Ide & Jenis Usaha

Membuka Salon atau Barbershop: Modal dan Pertimbangan Lokasi

Salon dan barbershop bergantung pada kepercayaan pelanggan, bukan pada keramaian semata. Ini yang menentukan modal, lokasi, dan hal yang sering membuatnya sepi.

Diterbitkan 16 Desember 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Kursi salon berhadapan dengan cermin besar dan meja berisi alat potong rambut
Kursi salon berhadapan dengan cermin besar dan meja berisi alat potong rambut

Salon dan barbershop adalah usaha jasa yang penghasilannya ditentukan oleh seberapa sering orang datang kembali. Karena itu, memilih lokasi berarti memilih orang yang akan menjadi pelanggan rutin Anda.

Ada satu hal yang sering diabaikan: keahlian orang yang mengerjakan jauh lebih menentukan daripada kursi yang bagus. Ketika perangkas rambut berganti, pelanggannya sering ikut pergi.

Perkiraan modal awal secara garis besar

Kelompok biayaIsi dan catatan
TempatSewa, pengecatan, perbaikan kecil, titik air, dan tata lampu yang memadai.
PerabotKursi kerja, cermin besar, meja alat, rak, kursi tunggu, dan meja kasir sederhana.
Alat dan bahanMesin potong, gunting, sisir, jubah, handuk, catok, pewarna, sampo, dan alat sterilisasi.
Tenaga kerjaSatu orang pegawai pada tahap awal, dengan kesepakatan bagi hasil yang jelas.

Sebagai contoh perhitungan, misalkan dua kursi kerja, satu cermin besar per kursi, satu set alat potong, dan bahan awal untuk sebulan. Angka pastinya berbeda menurut kota dan mutu alat, jadi hitung sendiri sesuai rencana Anda.

Lokasi yang cocok dan keramaian yang berarti

  • Dekat permukiman dan kos. Pelanggan datang berkali-kali dalam sebulan; jarak yang dekat membuat kebiasaan itu terbentuk.
  • Dekat kegiatan harian. Pasar, kampus, atau perkantoran memberi pelanggan yang bisa mampir sebelum atau sesudah urusannya.
  • Terlihat jelas. Salon adalah usaha yang dicari dengan mata, bukan melalui petunjuk arah. Tempat di lantai atas jarang berhasil untuk usaha baru.
  • Akses mudah pada malam hari. Banyak pelanggan datang setelah jam kerja, jadi penerangan dan keamanan jalan menuju tempat perlu diperhatikan.

Yang paling sering membuat salon dan barbershop gagal

  1. Bergantung pada satu orang. Jika hanya pemilik yang bisa memotong rambut, pendapatan berhenti saat ia sakit, dan jumlah pelanggan tidak pernah bertambah.
  2. Tidak punya cara mengembalikan pelanggan. Tanpa catatan nama, nomor, atau pengingat, pelanggan pergi ke tempat yang lebih dekat dan tidak pernah dihubungi lagi.
  3. Bahan yang menumpuk kedaluwarsa. Pewarna dan perawatan memiliki masa pakai, sehingga membeli dalam jumlah besar terlalu awal membuang uang.
  4. Harga tidak konsisten. Pelanggan kehilangan kepercayaan ketika harga berbeda setiap kali datang.

Perlu diingat bahwa ketentuan perizinan, ketenagakerjaan, dan tarif jasa dapat berubah, sehingga sebaiknya dipastikan pada sumber resmi.

Hal yang membuat pelanggan kembali

Salon dan barbershop bukan usaha sekali beli. Nilainya terletak pada pelanggan yang datang lagi setiap beberapa pekan, dan kebiasaan itu terbentuk dari hal-hal kecil.

  • Hasil yang seragam. Pelanggan kembali karena tahu hasilnya akan seperti yang diharapkan, bukan karena kebetulan sekali bagus.
  • Waktu tunggu yang masuk akal. Antrean panjang pada jam ramai membuat pelanggan berpindah tempat tanpa memberi tahu.
  • Ingatan pada pilihan pelanggan. Mencatat model potongan atau warna yang biasa dipakai membuat pelanggan merasa dihargai.
  • Kebersihan alat. Untuk usaha ini, kebersihan adalah bagian dari mutu, bukan tambahan.
  • Harga yang tetap. Perubahan harga secara mendadak merusak kepercayaan yang sudah dibangun lama.

Cara memulainya secara bertahap

  1. Buka dengan satu atau dua kursi dan satu pekerja yang sudah bisa diandalkan.
  2. Catat nama pelanggan, nomor telepon, jenis layanan, dan perkiraan waktu datang berikutnya.
  3. Tambahkan layanan perawatan, pewarnaan, atau produk perawatan setelah permintaan muncul, dengan pola yang dibahas di layanan yang membuat pelanggan kembali.
  4. Tambahkan kursi berikutnya ketika waktu tunggu pada jam ramai sudah melebihi batas yang wajar.

Jika Anda belum yakin dengan pilihan tempatnya, bandingkan dua alternatif secara berdampingan dengan cara di membandingkan dua lokasi usaha sebelum menandatangani sewa.

Selama beberapa bulan pertama, ukur berapa banyak pelanggan yang datang kembali. Angka itu lebih jujur daripada ramainya tempat pada hari pertama pembukaan.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa modal awal untuk membuka salon atau barbershop?

Tidak ada patokan tunggal, karena harga kursi, cermin, dan alat potong berbeda-beda. Hitung kebutuhan per kursi (kursi, cermin besar, dan satu set alat) lalu tambahkan sewa, bahan awal sebulan, dan biaya pegawai.

Lokasi seperti apa yang paling cocok untuk salon atau barbershop?

Tempat yang dekat dengan permukiman, kos, kampus, atau perkantoran, karena pelanggan datang berulang setiap beberapa pekan. Pastikan tempatnya terlihat jelas dari jalan dan aman dilalui pada malam hari.

Apa penyebab paling umum barbershop sepi pelanggan?

Biasanya bukan karena harga, melainkan karena pelanggan tidak punya alasan untuk kembali: tidak ada catatan pelanggan, hasil potongan tidak konsisten, dan waktu tunggu terlalu lama pada jam ramai.

Apakah salon perlu mempekerjakan orang lain sejak awal?

Belum tentu. Namun bergantung pada satu orang saja membuat pendapatan berhenti ketika orang itu tidak bisa bekerja. Sebaiknya siapkan satu pegawai yang bisa dilatih sejak awal agar layanan tetap berjalan.

Baca juga