Ilmu Pemasaran

Kesalahan Pemasaran yang Paling Sering Terjadi di Usaha Kecil

Banyak usaha kecil memasarkan dagangannya dengan cara yang boros tenaga. Ini kesalahan yang paling sering terjadi dan cara memperbaikinya.

Diterbitkan 5 Februari 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Pemilik usaha kecil mencatat hasil promosi pada lembar sederhana di meja tokonya
Pemilik usaha kecil mencatat hasil promosi pada lembar sederhana di meja tokonya

Pemasaran sering dianggap soal berapa banyak orang yang melihat, padahal yang menentukan adalah apakah orang yang tepat mengerti dan datang. Banyak usaha kecil mengeluarkan tenaga untuk promosi yang akhirnya tidak bisa dinilai. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi dan cara membenahinya.

Pesan yang terlalu umum

Kalimat seperti melayani dengan baik atau harga terjangkau tidak memberi keterangan apa pun, karena semua usaha bisa mengucapkannya. Pesan yang berguna menyebut hal yang konkret: apa yang dijual, untuk keperluan apa, dan di mana.

Uji sederhananya begini: tunjukkan pesan Anda kepada orang yang tidak mengenal usaha Anda, lalu minta mereka menceritakannya kembali. Bila yang diingat berbeda jauh dari yang Anda maksud, pesannya perlu dibuat lebih jelas.

Mencoba menarik semua orang sekaligus

Ketika penawaran ditujukan untuk semua orang, biasanya tidak ada yang merasa penawaran itu untuk dirinya. Membatasi sasaran bukan berarti menolak pembeli lain; ini hanya menentukan siapa yang diutamakan dalam pesan dan penempatan.

  • Tetapkan satu kelompok utama untuk tiga bulan ke depan.
  • Sesuaikan pilihan kata dengan bahasa kelompok itu.
  • Tempatkan pengumuman di lokasi yang biasa mereka lewati.
  • Ukur jumlah pembeli baru dari kelompok itu, bukan total pembeli.

Meniru tanpa memahami alasan

Meniru cara promosi usaha lain tidak selalu salah, tetapi menirunya tanpa tahu alasan bisa membuang tenaga. Yang cocok untuk usaha besar dengan jangkauan luas belum tentu cocok untuk usaha di satu lingkungan.

Sebagai contoh perhitungan, misalkan Anda menyebar seribu lembar pengumuman dengan biaya dua ratus rupiah per lembar. Biayanya dua ratus ribu rupiah, dan hasilnya sulit diketahui bila tidak ada cara mencatat. Bila anggaran itu dipakai untuk memperjelas tanda nama dan menambah satu hari layanan antar, pengaruhnya lebih mudah dilihat. Angka ini hanya gambaran.

Tidak mencatat dari mana pelanggan datang

Ini kesalahan yang paling merugikan dalam jangka panjang. Tanpa catatan, Anda tidak tahu saluran mana yang bekerja. Cukup tanyakan satu pertanyaan singkat saat melayani: dari mana Anda tahu tentang tempat ini?

Cara mengukur hasil promosi secara sederhana, termasuk memakai kode atau kata kunci berbeda untuk tiap saluran, dijelaskan pada artikel mengukur efektivitas promosi.

Berhenti sebelum hasilnya terlihat

Promosi yang dijalankan tiga hari lalu diganti dengan cara lain tidak akan pernah dinilai. Berikan waktu yang cukup, misalnya tiga sampai empat minggu, sebelum menyimpulkan. Selama masa itu, jangan ubah dua hal sekaligus, supaya Anda tahu mana yang berpengaruh.

Satu hal lagi yang sering terlewat: promosi menarik orang datang, tetapi yang membuat mereka kembali adalah mutu dan pelayanan. Usaha yang ramai karena promosi lalu sepi karena pelayanan yang buruk hanya memindahkan masalah. Untuk usaha baru dengan dana terbatas, prinsip serupa dibahas pada artikel promosi usaha baru dengan dana terbatas.

Pilih satu kesalahan yang paling mirip dengan keadaan Anda minggu ini. Perbaiki hanya satu hal, lalu amati selama tiga minggu sebelum berpindah ke perbaikan berikutnya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah promosi berbiaya besar selalu lebih baik?

Tidak. Yang menentukan adalah ketepatan sasaran dan kejelasan pesan. Promosi murah yang diulang secara teratur sering lebih berpengaruh daripada promosi mahal yang hanya sekali jalan.

Bagaimana cara menilai promosi tanpa alat yang mahal?

Mintalah pelanggan menyebutkan dari mana mereka tahu tentang usaha Anda, lalu catat jumlahnya setiap hari. Cukup dengan buku dan satu kolom tambahan pada catatan penjualan.

Apakah harus meniru cara promosi pesaing yang ramai?

Tidak perlu meniru seluruhnya. Ambil hal yang jelas berguna, lalu sesuaikan dengan jumlah tenaga dan anggaran Anda. Yang cocok untuk usaha besar belum tentu cocok untuk usaha di satu lingkungan.

Kalau promosi sudah benar tetapi penjualan tetap datar, apa yang diperiksa?

Periksa hal mendasar: kejelasan tanda nama, jam buka yang tetap, harga yang menutup biaya, dan mutu layanan. Sering kali masalahnya bukan pada promosi, melainkan pada hal-hal yang menghambat orang membeli.

Baca juga