Keuangan & Akuntansi Usaha

Cara Membuat Anggaran Kas Bulanan Usaha Kecil

Anggaran kas bulanan memperkirakan kapan uang masuk dan keluar, bukan hanya berapa untungnya. Dengan begitu Anda tahu lebih awal bulan mana yang akan terasa berat.

Diterbitkan 30 April 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Pemilik usaha menyusun anggaran kas bulanan dalam tabel sederhana di buku catatan
Pemilik usaha menyusun anggaran kas bulanan dalam tabel sederhana di buku catatan

Banyak usaha kecil tutup bukan karena tidak untung, melainkan karena kehabisan uang pada saat yang salah. Tagihan datang lebih dulu daripada pembayaran pelanggan, dan kas yang seharusnya cukup menjadi tidak cukup. Anggaran kas bulanan membantu melihat hal itu sebelum terjadi.

Bedanya dengan perkiraan laba

Perkiraan laba menghitung selisih pendapatan dan biaya dalam satu periode. Anggaran kas menghitung uang yang benar-benar masuk dan keluar, termasuk pembayaran utang, cicilan alat, dan pajak. Penjualan yang dibayar bulan depan tidak dihitung sebagai kas bulan ini, walau sudah tercatat sebagai pendapatan.

Karena itu keduanya bisa berbeda jauh. Usaha bisa mencatat laba yang bagus sementara saldo kasnya menipis. Bila hanya berpegang pada angka laba, keputusan seperti membeli stok besar atau menambah alat bisa diambil pada saat kas sedang sempit.

Menyusun dalam empat kolom

Anggaran kas tidak perlu rumit. Cukup bagi bulan menjadi beberapa pekan atau bagi per tanggal jatuh tempo, lalu isi empat hal berikut.

  1. Saldo awal: uang yang benar-benar ada di kas dan rekening pada awal periode.
  2. Uang masuk: penjualan tunai, pembayaran piutang, dan sumber lain yang pasti.
  3. Uang keluar: belanja barang, gaji, sewa, listrik, cicilan, dan pajak.
  4. Saldo akhir: saldo awal ditambah uang masuk dikurangi uang keluar.

Bila saldo akhir suatu pekan terlihat negatif, berarti Anda perlu mengambil tindakan pada pekan sebelumnya, bukan menunggu sampai uangnya benar-benar habis.

Contoh perhitungan sederhana

Sebagai contoh perhitungan, misalkan pada awal bulan kas berisi 8.000.000 rupiah. Pekan pertama penjualan tunai masuk 5.000.000 rupiah, sementara belanja barang dan gaji menelan 9.000.000 rupiah, sehingga saldo akhir pekan pertama 4.000.000 rupiah. Pekan kedua uang masuk 6.000.000 rupiah dengan pengeluaran 3.000.000 rupiah, saldo menjadi 7.000.000 rupiah. Angka ini hanya contoh cara menyusun, bukan ramalan hasil usaha Anda.

PekanUang masuk dan keluarSaldo akhir
Pekan 1Masuk 5.000.000, keluar 9.000.0004.000.000
Pekan 2Masuk 6.000.000, keluar 3.000.0007.000.000

Menyiapkan langkah saat saldo menipis

Anggaran kas berguna bila disertai rencana. Bila saldo di satu pekan diperkirakan menipis, ada beberapa pilihan yang bisa disiapkan lebih awal: menunda belanja barang yang belum mendesak, mempercepat penagihan piutang, menegosiasikan waktu pembayaran pemasok, atau menahan pengeluaran yang bisa ditunda.

Yang sebaiknya dihindari adalah menutup kekurangan dengan pinjaman berbunga tinggi tanpa rencana pembayaran. Pinjaman bisa menjadi penyelamat bila memang direncanakan, tetapi bila dipakai berulang untuk menutup kekurangan rutin, masalahnya akan kembali bulan berikutnya dengan beban tambahan.

Kebiasaan yang membuat anggaran ini bertahan

Buat anggaran untuk bulan berikutnya pada hari-hari terakhir bulan ini, saat angka bulan berjalan sudah hampir lengkap. Setelah itu bandingkan perkiraan dengan kenyataan setiap pekan. Selisihnya akan menunjukkan perkiraan mana yang perlu diperbaiki.

Menetapkan batas aman saldo kas

Salah satu angka yang menolong adalah batas aman saldo kas, yaitu jumlah minimum yang harus tetap tersedia untuk belanja barang dan gaji satu periode. Bila perkiraan saldo mendekati batas itu, mulailah menahan pengeluaran yang belum mendesak, bukan menunggu saldonya benar-benar habis.

Perlu diingat pula bahwa penjualan tempo tidak menambah kas bulan ini walau sudah tercatat sebagai pendapatan, sedangkan cicilan alat yang jatuh tempo bulan ini mengurangi kas walau pembelian alatnya dilakukan beberapa bulan lalu. Perbedaan waktu inilah yang membuat anggaran kas perlu dibuat terpisah dari perkiraan laba.

Jika Anda baru memulai, cukup sepuluh baris dan satu aritmatika sederhana. Untuk melengkapi gambaran, pelajari juga laporan arus kas dan kegunaannya serta cara memeriksa kebocoran keuangan. Untuk usaha yang penjualannya naik turun, lihat menjaga arus kas saat penjualan berfluktuasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah anggaran kas sama dengan anggaran belanja?

Tidak. Anggaran belanja menyusun rencana pengeluaran untuk kegiatan usaha, sedangkan anggaran kas mengatur waktu masuk dan keluarnya uang. Anggaran belanja bisa disusun dengan rapi, tetapi kas tetap bisa sempit bila waktu pembayaran tidak diperhitungkan.

Berapa jauh ke depan anggaran kas sebaiknya dibuat?

Cukup satu bulan ke depan dengan pembagian per pekan. Setelah kebiasaannya terbentuk, Anda bisa membuat perkiraan tiga bulan untuk melihat bulan-bulan berat, seperti saat sewa tahunan atau pajak jatuh tempo.

Bagaimana menaksir uang masuk bila penjualan tidak tetap?

Pakai angka rata-rata beberapa bulan terakhir, lalu buat dua versi: satu dengan angka biasa dan satu dengan angka yang lebih rendah. Rencanakan langkah untuk versi rendah agar usaha tetap aman bila penjualan meleset.

Apa yang perlu dilakukan bila saldo akhir pekan negatif?

Segera susun urutan prioritas pembayaran dan cari sumber yang paling murah, misalnya mempercepat penagihan atau menunda belanja yang belum mendesak. Hindari menutup kekurangan dengan utang baru tanpa rencana pembayaran yang jelas.

Baca juga