Mengukur Kinerja Karyawan Usaha Kecil
Menilai karyawan usaha kecil tidak perlu formulir panjang. Cukup beberapa ukuran yang jelas, dicatat rutin, dan dibicarakan terbuka dengan orangnya.
Penilaian karyawan di usaha kecil sering dilakukan hanya berdasarkan kesan pemilik: rajin atau tidak rajin. Cara itu mudah berubah dan membuat orang merasa tidak adil. Mengukur kinerja dengan ukuran yang jelas membuat penilaian bisa dipertanggungjawabkan dan karyawan tahu apa yang perlu diperbaiki.
Pilih sedikit ukuran yang penting
Untuk setiap posisi, pilih paling banyak empat ukuran. Ukuran itu harus berkaitan langsung dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, bukan sifat pribadi. Kejujuran dan keramahan memang penting, tetapi keduanya lebih baik dilihat lewat akibat nyata, misalnya jumlah keluhan atau jumlah kehadiran.
| Yang diukur | Cara mencatat | Dipakai untuk |
|---|---|---|
| Kehadiran dan ketepatan waktu | Daftar hadir harian | Melihat kedisiplinan jadwal |
| Pekerjaan selesai tepat waktu | Catatan tugas dan tenggat | Menilai kelancaran kerja |
| Jumlah kesalahan atau keluhan | Buku kejadian | Menemukan bagian yang perlu dilatih |
Hindari mengukur hal yang tidak bisa dikendalikan karyawan. Jumlah pelanggan yang datang pada hari hujan, misalnya, bukan ukuran yang adil bagi petugas toko, walau angka penjualan tetap penting bagi pemilik.
Mencatat secara rutin, bukan mengingat
Catatan harus dibuat pada waktu kejadian. Menulis buku kejadian saat masalah muncul lima belas detik saja cukup: tanggal, siapa, apa, dan bagaimana diselesaikan. Bila hanya mengandalkan ingatan, yang tersisa biasanya hanya kejadian buruk yang paling menempel.
Catat juga hal baik yang dilakukan karyawan. Tanpa catatan yang seimbang, penilaian akan miring dan membuat karyawan merasa selalu disalahkan.
Membicarakan hasil secara berkala
Bahas catatan itu bersama karyawan setiap bulan atau setiap tiga bulan. Sampaikan angka apa adanya, tanyakan apa yang menghambat, dan sepakati satu perbaikan untuk periode berikutnya. Pertemuan singkat dua puluh menit biasanya sudah memadai untuk usaha kecil.
Bicarakan juga hal yang berada di luar pekerjaan bila memang memengaruhi hasil, misalnya kesulitan jadwal karena urusan keluarga. Solusi sederhana seperti penyesuaian shift sering lebih berguna daripada teguran.
Bila hasil pembicaraan menunjukkan perlunya penyesuaian upah atau pemberian tambahan, panduan pada artikel menetapkan gaji dan tunjangan untuk karyawan usaha kecil bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan.
Menghubungkan hasil dengan tindakan
Ukuran hanya berguna bila berujung pada tindakan. Bila karyawan mencapai hasil baik, sebutkan penghargaannya secara terbuka dan lakukan apa yang dijanjikan. Bila hasil kurang baik, berikan pelatihan atau pendampingan lebih dulu, bukan langsung sanksi.
Bila masalahnya berulang meski sudah diingatkan dan dilatih, barulah pertimbangkan langkah yang lebih tegas. Untuk memastikan pertimbangan Anda tidak berlebihan, periksa dulu bagaimana gaya kepemimpinan Anda, seperti dibahas pada artikel cara memotivasi karyawan di usaha kecil.
Pastikan juga ukuran kinerja tidak berubah-ubah mengikuti suasana hati pemilik. Bila ukurannya berganti setiap bulan, karyawan akan berhenti memperhatikan. Perubahan ukuran sebaiknya dilakukan pada awal periode dan diberitahukan lebih dulu.
Perlu juga disepakati siapa yang mencatat. Bila pemilik mencatat semua ukuran sendirian, catatan itu cenderung hanya berisi hal buruk dan berhenti diperbarui saat usaha sibuk. Sebagian catatan bisa diisi karyawan sendiri, misalnya daftar hadir dan jumlah pekerjaan yang selesai, sedangkan pemilik memeriksa kecocokannya pada waktu tertentu.
Ukuran kinerja sebaiknya juga dipakai untuk memutuskan penempatan orang, bukan hanya untuk menilai. Karyawan yang cepat dan teliti pada pekerjaan yang berulang mungkin justru kurang cocok melayani pelanggan yang butuh penjelasan panjang. Mengenali hal ini membantu Anda menempatkan orang pada pekerjaan yang paling sesuai dengan kemampuannya.
Mulai dari ukuran yang paling mudah dicatat, misalnya kehadiran. Catat selama sebulan, lalu bicarakan hasilnya dengan karyawan. Tambahkan ukuran lain setelah cara pencatatan yang pertama berjalan lancar.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa ukuran kinerja yang wajar untuk satu karyawan usaha kecil?
Cukup tiga sampai empat ukuran yang berkaitan langsung dengan pekerjaannya, misalnya kehadiran, ketepatan waktu, mutu hasil, dan jumlah keluhan.
Bagaimana menilai karyawan secara adil kalau pekerjaannya berbeda-beda?
Buat ukuran per posisi, bukan satu ukuran untuk semua orang. Bandingkan karyawan dengan ukuran pada posisinya sendiri, bukan dengan pekerjaan yang tidak dilakukannya.
Apakah penilaian perlu dilakukan setiap bulan?
Usaha kecil biasanya cukup setiap satu sampai tiga bulan. Yang lebih penting adalah catatan harian yang diisi saat kejadian, karena penilaian hanya seakurat catatannya.
Apa yang harus dilakukan bila kinerja karyawan kurang baik?
Sampaikan hasilnya dengan angka, tanyakan hambatannya, lalu sepakati satu perbaikan. Bila sudah diingatkan dan dilatih tetap tidak berubah, barulah pertimbangkan langkah yang lebih tegas.


