Cara Memperkirakan Potensi Pasar dari Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk bisa diubah menjadi perkiraan jumlah pelanggan, bukan sekadar angka di layar. Ini cara menghitungnya secara kasar.
Angka kepadatan penduduk sering berhenti sebagai angka: “daerah itu padat” atau “daerah itu sepi”. Padahal angka itu bisa diterjemahkan menjadi perkiraan jumlah orang yang berada dalam jarak tertentu dari lokasi Anda, dan dari situ menjadi perkiraan jumlah pelanggan.
Menghitung orang di dalam radius jangkauan
Rumusnya sederhana. Yang perlu Anda hati-hati adalah satuannya.
| Langkah | Cara menghitung |
|---|---|
| Tentukan radius jangkauan | Sesuaikan dengan jenis usaha, misalnya 500 meter untuk usaha kebutuhan harian |
| Hitung luas jangkauan | Luas lingkaran adalah 3,14 dikali radius kuadrat. Untuk radius 500 meter, hasilnya sekitar 0,785 kilometer persegi |
| Kalikan dengan kepadatan | Kalikan luas itu dengan jumlah penduduk per kilometer persegi |
| Hasil | Perkiraan jumlah orang yang tinggal di dalam jangkauan itu |
Sebagai contoh perhitungan: kalau kepadatan di wilayah Anda sekitar 8.000 orang per kilometer persegi dan radius jangkauan Anda 500 meter, maka perkiraan jumlah orang di dalam jangkauan itu sekitar 6.300 orang. Angka ini hanya contoh untuk menunjukkan cara menghitungnya — gunakan data wilayah Anda sendiri.
Dari jumlah orang menjadi perkiraan pelanggan
Enam ribu orang tidak berarti enam ribu pelanggan. Yang perlu Anda lakukan berikutnya adalah menerapkan asumsi yang wajar, dan jujur:
- Porsi yang mungkin memakai produk Anda. Tidak semua orang membutuhkan setiap jenis produk. Ambil porsi kecil, misalnya sepersepuluh, lalu uji apakah angka itu masuk akal.
- Frekuensi pembelian. Berapa kali sebulan orang seperti itu biasanya membeli produk Anda. Angka ini sebaiknya berasal dari hasil bertanya, bukan dugaan.
- Belanja rata-rata. Berapa nilai satu kali transaksi. Dari sini Anda mendapat perkiraan nilai pasar bulanan di wilayah itu.
- Bagian yang mungkin Anda ambil. Kalau ada tiga pesaing sejenis dengan kekuatan setara, Anda tidak bisa berharap menguasai seluruh pasar. Sisakan porsi untuk mereka.
Hasil akhirnya sebuah perkiraan kasar. Fungsinya bukan meramal dengan tepat, tetapi menunjukkan apakah angka tersebut berada pada tingkatan yang masuk akal atau tidak.
Batasan yang membuat perhitungan ini bisa menyesatkan
- Kepadatan bukan daya beli. Wilayah padat dengan penghasilan rendah bisa menghasilkan pasar yang lebih kecil nilainya daripada wilayah lebih longgar dengan penghasilan lebih tinggi.
- Kepadatan tidak menunjukkan mobilitas. Di kawasan perkantoran, siang hari orang bertambah banyak, tetapi pada malam hari bisa hampir kosong. Kepadatan penduduk di sana tidak mencerminkan keramaian pada jam usaha Anda.
- Batas wilayah tidak mengikuti lingkungan. Jalan besar, sungai, atau rel kereta bisa memotong jangkauan, sehingga sebagian orang di dalam radius perhitungan sebenarnya tidak akan pernah datang.
- Pesaing sudah lebih dulu ada. Perhitungan yang mengabaikan pesaing selalu memberi gambaran yang terlalu optimistis.
Cara membuatnya lebih dapat dipercaya
- Pakai dua radius. Hitung untuk radius kecil dan radius besar, lalu lihat apakah kesimpulannya berubah. Kalau berubah drastis, kesimpulan Anda sedang rapuh.
- Verifikasi dengan hitungan nyata. Bandingkan perkiraan Anda dengan jumlah orang yang benar-benar berhenti di depan lokasi selama 30 menit. Kalau jauh berbeda, periksa asumsi mana yang perlu diperbaiki.
- Ulangi untuk beberapa titik. Angka menjadi berguna saat dibandingkan, bukan saat dilihat sendiri.
Menghitung ini secara manual untuk beberapa lokasi memakan waktu. Data kepadatan penduduk pada sekitar titik bisa diambil langsung dari data wilayah, dan itulah salah satu parameter yang dirangkum dalam Cek Skor Lokasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah jumlah penduduk atau kepadatan yang harus saya pakai?
Pakai kepadatan, karena yang menentukan bagi usaha kecil adalah seberapa banyak orang berada dalam jarak dekat. Dua wilayah dengan jumlah penduduk sama bisa memiliki kepadatan yang sangat berbeda, dan justru kepadatan yang lebih mencerminkan kedekatan calon pelanggan.
Seberapa besar radius yang wajar untuk usaha kecil?
Untuk usaha kebutuhan harian, 300 sampai 500 meter sering sudah sesuai karena pelanggan biasanya datang berjalan kaki. Untuk usaha yang pilihannya lebih sedikit, radius bisa diperluas menjadi beberapa kilometer. Sesuaikan dengan seberapa jauh pelanggan Anda bersedia bergerak.
Kalau hasil hitungan saya terlihat bagus, apakah saya masih perlu survei?
Perlu. Perhitungan berbasis kepadatan hanya menunjukkan besarnya jumlah orang, bukan apakah mereka mau membeli atau sudah terlayani pesaing. Survei lapangan diperlukan untuk memastikan asumsi Anda tidak jauh dari kenyataan.



