Cara Mempekerjakan Karyawan Pertama untuk Usaha Kecil
Biaya karyawan jauh lebih besar daripada gajinya. Ini yang perlu dihitung, disiapkan, dan ditulis sebelum orang pertama Anda masuk.
Merekrut karyawan pertama adalah salah satu titik balik dalam usaha kecil: untuk pertama kalinya Anda membayar orang lain dari hasil usaha Anda, dan untuk pertama kalinya usaha Anda harus berjalan tanpa Anda hadir di setiap waktu. Karena itu keputusan ini layak diambil dengan perhitungan, bukan karena kelelahan sesaat.
Kapan waktunya sudah tepat
- Anda sudah menjadi penghambat utama. Usaha tidak bisa tumbuh lebih besar karena Anda tidak sempat menangani hal-hal yang seharusnya bisa dikerjakan orang lain.
- Laba sudah cukup menutup biaya karyawan penuh. Bukan hanya gajinya, tetapi seluruh biaya yang menyertainya.
- Ada pekerjaan yang bisa dipindahkan. Tugasnya berulang dan bisa dijelaskan, bukan pekerjaan yang bergantung pada penilaian Anda setiap saat.
- Ada orang yang bisa melatih. Kalau tidak ada Anda sendiri yang sempat melatih, karyawan baru akan bekerja tanpa arah dan justru menambah pekerjaan.
Biaya yang menyertai gaji
| Komponen | Catatan |
|---|---|
| Gaji pokok | Paling sedikit setinggi ketentuan upah minimum yang berlaku di wilayah Anda |
| Jaminan sosial | Kewajiban keikutsertaan karyawan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan |
| Tunjangan hari raya | Kewajiban yang dihitung dari masa kerja karyawan |
| Konsumsi dan seragam | Kecil per hari, tetapi terasa pada jumlah bulanan |
| Waktu pelatihan | Pada minggu-minggu awal, produktivitasnya belum penuh sementara gajinya tetap dibayar |
| Peralatan dan perlengkapan | Termasuk kursi, peralatan kerja, dan hal yang menunjang pekerjaannya |
Ketentuan mengenai upah minimum, jaminan sosial, dan tunjangan dapat berubah serta berbeda antar daerah. Sebelum merekrut, pastikan kewajiban yang berlaku di wilayah usaha Anda melalui sumber resmi, karena kelalaian pada hal ini bisa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Cara merekrut
- Tulis tugasnya dalam satu halaman. Apa yang dikerjakan setiap hari, apa yang tidak termasuk, jam kerjanya, dan siapa yang memberi arahan. Ini menyelamatkan banyak kesalahpahaman di kemudian hari.
- Cari dari lingkaran terdekat lebih dulu. Rekomendasi dari kenalan, tetangga, atau pelanggan yang sudah dikenal biasanya menghasilkan orang yang lebih dapat dipercaya, dan ini penting untuk karyawan pertama.
- Sampaikan keadaan sebenarnya sejak awal. Termasuk jam kerja yang mungkin panjang, hari paling sibuk, dan bagian pekerjaan yang paling berat.
- Gunakan masa percobaan. Beri waktu yang jelas untuk menilai apakah orangnya cocok, dengan ketentuan yang disepakati sejak awal.
- Latih dengan mendampingi, bukan hanya menjelaskan. Kerjakan bersama selama beberapa hari pertama. Cara paling cepat membuat orang memahami pekerjaan adalah dengan melihatnya dikerjakan.
Setelah karyawan masuk
- Buat catatan absensi dan pembayaran upah. Catatan sederhana sudah cukup untuk karyawan pertama, tetapi harus ada.
- Tetapkan aturan yang jelas dan singkat. Terlalu banyak aturan sulit diingat; terlalu sedikit membuat penilaian menjadi tidak konsisten.
- Beri tanggung jawab, bukan hanya tugas. Misalnya bukan “menjaga kasir”, tetapi “memastikan uang kasir sesuai catatan setiap tutup”.
- Tinjau secara berkala. Bicarakan perkembangannya setiap bulan, terutama pada tiga bulan pertama.
- Jangan menyerahkan seluruh pekerjaan sekaligus. Tahap pertama adalah membuat usaha berjalan saat Anda tidak ada, bukan membuat Anda tidak dibutuhkan sama sekali.
Kalau tujuan Anda merekrut adalah menyiapkan cabang baru, urutannya perlu berbeda: sistem dan cara kerjanya harus ditulis lebih dulu, karena karyawan cabang akan bekerja tanpa arahan harian Anda. Hal ini dibahas di kapan waktu yang tepat membuka cabang kedua.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa gaji yang wajar untuk karyawan pertama?
Sekurang-kurangnya harus memenuhi ketentuan upah minimum yang berlaku di wilayah usaha Anda. Di atas itu, sesuaikan dengan jenis pekerjaan dan kemampuan usaha, tetapi pastikan seluruh kewajiban terkait ketenagakerjaan sudah diperhitungkan sebelum menetapkan angkanya.
Apakah karyawan pertama perlu didaftarkan ke jaminan sosial?
Keikutsertaan karyawan dalam program jaminan sosial merupakan kewajiban pemberi kerja berdasarkan ketentuan ketenagakerjaan. Karena ketentuan dan tata caranya dapat berubah, sebaiknya pastikan persyaratan terbaru melalui sumber resmi sebelum merekrut.
Bagaimana kalau usaha belum sanggup menggaji penuh?
Sebaiknya jangan merekrut karyawan tetap terlebih dahulu. Pilihan yang lebih aman adalah mengambil bantuan harian untuk pekerjaan tertentu, menambah jam kerja Anda sendiri sementara waktu, atau menyederhanakan pekerjaan yang paling menyita waktu.

