Psikologi Bisnis

Membangun Kepercayaan dengan Karyawan

Kepercayaan karyawan dibangun dari hal kecil yang konsisten: janji ditepati, informasi dibagikan seperlunya, dan kesalahan dibicarakan tanpa saling menjatuhkan.

Diterbitkan 2 Januari 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Pemilik usaha dan karyawan berdiskusi sambil melihat catatan kerja bersama
Pemilik usaha dan karyawan berdiskusi sambil melihat catatan kerja bersama

Karyawan yang percaya pada pemiliknya akan bekerja lebih tenang, lebih jujur melaporkan masalah, dan lebih kecil kemungkinannya mencari pekerjaan lain. Kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan upah saja, dan juga tidak bisa dibuat dalam satu pidato. Ia tumbuh dari kejadian-kejadian kecil yang dikerjakan dengan konsisten.

Mulai dari janji yang paling kecil

Perhatikan janji-janji kecil yang sering diucapkan tanpa dipikirkan: nanti saya periksa, minggu depan kita bicarakan, sebentar lagi alat ini diganti. Bila janji seperti itu sering tidak ditepati, kepercayaan akan menipis meski janji besarnya dipenuhi.

  • Catat hal yang Anda janjikan kepada karyawan, sekecil apa pun.
  • Bila tidak bisa dipenuhi, katakan lebih awal beserta alasannya.
  • Hindari mengucapkan janji hanya untuk menghentikan pertanyaan.
  • Bicarakan hal yang menyangkut upah dan jadwal dengan angka dan tanggal yang jelas.

Menepati hal kecil terbukti membuat pembicaraan yang lebih besar menjadi jauh lebih mudah.

Bila ada janji yang tidak bisa ditepati, katakan lebih awal dan jelaskan alasannya. Kabar buruk yang datang sebelum waktunya biasanya jauh lebih mudah diterima daripada janji yang hilang begitu saja tanpa keterangan.

Bagikan informasi seperlunya

Karyawan yang tidak tahu apa pun akan menebak, dan tebakan sering berujung pada rumor. Anda tidak perlu membuka seluruh catatan keuangan, tetapi menjelaskan keadaan usaha secara umum sangat membantu.

Yang sebaiknya disampaikanYang cukup disimpan
Kondisi penjualan secara umum dan arahnyaRincian pribadi pemilik dan urusan rumah tangga
Perubahan jadwal serta alasannyaHal yang belum pasti dan masih dalam pertimbangan
Aturan kerja dan cara penilaiannyaPembicaraan tentang karyawan lain

Sampaikan kabar buruk lebih awal. Karyawan biasanya bisa menerima keadaan sulit; yang membuat mereka tidak tenang adalah ketidaktahuan dan kabar yang datang terlambat.

Sikap saat ada kesalahan

Cara Anda menanggapi kesalahan menentukan apakah karyawan akan berani jujur di kemudian hari.

  1. Periksa apa yang benar-benar terjadi sebelum menilai.
  2. Pisahkan kesalahan karena kelalaian dan kesalahan karena aturan yang kurang jelas.
  3. Bahas perbaikannya, bukan mencari siapa yang paling bersalah.
  4. Bila aturannya yang kurang jelas, perbaiki aturannya.

Karyawan yang pernah dimarahi di depan pelanggan akan cenderung menyembunyikan masalah berikutnya. Ini jauh lebih merugikan daripada kesalahan awalnya sendiri.

Sebaliknya, bila seorang karyawan melaporkan masalah yang belum terlihat orang lain, beri tanggapan yang pantas. Laporan seperti itu menjaga Anda dari kerugian yang lebih besar, jadi perlu dihargai secara terbuka.

Selain janji, kehadiran juga diperhitungkan. Anda tidak perlu berada di tempat setiap saat, tetapi karyawan perlu tahu kapan Anda bisa dihubungi dan siapa yang mengambil keputusan saat Anda tidak ada. Ketidakjelasan seperti ini sering menjadi sumber ketidaknyamanan yang tidak pernah diucapkan.

Adil dan bisa diprediksi

Kepercayaan juga tumbuh dari rasa adil. Aturan yang sama berlaku untuk semua orang, termasuk kerabat yang ikut bekerja. Penggajian yang jelas dan tepat waktu berpengaruh besar, dan pembahasannya ada di menetapkan gaji dan tunjangan untuk karyawan usaha kecil.

Selain itu, karyawan perlu tahu apa yang diharapkan dan bagaimana penilaian dilakukan. Caranya ada di mengukur kinerja karyawan usaha kecil, dan cara memberi dorongan ada di memotivasi karyawan di usaha kecil.

Perlahan, tetapi pasti

Kepercayaan bisa rusak dalam satu kejadian dan butuh waktu lama untuk pulih. Karena itu, lebih baik berjanji sedikit lalu menepatinya daripada berjanji banyak lalu melupakannya. Bila kepercayaan sempat goyah, akui dengan jujur dan tunjukkan perbaikan lewat perbuatan, bukan lewat penjelasan panjang.

Langkah berikutnya

Mulai dari satu hal: tepati satu janji kecil yang sudah lama tertunda minggu ini. Bila persoalan dengan karyawan terasa berat dan berlarut, membicarakannya dengan orang yang berpengalaman dapat membantu Anda melihat duduk perkaranya dengan lebih jernih.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara membangun kepercayaan karyawan terhadap pemilik usaha?

Mulai dari hal kecil yang konsisten: menepati janji soal jadwal dan upah, menjelaskan alasan perubahan, dan bersikap adil saat ada kesalahan. Karyawan menilai Anda dari perilaku sehari-hari, bukan dari pernyataan besar.

Apakah karyawan perlu tahu kondisi keuangan usaha?

Cukup seperlunya. Menyampaikan keadaan penjualan secara umum dan arah usaha membuat karyawan lebih tenang, tanpa harus membuka rincian pribadi atau hal yang masih dalam pertimbangan.

Bagaimana menangani kesalahan karyawan tanpa merusak kepercayaan?

Periksa dulu apa yang terjadi, lalu bicarakan perbaikannya, bukan mencari siapa yang paling bersalah. Bila kesalahan muncul karena aturan yang kurang jelas, perbaiki aturannya dan hindari menegur di depan pelanggan.

Bagaimana kalau kepercayaan sudah rusak?

Akui bagian Anda dengan jujur dan perbaiki lewat tindakan nyata, bukan penjelasan panjang. Pemulihan biasanya membutuhkan waktu, jadi berikan kesempatan melalui konsistensi dalam beberapa minggu berikutnya.

Baca juga