Menyiapkan Arus Kas agar Kewajiban Pajak Tidak Mengejutkan
Kewajiban pajak yang terasa mengejutkan biasanya bukan masalah besarnya kewajiban, melainkan masalah uang yang belum disisihkan sejak awal.
Keluhan yang paling sering muncul dari pemilik usaha kecil bukanlah soal besarnya kewajiban pajak, melainkan soal waktunya: uangnya sedang dipakai untuk hal lain ketika kewajiban itu tiba. Ini bukan masalah perpajakan, melainkan masalah arus kas.
Arus kas usaha kecil biasanya bergerak naik turun. Ada hari ramai, ada hari sepi, dan ada pengeluaran besar yang datang bersamaan. Kalau kewajiban pajak tidak direncanakan, ia akan selalu terasa seperti kejadian mendadak, padahal kedatangannya bisa diperkirakan.
Kenapa kewajiban pajak terasa mengejutkan
- Uang penjualan dianggap seluruhnya milik usaha. Padahal sebagiannya sudah terikat pada kewajiban yang belum jatuh tempo.
- Tidak ada pos khusus di anggaran. Karena tidak pernah dianggarkan, kewajiban itu selalu harus diambil dari pos lain.
- Pencatatan dilakukan terlambat. Kalau catatan baru dirapikan di akhir periode, angkanya baru terlihat pada saat yang sama dengan jatuh temponya.
- Belanja stok terlalu agresif. Uang habis untuk persediaan, sementara kewajiban yang menyertainya belum dihitung.
- Pendapatan dan laba dianggap sama. Padahal pemasukan tidak sama dengan sisa yang benar-benar bisa dipakai.
Perbedaan laba usaha dan uang di tangan
| Aspek | Laba usaha | Uang di tangan |
|---|---|---|
| Arti | Selisih pemasukan dan biaya pada periode tertentu | Kas yang benar-benar tersedia saat itu |
| Waktu muncul | Terlihat setelah pembukuan ditutup | Selalu berubah setiap hari |
| Pengaruh piutang | Penjualan yang belum dibayar tetap terhitung | Belum bertambah sampai dana masuk |
| Kegunaan | Menilai apakah usaha sehat | Menentukan apa yang bisa dibayar sekarang |
Kewajiban pajak dibayar dengan uang di tangan, bukan dengan laba di atas kertas. Karena itu, menyisihkan dana harus dilakukan berdasarkan uang yang benar-benar sudah masuk. Mengenai besarnya kewajiban dan cara menghitungnya, ketentuan dapat berubah dan bergantung pada keadaan usaha Anda, jadi pastikan pada sumber resmi atau konsultan pajak.
Cara menyisihkan dana sejak awal
- Perkirakan kewajiban Anda untuk satu periode. Gunakan catatan periode sebelumnya sebagai dasar, lalu sesuaikan dengan perkiraan penjualan.
- Tetapkan porsi sisihan. Tentukan bagian dari setiap pemasukan yang langsung dipindahkan ke rekening khusus kewajiban.
- Pindahkan segera saat uang masuk. Jangan menunggu akhir bulan. Uang yang masih berada di rekening operasional cenderung terpakai.
- Gunakan rekening terpisah. Rekening khusus ini tidak dipakai untuk belanja stok atau keperluan pribadi.
- Periksa setiap bulan. Bandingkan dana yang terkumpul dengan perkiraan kewajiban. Kalau kurang, tambahkan pada bulan berikutnya.
- Sesuaikan bila penjualan berubah. Porsi sisihan perlu ditinjau ketika penjualan naik atau turun cukup jauh.
Kebiasaan bulanan yang membantu
- Tutup buku setiap akhir bulan. Angka yang selalu diperbarui membuat kejutan jauh lebih kecil.
- Buat proyeksi kas sederhana. Perkirakan uang masuk dan keluar beberapa pekan ke depan, termasuk perkiraan kewajiban.
- Pisahkan uang operasional dan uang sisihan. Dua rekening sudah cukup untuk sebagian besar usaha kecil.
- Jangan memakai dana sisihan untuk menutup stok. Kalau ini terjadi berulang, artinya modal kerja Anda yang perlu ditinjau.
- Catat setiap pembayaran kewajiban. Bukti pembayaran dan tanggalnya sebaiknya tersimpan dalam satu tempat.
Menyiapkan arus kas untuk kewajiban pajak sebenarnya sederhana: perkirakan, sisihkan sedikit-sedikit sejak awal, dan pisahkan rekeningnya. Dengan begitu, kewajiban yang tadinya terasa mendadak berubah menjadi pengeluaran rutin yang terkendali. Bila catatan Anda masih perlu dirapikan, mulai dari pembukuan sederhana untuk keperluan pajak, dan baca juga kenapa usaha untung tapi uangnya habis.
Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa kewajiban pajak selalu terasa mendadak?
Biasanya karena dana untuk kewajiban itu tidak pernah disisihkan sejak awal, sehingga harus diambil dari pos lain saat jatuh tempo. Kalau pencatatan juga baru dirapikan di akhir periode, angkanya baru terlihat bersamaan dengan waktunya membayar.
Berapa bagian dari pemasukan yang sebaiknya disisihkan untuk pajak?
Besarnya bergantung pada skema perpajakan yang berlaku bagi usaha Anda dan keadaan usaha itu sendiri. Karena ketentuannya dapat berubah, sebaiknya perkiraan porsi sisihan dipastikan pada sumber resmi atau konsultan pajak, lalu disesuaikan dengan catatan periode sebelumnya.
Apakah dana untuk pajak boleh dipakai dulu untuk membeli stok?
Sebaiknya tidak. Memakai dana sisihan akan mengembalikan masalah yang sama pada periode berikutnya. Kalau hal ini sering terjadi, yang perlu ditinjau adalah perencanaan modal kerja usaha Anda.
Apakah perlu rekening terpisah untuk dana pajak?
Rekening terpisah sangat membantu karena uang yang berada di rekening operasional cenderung cepat terpakai. Satu rekening khusus untuk kewajiban sudah memadai bagi sebagian besar usaha kecil.



