Kapan Sebaiknya Menolak Pinjaman
Tidak semua pinjaman menolong. Ada keadaan ketika menolak justru menyelamatkan kas usaha dari beban yang berjalan setiap bulan.
Pinjaman bukan hal yang buruk dengan sendirinya. Banyak usaha berkembang karena berani memakai dana pinjaman pada waktu yang tepat. Masalahnya, keputusan itu sering diambil ketika kas sedang sesak, sehingga yang seharusnya menjadi alat menjadi beban tetap yang harus dibayar setiap bulan.
Tanda pinjaman sebaiknya ditolak
- Uangnya dipakai menutup biaya yang berulang, bukan untuk hal yang menambah pemasukan.
- Perkiraan pembayaran hanya bersandar pada harapan penjualan naik.
- Cicilan bulanan menyita sebagian besar kas yang tersisa.
- Anda belum tahu akan dipakai untuk apa, hanya merasa butuh cadangan.
- Pinjaman ditutup dengan pinjaman lain.
Menghitung batas aman
Cara sederhana menilainya adalah melihat kas yang benar-benar tersisa setelah semua biaya wajib dibayar. Bila cicilan memakai sebagian besar sisa itu, satu keterlambatan pembayaran dari pelanggan sudah cukup membuat Anda kesulitan. Sebagai contoh perhitungan, misalkan sisa kas usaha setiap bulan cukup untuk menutup cicilan hanya bila penjualan berjalan seperti bulan terbaik. Keadaan seperti ini terlalu rapuh untuk dijalani lama.
| Keadaan | Tujuan dana | Sikap bijak |
|---|---|---|
| Kas longgar | Menambah kapasitas produksi | Masih dipertimbangkan |
| Kas ketat | Menutup biaya harian | Sebaiknya ditolak |
| Kas sedang | Melunasi utang berbiaya tinggi | Perlu dicermati |
Pertanyaan sebelum menandatangani
- Dari mana uang untuk membayar cicilan datang setiap bulan?
- Apa yang terjadi bila pemasukan turun selama dua bulan?
- Apakah ada biaya lain di luar pokok dan bunga?
- Apa akibatnya bila saya perlu melunasi lebih cepat?
Bila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan pertama tanpa berharap penjualan naik, keputusan itu masih berisiko. Ketentuan biaya dan ketentuan pinjaman bisa berubah dari waktu ke waktu, sehingga angka yang berlaku sebaiknya dipastikan langsung pada penyedia dana atau sumber resmi.
Untuk usaha yang sudah berjalan, dana cadangan biasanya lebih menenteramkan daripada pinjaman baru. Uraian mengenai pengaturan utang secara umum ada pada mengatur utang usaha dengan aman, sementara urutan prioritas pengeluaran dibahas pada menetapkan prioritas saat dana terbatas.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah memakai pinjaman untuk membuka cabang termasuk salah?
Belum tentu salah, tetapi perhitungannya harus memakai perkiraan yang wajar. Bila cabang baru belum menunjukkan pemasukan, cicilannya tetap harus dibayar dari usaha lama.
Bagaimana bila pinjaman itu diperlukan untuk keadaan darurat?
Keadaan darurat perlu ditangani, tetapi sebaiknya setelah semua pilihan internal ditimbang. Pinjaman untuk darurat sebaiknya berjumlah terbatas dan punya rencana pelunasan yang jelas.
Apa risiko menolak pinjaman?
Anda mungkin kehilangan kesempatan tumbuh lebih cepat. Namun kehilangan kesempatan berbeda dari kerugian, sedangkan cicilan yang tidak terbayar bisa menghentikan usaha.
Bagaimana cara membandingkan beberapa penawaran pinjaman?
Bandingkan jumlah yang harus dibayar seluruhnya, jangka waktu, dan biaya di luar pokok. Jangan hanya melihat besar cicilan bulanan.



