Pembukuan Sederhana yang Cukup untuk Keperluan Pajak
Untuk keperluan pajak, pembukuan tidak harus rumit. Yang penting konsisten, memisahkan pemasukan dan biaya, dan bisa ditelusuri kembali jika ditanya.
Banyak pemilik usaha kecil mengira pembukuan berarti tumpukan laporan yang rumit dan istilah akuntansi yang sulit. Untuk keperluan pajak, kenyataannya jauh lebih sederhana. Yang dibutuhkan bukan laporan yang tebal, melainkan catatan yang jujur, teratur, dan bisa ditelusuri ketika ada pertanyaan.
Pembukuan yang cukup adalah pembukuan yang bisa menjawab tiga hal: berapa pemasukan periode ini, berapa pengeluaran usahanya, dan di mana buktinya. Kalau tiga hal itu bisa dijawab dalam hitungan menit, pembukuan Anda sudah bekerja.
Buku yang perlu ada
- Buku kas harian. Mencatat uang yang masuk dan keluar setiap hari, termasuk penjualan tunai. Ini buku yang paling sering dipakai dan paling menentukan.
- Catatan penjualan. Rekap transaksi harian, dipisahkan menurut jenis pembayaran bila usaha Anda menerima tunai dan non-tunai sekaligus.
- Catatan pengeluaran usaha. Pembelian bahan, biaya sewa, upah, listrik, dan pengeluaran operasional lain yang menempel pada usaha.
- Arsip bukti. Nota, kuitansi, dan bukti transfer yang disimpan menurut urutan tanggal.
- Rekapan bulanan. Satu halaman berisi total pemasukan, total pengeluaran, dan selisihnya. Inilah yang paling sering Anda butuhkan.
Cara memisahkan jenis transaksi
Sumber kekacauan pembukuan hampir selalu sama: transaksi yang tercampur. Tabel berikut membantu memisahkannya sejak awal.
| Jenis transaksi | Bukti yang disimpan | Cara mencatat |
|---|---|---|
| Penjualan tunai | Catatan kas harian atau struk | Satu baris per hari berisi total penjualan |
| Penjualan non-tunai | Bukti transfer atau mutasi rekening | Dicatat pada hari dana masuk, bukan hari pesanan dibuat |
| Pembelian bahan dan stok | Nota atau kuitansi pemasok | Dicatat sebagai pengeluaran usaha, bukan pengeluaran pribadi |
| Pengeluaran pribadi | Tidak masuk buku usaha | Diambil di luar kas usaha agar tidak mengacaukan angka |
Bila usaha Anda sudah cukup besar sehingga memerlukan pembukuan dengan kaidah akuntansi penuh, sebaiknya gunakan bantuan tenaga yang memahami hal itu. Ketentuan mengenai kewajiban pembukuan dapat berbeda menurut bentuk usaha dan dapat berubah, jadi pastikan pada sumber resmi atau konsultan pajak.
Kebiasaan yang membuat pembukuan bertahan
- Catat pada hari yang sama. Menunda sehari masih bisa dimaafkan, menunda sebulan hampir pasti berakhir dengan catatan yang bolong.
- Gunakan satu tempat saja. Buku tulis, lembar kerja, atau aplikasi pencatatan. Jangan berselang-seling karena akan sulit digabung.
- Beri keterangan singkat tiap baris. Cukup beberapa kata, misalnya beli bahan atau bayar listrik, supaya bisa Anda pahami sendiri beberapa bulan kemudian.
- Tutup buku setiap akhir bulan. Hitung totalnya, simpan rekapan, lalu mulai halaman baru.
- Simpan bukti secara berurutan. Satu map per bulan sudah cukup, asalkan konsisten.
Sederhana bukan berarti asal-asalan
- Konsisten lebih penting daripada canggih. Catatan sederhana yang dikerjakan setiap hari lebih berguna daripada sistem lengkap yang ditinggalkan setelah dua minggu.
- Jangan mencatat perkiraan. Catat angka yang benar-benar terjadi. Perkiraan yang ditulis sebagai fakta akan menyesatkan Anda sendiri.
- Periksa ulang setiap bulan. Bandingkan catatan kas dengan mutasi rekening. Selisih kecil yang dibiarkan biasanya membesar.
- Catatan yang rapi mempermudah segalanya. Selain untuk pajak, catatan ini berguna saat mengajukan pembiayaan, menghitung harga jual, dan menilai apakah usaha benar-benar untung.
Mulailah hari ini dengan dua kolom saja: uang masuk dan uang keluar. Tambahkan rinciannya setelah kebiasaan itu terbentuk. Bila ingin melihat bagaimana catatan ini dipakai untuk menyusun kewajiban, baca menyiapkan arus kas agar kewajiban pajak tidak mengejutkan. Untuk gambaran laporan yang lebih lengkap, lihat pula arus kas usaha kecil: kenapa untung tapi uangnya habis.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pembukuan untuk pajak harus lengkap seperti akuntansi perusahaan besar?
Tidak selalu. Usaha mikro dan kecil umumnya boleh memakai pencatatan sederhana yang memuat pemasukan, pengeluaran, dan bukti pendukung. Kewajiban pembukuan yang lebih lengkap biasanya berlaku untuk usaha dengan bentuk dan skala tertentu.
Berapa lama sebaiknya bukti transaksi disimpan?
Simpan bukti transaksi selama masih mungkin diminta untuk keperluan pemeriksaan atau kelengkapan administrasi. Karena jangka waktunya dapat diatur dan berubah, sebaiknya pastikan ketentuan yang berlaku pada sumber resmi atau konsultan pajak.
Bisakah pembukuan dikerjakan hanya sekali sebulan?
Bisa, asalkan semua bukti transaksi dikumpulkan rapi setiap hari. Mengumpulkan bukti dan mencatatnya sekaligus pada akhir bulan jauh lebih berat, terutama kalau ada transaksi yang tidak memiliki nota.
Apakah catatan sederhana di buku tulis sudah cukup?
Untuk banyak usaha kecil, buku tulis dengan kolom pemasukan dan pengeluaran sudah memadai selama diisi konsisten dan didukung bukti transaksi. Yang menentukan bukan bentuk medianya, melainkan kerapian dan ketertelusurannya.


