

Setelah lokasi mengerucut ke satu titik, lanjutkan dengan bernegosiasi seperti dibahas di negosiasi sewa tempat usaha, dan pastikan pasal perpanjangan serta perbaikan tercantum dalam kontrak. Bila Anda ingin membandingkan potensi beberapa titik lebih dulu, Cek Skor Lokasi bisa dipakai sebagai pembanding awal.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah makin ramai makin bagus untuk usaha makanan?

Belum tentu. Yang menentukan adalah keramaian pada jam makan, bukan sepanjang hari. Jalan yang padat sepanjang hari tetapi hanya dilewati kendaraan cepat bisa lebih buruk daripada jalan tenang yang ramai pejalan kaki tepat pada jam makan.

Bagaimana kalau lokasi bagus tetapi tidak ada tempat parkir?

Periksa siapa pembeli utamanya. Kalau pembeli datang berjalan kaki dari kantor atau perumahan dekat, parkir bukan masalah besar. Kalau pembeli harus berkendara dan membawa keluarga, ketiadaan parkir membuat mereka sulit berhenti walau menyukai makanan Anda.

Sewa tinggi tetapi lokasinya bagus, sebaiknya diambil?

Hitung dulu jumlah porsi minimum yang harus terjual setiap hari untuk menutup sewa. Bila angka itu masih realistis dibanding jumlah pembeli yang Anda amati, lokasinya bisa dipertimbangkan. Bila tidak, pilih lokasi yang lebih murah dan dekat dengan kelompok pembeli yang jelas.

Apakah usaha makanan harus dekat pesaing sejenis?

Tidak harus, tetapi dekat pesaing yang ramai menandakan orang memang mencari makanan di wilayah itu. Yang penting Anda tahu alasan pembeli memilih Anda dan bukan pesaing di sebelah.

Baca juga