Membeli Usaha yang Sudah Berjalan: Yang Perlu Diperiksa
Membeli usaha yang sudah berjalan bisa lebih cepat daripada membangun dari nol, asalkan diperiksa dengan teliti.
Membeli usaha yang sudah berjalan menghemat waktu karena pelanggan, peralatan, dan tata cara kerja sudah ada. Namun sebagian usaha dijual karena alasannya tidak selalu bagus. Karena itu pemeriksaan sederhana sebelum membayar menjadi bagian terpenting.
Kenapa banyak orang memilih cara ini
Usaha baru mulai dari nol: mencari pelanggan, membangun nama, dan mencoba-coba harga. Usaha yang sudah jalan sudah melewati tahap itu. Nilai utama yang dibeli sebenarnya adalah pelanggan dan cara kerja, bukan mejanya.
Periksa catatan keuangan
Minta catatan penjualan harian, pengeluaran, dan laba setidaknya beberapa bulan terakhir. Bandingkan catatan itu dengan catatan bank atau riwayat pembayaran, karena ada usaha yang uangnya lewat rekening pribadi. Perhatikan juga pembelian pelanggan besar yang mungkin tidak berlanjut.
Periksa hal di luar angka
- Alasan penjualan: pindah kota, sakit, atau karena usahanya sedang menurun.
- Sisa masa sewa dan syarat perpanjangannya.
- Jumlah pelanggan tetap dan seberapa sering mereka datang.
- Peralatan yang rusak atau mendekati waktu penggantian.
- Utang, pesanan yang belum dikirim, dan kewajiban kepada karyawan.
Contoh perhitungan sederhana
Sebagai contoh perhitungan, misalkan sebuah usaha ditawarkan 250 juta rupiah dengan laba bersih 100 juta rupiah setahun. Artinya harga setara sekitar dua setengah kali laba tahunan. Angka ini hanya contoh, bukan patokan nilai wajar. Bandingkan juga dengan biaya membangun usaha serupa dari nol.
| Yang diperiksa | Bukti yang diminta |
|---|---|
| Penjualan | Catatan harian dan riwayat pembayaran |
| Pengeluaran | Bukti sewa, gaji, dan pembelian |
| Kewajiban | Daftar utang dan pesanan tertunda |
Sebelum membayar
Amati usaha itu pada jam sibuk dan jam sepi, lalu coba jalankan sendiri beberapa hari bila memungkinkan. Pastikan juga nama usaha dan izinnya bisa dialihkan; gambaran umum soal ini ada di artikel merek dan nama usaha. Bila Anda termasuk yang baru pertama kali, artikel menilai peluang usaha baru dapat dipakai sebagai pembanding.
Buatlah daftar temuan lengkap dengan bukti, lalu hitung ulang nilai wajarnya sebelum menentukan harga. Untuk usaha yang sudah terbukti, banyak pembeli memilih bekerja sama dulu sebelum membeli penuh, seperti pada pilihan membeli waralaba sebagai investasi.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa hal pertama yang harus diperiksa sebelum membeli usaha?
Catatan penjualan dan pengeluaran beberapa bulan terakhir, lalu dicocokkan dengan riwayat pembayaran. Angka yang tidak bisa diperiksa sebaiknya tidak dipakai sebagai dasar harga.
Bagaimana kalau penjual menolak menunjukkan catatan keuangan?
Sebaiknya jangan melanjutkan. Tanpa catatan yang bisa diperiksa, pembeli tidak punya dasar untuk menilai harga maupun memperkirakan hasil ke depan.
Apakah utang usaha ikut berpindah ke pembeli?
Tergantung kesepakatan, dan itu sebabnya daftar kewajiban wajib diminta secara tertulis. Pastikan seluruh utang dan pesanan yang belum selesai tercantum dalam perjanjian.
Perlu berapa lama mengamati usaha sebelum membeli?
Amati pada jam sibuk dan jam sepi, sebaiknya beberapa kali dalam minggu berbeda. Pola kunjungan yang berulang lebih meyakinkan daripada satu kali pengamatan.



