Mengelola Energi dan Kesehatan sebagai Pemilik Usaha
Pemilik usaha sering mengorbankan istirahat demi pekerjaan. Mengatur energi bukan kemewahan, tetapi bagian dari menjaga usaha tetap berjalan dalam jangka panjang.
Sebagai pemilik usaha kecil, Anda sering menjadi orang terakhir yang berhenti bekerja. Pekerjaan yang belum selesai biasanya tetap dikerjakan sendiri, termasuk pada hari libur. Padahal usaha yang berjalan lama bergantung pada pemilik yang masih mampu mengambil keputusan dengan kepala dingin.
Kenali tanda energi mulai habis
Kelelahan jarang datang tiba-tiba. Tandanya muncul perlahan dan sering diabaikan karena dianggap bagian dari bekerja.
- Mudah tersinggung pada hal kecil yang biasanya tidak mengganggu.
- Sulit memutuskan hal sederhana dan menunda pekerjaan yang penting.
- Lupa pada hal yang baru saja dikerjakan atau baru saja dikatakan.
- Badan pegal, kepala berat, atau nafsu makan berubah.
- Pekerjaan yang dulu cepat selesai kini memakan waktu jauh lebih lama.
Bila tanda itu muncul berulang, jangan menunggu sampai jatuh sakit. Bila keluhan berlanjut, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan; urusan pengobatan bukan hal yang bisa diselesaikan dengan mengatur jadwal saja.
Pindahkan pekerjaan yang menguras tanpa hasil
Lihat catatan pekerjaan harian, lalu tandai pekerjaan yang paling menghabiskan tenaga tetapi paling kecil hasilnya. Biasanya pekerjaan itu berupa hal teknis yang bisa diajarkan kepada karyawan atau diserahkan ke jasa luar.
Latih satu orang untuk menggantikan pekerjaan itu, dan beri waktu beberapa minggu sampai hasilnya setara. Panduan menyerahkan pekerjaan ada pada artikel mendelegasikan pekerjaan dengan benar.
Ingat juga bahwa mengerjakan semuanya sendiri punya batas. Membagi beban lebih sulit, tetapi membuat usaha tetap bisa berjalan saat Anda tidak fit.
Menyusun hari kerja yang masuk akal
Tentukan jam buka dan jam tutup untuk diri sendiri, bukan hanya untuk toko. Simpan pekerjaan berpikir berat pada jam ketika Anda paling segar, dan letakkan pekerjaan rutin pada jam lainnya.
- Tetapkan dua blok waktu tenang tanpa gangguan untuk pekerjaan penting.
- Sisakan jeda makan tanpa membuka catatan usaha.
- Tentukan satu hari dalam sepekan untuk tidak mengurus usaha, atau paling tidak untuk pekerjaan berat.
- Kumpulkan pertanyaan karyawan pada waktu tertentu, bukan sepanjang hari.
- Akhiri hari dengan menuliskan tiga pekerjaan utama esok hari.
Memisahkan uang usaha dan uang pribadi
Kekhawatiran soal uang sering lebih melelahkan daripada pekerjaannya. Memisahkan rekening dan catatan uang usaha dari uang pribadi membantu Anda tahu posisi sebenarnya, sehingga keputusan tidak didasari rasa panik.
Tetapkan jumlah tetap yang Anda ambil untuk kebutuhan pribadi setiap bulan. Sebagai contoh perhitungan, misalkan usaha menghasilkan laba bersih sepuluh juta rupiah sebulan, dan Anda menetapkan ambilan pribadi empat juta rupiah serta menyisihkan sisanya untuk usaha dan pajak. Angka itu hanya gambaran, sesuaikan dengan keadaan usaha Anda. Ingat bahwa kewajiban pajak dan jaminan sosial mengikuti ketentuan yang berlaku dan bisa berubah, jadi pastikan pada sumber resmi.
Memakai bantuan dari luar
Sebagian pekerjaan bisa diserahkan ke jasa luar, misalnya pencucian seragam, perawatan alat, atau pembukuan sederhana. Waktunya perlu dihitung: kalau pekerjaan itu memakan dua jam kerja Anda setiap pekan, biaya jasa sering sepadan dengan waktu yang kembali.
Cobalah selama satu bulan sebelum memutuskan berlangganan tetap. Amati apakah waktu itu benar-benar terpakai untuk pekerjaan yang lebih penting, atau malah terisi pekerjaan lain yang bisa ditunda.
Untuk hal yang menyangkut pengobatan dan kesehatan, ikuti anjuran tenaga kesehatan. Mengatur jadwal usaha adalah urusan Anda, tetapi menilai kondisi tubuh bukan hal yang bisa diputuskan sendiri dari buku catatan penjualan.
Mulai dari satu langkah malam ini: tulis jam tutup untuk diri sendiri, lalu masukkan satu jeda istirahat ke dalam jadwal esok hari.
Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana membedakan lelah biasa dan kelelahan yang perlu ditangani?
Bila rasa lelah hilang setelah istirahat yang cukup, biasanya masih wajar. Bila berlanjut berminggu-minggu sampai mengganggu tidur, nafsu makan, atau kemampuan mengambil keputusan, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan.
Pekerjaan apa yang sebaiknya pertama kali diserahkan?
Pekerjaan rutin yang menghabiskan banyak waktu tetapi mudah diajarkan, misalnya pencatatan harian atau penataan barang. Simpan pekerjaan yang menyangkut keputusan uang dan lokasi tetap di tangan pemilik.
Apakah pemilik usaha kecil bisa benar-benar libur?
Bisa, bila pekerjaan rutin sudah punya standar dan ada orang yang bertanggung jawab di tempat. Mulailah dari libur setengah hari terlebih dahulu, lalu amati bagian mana yang terhenti.
Kenapa uang usaha dan uang pribadi perlu dipisahkan?
Agar Anda tahu posisi usaha yang sebenarnya dan bisa menetapkan ambilan pribadi dengan tenang. Tanpa pemisahan, keputusan usaha sering bercampur dengan kebutuhan rumah tangga yang mendesak.


