Cara Menyusun Anggaran Usaha Kecil untuk Satu Tahun
Anggaran setahun membantu Anda melihat kapan uang akan terasa sempit, sehingga keputusan diambil lebih awal dan bukan saat kepepet.
Banyak usaha kecil berjalan tanpa anggaran sampai uangnya menipis. Padahal anggaran sederhana cukup dibuat satu kali di awal tahun, lalu diperiksa setiap bulan. Hasilnya bukan ramalan, melainkan peringatan dini: Anda tahu bulan mana yang akan ketat sebelum bulan itu datang.
Mengumpulkan bahan lebih dulu
Sebelum menyusun angka, kumpulkan tiga bahan berikut. Pertama, catatan pemasukan beberapa bulan terakhir, atau perkiraan bila usahanya belum berjalan. Kedua, daftar semua pengeluaran rutin beserta tanggal jatuh temponya. Ketiga, daftar kewajiban yang muncul berkala, misalnya angsuran, sewa tahunan, atau pajak.
Kalau catatan pengeluaran belum ada, mulailah dari yang paling mudah: mutasi rekening usaha dan nota-nota yang tersimpan. Setelah bahan terkumpul, pekerjaan menyusun anggaran hanya butuh satu hingga dua jam.
Memisahkan tiga jenis pengeluaran
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mencampur semua pengeluaran dalam satu daftar. Pisahkan menjadi tiga kelompok supaya angkanya bisa dibaca.
| Kelompok | Isi | Sifat |
|---|---|---|
| Biaya tetap | Sewa, gaji tetap, langganan, cicilan | Muncul meski penjualan sepi |
| Biaya mengikuti penjualan | Bahan baku, kemasan, ongkos kirim | Naik turun bersama penjualan |
| Biaya berkala | Pajak, perpanjangan izin, perawatan tahunan | Muncul pada bulan tertentu |
Kelompok ketiga inilah yang paling sering dilupakan, padahal jumlahnya bisa besar. Untuk hal yang bisa berubah seperti tarif pajak atau ketentuan perizinan, jangan berpegang pada angka lama. Ketentuannya dapat berubah, jadi pastikan keterangan terbaru pada sumber resmi sebelum memasukkannya ke anggaran.
Menyusun anggaran setahun
Buat tabel dengan dua belas kolom bulan, lalu satu baris untuk setiap pos. Isi perkiraan pemasukan di baris paling atas, lalu kurangi dengan biaya tetap, biaya yang mengikuti penjualan, dan biaya berkala. Hasil akhir tiap bulan disebut sisa kas.
- Tulis perkiraan pemasukan setiap bulan, dengan bulan paling sepi memakai angka yang realistis, bukan angka harapan.
- Tulis semua biaya tetap sesuai tanggal jatuh temponya.
- Hitung biaya yang mengikuti penjualan sebagai persentase dari pemasukan, misalnya sepertiga pemasukan.
- Sisipkan biaya berkala pada bulan kemunculannya.
- Sisipkan pos cadangan minimal beberapa persen dari pemasukan setiap bulan.
- Tandai bulan yang sisa kasnya mendekati nol atau negatif.
Bulan bertanda itulah yang perlu ditangani dari sekarang: menunda pembelian alat, menggeser jadwal perawatan, atau menyiapkan dana lebih awal. Cara menyiapkan arus kas untuk kewajiban semacam ini diuraikan lebih lanjut di arus kas usaha kecil.
Memeriksa setiap bulan
Anggaran yang disimpan tanpa dibuka tidak berguna. Luangkan waktu singkat setiap akhir bulan untuk membandingkan rencana dengan kenyataan. Yang dicari bukan kesalahan, melainkan selisih yang berulang. Kalau biaya bahan selalu lebih tinggi dari rencana selama tiga bulan, itu tanda anggarannya yang perlu diperbaiki.
Selisih juga bisa muncul dari hal yang kecil dan sering terlewat, seperti biaya listrik yang naik ketika alat baru dipakai, atau selisih timbangan pada bahan yang dibeli curah. Catat penyebab selisihnya, bukan hanya angkanya. Setelah beberapa bulan, Anda akan punya kebiasaan sendiri yang bisa dijadikan patokan menyusun anggaran tahun berikutnya dengan lebih tepat.
Untuk usaha yang baru berjalan, anggaran pertama biasanya jauh dari kenyataan. Itu wajar. Yang penting adalah memperbaikinya setiap bulan, bukan menunggu sampai akhir tahun. Pola kesalahan yang sering muncul bisa Anda hindari dengan membaca kesalahan keuangan yang paling sering membuat usaha kecil berhenti.
Kalau Anda sedang menyiapkan anggaran untuk membuka usaha baru, salah satu pos terbesar biasanya sewa tempat. Untuk membandingkan pilihan lokasi sebelum menyewa, LokasiBisnis.id menyediakan paket analisis lokasi yang bisa jadi bahan pertimbangan.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama sebaiknya anggaran dibuat, satu tahun atau satu bulan?
Buat kerangka setahun, tetapi periksa setiap bulan. Kerangka setahun memperlihatkan bulan-bulan yang berat, sedangkan pemeriksaan bulanan menjaga anggarannya tetap sesuai keadaan nyata.
Bagaimana kalau usaha saya belum punya catatan pengeluaran?
Mulai dari mutasi rekening usaha dan nota yang tersimpan. Susun anggaran berdasarkan itu, lalu rapikan pencatatannya berjalan. Catatan sederhana yang konsisten lebih berguna daripada catatan lengkap yang berhenti di tengah jalan.
Berapa besar cadangan dana yang wajar disisihkan?
Belum ada angka yang berlaku untuk semua usaha. Sebagai contoh perhitungan, menyisihkan beberapa persen dari pemasukan setiap bulan sudah membantu. Yang lebih penting adalah memisahkan dana itu dari uang operasional harian.
Apakah pajak perlu masuk anggaran?
Perlu, sebagai biaya berkala. Besaran dan ketentuannya bisa berubah, jadi sebaiknya tidak memakai angka lama. Pastikan ketentuan terbaru pada sumber resmi sebelum menetapkan posnya.



