Menghadapi Penolakan dan Kegagalan dalam Berusaha
Penolakan dan kegagalan adalah bagian biasa dari berusaha. Yang membedakan bukan bakat, melainkan cara Anda menanggapinya dan langkah kecil setelahnya.
Setiap pemilik usaha akan mengalami penolakan: calon pelanggan yang pergi, pemasok yang menolak harga Anda, atau hari ketika tidak ada satu pun yang membeli. Ini bukan tanda Anda salah jalan. Ini bagian dari pekerjaan. Yang membedakan usaha yang bertahan bukan seberapa sering ia menghindari penolakan, melainkan cara ia menanggapinya.
Pisahkan kejadian dari penilaian diri
Satu calon pelanggan menolak, lalu pikiran langsung melompat: usaha saya tidak laku, atau saya memang tidak cocok berdagang. Lompatan seperti itu terasa wajar, tetapi tidak akurat. Yang benar-benar terjadi hanya satu peristiwa: satu orang, pada satu waktu, memilih tidak membeli.
Cobalah menuliskan apa yang terjadi tanpa kata sifat. Hari ini dua belas orang masuk, tidak ada yang membeli. Kalimat seperti itu bisa diperiksa dan diperbaiki. Kalimat saya gagal tidak bisa diperiksa apa pun, dan hanya membuat Anda lelah.
Periksa sebabnya sebelum menyalahkan diri
Sebagian penolakan datang dari hal yang bisa diperbaiki, sebagian lagi di luar kendali Anda: orang sedang tidak punya uang, sedang buru-buru, atau memang tidak membutuhkan produk Anda.
- Apakah harganya tidak cocok dengan daya beli di sekitar?
- Apakah informasi produk kurang jelas saat orang melihatnya?
- Apakah waktunya salah, misalnya pelanggan datang ketika persediaan habis?
- Apakah orang itu memang bukan pelanggan yang Anda bidik sejak awal?
Dari daftar itu, biasanya hanya satu atau dua hal yang benar-benar perlu diubah. Sisanya cukup diterima apa adanya.
Ada gunanya bertanya langsung kepada beberapa pelanggan yang tidak jadi membeli. Satu pertanyaan singkat seperti apa yang membuat Anda ragu tadi sering memberi jawaban yang lebih jujur daripada menebak sendiri. Kumpulkan jawaban itu selama beberapa minggu, lalu cari pola yang berulang.
Kebiasaan setelah kegagalan
Yang melelahkan bukan kegagalannya, melainkan cara Anda memikirkannya sepanjang malam. Karena itu ada gunanya menyiapkan langkah tetap setelah kejadian tidak enak, misalnya penawaran besar yang batal atau hari yang sangat sepi.
- Catat kejadiannya dua atau tiga baris di buku, bukan di kepala.
- Tulis satu hal yang akan dicoba berbeda minggu ini.
- Kerjakan satu tugas rutin paling sederhana, seperti menata rak atau mencatat persediaan.
- Berhenti bekerja pada jam yang biasa, meski pekerjaan belum terasa selesai.
Langkah kecil ini bekerja karena mengembalikan rasa kendali. Rasa kendali jauh lebih berguna daripada semangat yang menyala lalu padam.
Ada satu godaan lain yang perlu diwaspadai, yaitu membandingkan diri dengan usaha lain di sekitar. Usaha yang tampak ramai bisa sedang musim ramai, bisa juga menanggung biaya yang tidak Anda lihat. Perbandingan seperti itu menambah beban tanpa memberi bahan perbaikan. Lebih berguna membandingkan catatan Anda sendiri bulan ini dengan bulan lalu.
Ukur kemajuan dengan jendela yang lebih panjang
Penolakan terasa besar kalau dilihat harian. Bandingkan bulan ini dengan bulan sebelumnya, bukan hari ini dengan kemarin. Bila perlu, catat beberapa penanda sederhana: jumlah pelanggan, nilai penjualan, dan jenis keluhan yang muncul. Perkembangan usaha kecil jarang terlihat dalam satu hari, tetapi cukup jelas dalam beberapa bulan.
Bila kegagalan membuat Anda sulit tidur, sulit makan, atau kehilangan minat pada hal yang biasanya Anda nikmati selama berminggu-minggu, itu bukan lagi soal strategi usaha. Sebaiknya bicarakan dengan tenaga profesional, seperti psikolog atau dokter. Membicarakannya bukan tanda lemah, dan tidak ada hubungannya dengan kemampuan Anda menjalankan usaha.
Langkah berikutnya
Pilih satu penolakan yang paling sering Anda alami, lalu tuliskan satu penyebab yang paling mungkin dan satu perubahan kecil untuk mengujinya. Sebagai bahan pertimbangan, Anda bisa membaca cara mengelola kecemasan sebagai pemilik usaha dan bias pikiran yang diam-diam merugikan usaha. Bila yang sedang Anda timbang adalah biaya dan tempat, halaman harga kami bisa menjadi titik mulai.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana cara bangkit setelah usaha saya gagal?
Mulai dengan memisahkan kejadian dari penilaian diri: satu pelanggan yang tidak jadi membeli bukan berarti usaha Anda gagal. Setelah itu periksa sebab yang paling mungkin, ubah satu hal saja, dan kerjakan kembali besok dengan jadwal yang biasa.
Apakah penolakan pelanggan berarti produk saya tidak laku?
Belum tentu. Penolakan bisa datang dari harga, waktu, cara penyajian informasi, atau karena orang itu bukan calon pembeli Anda. Kumpulkan dulu beberapa penolakan sebelum menyimpulkan, karena satu peristiwa belum cukup untuk dijadikan dasar.
Kapan sebaiknya saya berhenti berusaha dan mencoba hal lain?
Tidak ada patokan pasti, tetapi keputusan seperti ini lebih baik diambil saat Anda cukup tenang dan sudah memeriksa catatan penjualan beberapa bulan. Bila keadaan terasa berat secara pribadi, bicarakan dengan orang yang Anda percaya atau tenaga profesional sebelum memutuskan.
Apakah wajar merasa takut gagal lagi?
Wajar, dan hampir semua pemilik usaha mengalaminya. Rasa takut itu biasanya mereda ketika Anda memperkecil taruhan, misalnya dengan mencoba satu perubahan kecil lebih dulu sebelum mengubah banyak hal sekaligus.

