Keuangan & Akuntansi Usaha

Cara Menghitung Penyusutan Peralatan Usaha

Peralatan usaha kehilangan nilai seiring pemakaian. Cara menghitungnya bisa sederhana: bagi nilai beli dengan masa pakai, lalu sisihkan uangnya.

Diterbitkan 13 April 2026 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Pemilik usaha mencatat perkiraan penyusutan peralatan usaha pada buku pembukuan bulanan
Pemilik usaha mencatat perkiraan penyusutan peralatan usaha pada buku pembukuan bulanan

Peralatan usaha seperti lemari pendingin, mesin, alat masak, dan perabot tidak habis dalam satu bulan, tetapi nilainya menyusut seiring pemakaian. Penyusutan adalah cara mencatat penyusutan nilai itu sedikit demi sedikit, supaya biaya peralatan tidak menumpuk pada satu bulan saja ketika alat harus dibeli.

Kenapa penyusutan perlu dicatat

Bila pembelian alat langsung dianggap biaya pada bulan pembeliannya, laba bulan itu akan terlihat sangat kecil, sedangkan bulan-bulan berikutnya terlihat lebih besar dari kenyataan. Pencatatan bertahap membuat perbandingan antar bulan lebih masuk akal.

Selain itu, penyusutan mengingatkan hal yang sering terlupakan: alat akan perlu diganti atau diperbaiki. Usaha yang tidak pernah menghitungnya cenderung merasa lebih untung daripada kenyataannya, karena bagian biaya yang sudah terjadi belum pernah dihitung.

  • Membuat laba bulanan lebih wajar, tidak melonjak karena satu pembelian besar.
  • Menyiapkan dasar untuk menyisihkan dana penggantian alat.
  • Membantu menilai apakah alat lama masih layak dipertahankan atau perlu diganti.

Cara menghitung dengan pembagian rata

Cara paling mudah untuk usaha kecil adalah membagi nilai beli dengan perkiraan masa pakai, lalu membebankannya sama rata setiap bulan.

Sebagai contoh perhitungan, misalkan sebuah lemari pendingin dibeli seharga enam juta rupiah dan diperkirakan dapat dipakai lima tahun. Bila nilai sisa di akhir masa pakai dianggap satu juta rupiah, maka nilai yang menyusut adalah lima juta rupiah. Dibagi lima tahun, menjadi satu juta rupiah per tahun, atau sekitar tiga puluh tiga ribu rupiah per bulan. Angka ini hanya gambaran cara menghitung, bukan patokan bagi usaha Anda.

Masa pakai tidak perlu tepat. Yang penting masuk akal dan dipakai secara tetap. Alat masak yang dipakai setiap hari tentu berbeda perkiraan masa pakainya dengan perabot yang jarang dipakai.

Menyisihkan uangnya, bukan hanya mencatat

Mencatat penyusutan saja tidak menyelesaikan masalah. Karena itu, sebaiknya jumlah yang sama juga disisihkan dalam bentuk uang, misalnya ke pos dana penggantian alat.

Bila tiap bulan Anda menyisihkan sejumlah kecil, saat alat rusak total Anda tidak perlu mengambil uang belanja bahan atau menunda pembayaran pemasok. Cara menyusun dana ini dijelaskan pada artikel menyisihkan dana untuk perbaikan dan penggantian alat.

Urutan pencatatannya sederhana. Buat daftar peralatan yang nilainya cukup besar, tulis tanggal pembelian, nilai beli, dan perkiraan masa pakai, lalu hitung beban bulanannya. Simpan daftar itu bersama catatan pembukuan supaya tidak perlu dihitung ulang setiap bulan, dan perbarui ketika ada alat yang dijual, rusak total, atau diganti. Perkiraan masa pakai tidak perlu tepat; yang penting wajar dan dipakai secara tetap.

Untuk alat kecil dan barang cepat rusak

Tidak semua barang perlu dihitung rumit. Peralatan kecil bernilai rendah, seperti gelas, wadah, atau perkakas murah, lebih praktis langsung dicatat sebagai biaya bulan itu. Begitu pula barang yang cepat rusak dan sering diganti.

Yang sebaiknya dihitung bertahap adalah barang bernilai cukup besar dan dipakai lebih dari satu tahun, misalnya mesin, pendingin, kendaraan operasional, dan peralatan produksi utama. Bila terlalu banyak barang yang ikut dihitung, pencatatannya menjadi beban dan biasanya berhenti di tengah jalan.

Bila alat itu nantinya dijual, hasil penjualannya dicatat terpisah dari penjualan barang dagangan agar tidak mengaburkan gambaran penjualan biasa.

Mulailah dari satu atau dua alat termahal. Hitung penyusutannya, sisihkan dananya, lalu jalankan selama beberapa bulan. Setelah terbiasa, Anda bisa menambah alat lain secara bertahap tanpa membuat pembukuan menjadi rumit. Daftar yang tertib juga memudahkan Anda menilai apakah sebuah alat masih layak dipertahankan atau sudah waktunya diganti.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah semua peralatan harus dihitung penyusutannya?

Tidak. Barang bernilai kecil dan cepat diganti lebih praktis dicatat langsung sebagai biaya bulanan. Penyusutan berguna untuk alat bernilai cukup besar yang dipakai lebih dari satu tahun.

Bagaimana kalau saya tidak tahu persis masa pakai alat?

Pakai perkiraan yang masuk akal dan pakai secara tetap. Perkiraan yang konsisten jauh lebih berguna daripada angka rumit yang berubah setiap bulan.

Apakah menyisihkan uang wajib dilakukan?

Tidak wajib, tetapi sangat membantu. Tanpa dana yang disisihkan, penggantian alat akan tetap terasa seperti kejutan besar bagi kas usaha.

Apakah penyusutan berlaku untuk bangunan atau sewa tempat?

Untuk tempat yang disewa, biaya sewa biasanya dicatat sebagai biaya bulanan biasa. Penyusutan lebih cocok untuk perbaikan permanen atau peralatan yang benar-benar dimiliki usaha.

Baca juga