Risiko, Hukum & Kontrak

Melakukan Kerja Sama Usaha dengan Benar

Kerja sama usaha sering dimulai dari rasa percaya dan berakhir di perselisihan. Yang membuatnya aman bukan rasa curiga, melainkan kesepakatan yang ditulis sejak awal.

Diterbitkan 4 Desember 2025 · 3 menit baca · Tim LokasiBisnis.id

Dua orang pemilik usaha membaca dan menandatangani lembar kesepakatan di atas meja kerja
Dua orang pemilik usaha membaca dan menandatangani lembar kesepakatan di atas meja kerja

Banyak usaha kecil dimulai oleh dua orang atau lebih yang saling percaya. Sahabat, saudara, atau rekan kerja lama. Karena percaya, kesepakatan sering hanya berupa pembicaraan lisan. Masalahnya, ingatan setiap orang berbeda, terutama ketika usaha mulai menghasilkan atau justru mulai kekurangan.

Kerja sama yang benar bukan berarti mencurigai pasangan usaha. Kerja sama yang benar berarti membuat aturan yang jelas, supaya hubungan baik tidak perlu diuji oleh hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari.

Tentukan hal-hal yang paling sering menimbulkan perselisihan

Perselisihan kerja sama jarang muncul dari hal besar. Biasanya dari hal kecil yang dibiarkan lama.

  • Siapa menyetor apa. Uang, tempat, kendaraan, alat, tenaga, atau waktu. Semuanya perlu dinilai dan ditulis, bukan sekadar disebut.
  • Siapa memutuskan apa. Belanja harian, perekrutan karyawan, penentuan harga, dan penandatanganan kontrak perlu batas yang jelas.
  • Bagaimana hasil dibagi. Apakah dibagi dari penjualan, dari laba, atau dengan gaji dulu lalu sisa dibagi.
  • Bagaimana kalau rugi. Siapa menanggung, sampai batas berapa, dan dari sumber mana.
  • Bagaimana kalau ada yang ingin keluar. Cara menghitung nilai bagiannya, dan berapa lama prosesnya.
  • Bagaimana kalau ada yang meninggal atau sakit panjang. Siapa melanjutkan, dan bagaimana hak keluarganya.

Tulis kesepakatan, jangan hanya diingat

Perjanjian tidak harus rumit dan tidak harus dibuat oleh notaris untuk bisa berguna. Yang penting isinya jelas, memakai bahasa yang dipahami semua pihak, dan ditandatangani semua pihak dengan tanggal.

Beberapa hal yang sebaiknya ada di dalamnya:

  1. Nama lengkap dan identitas setiap pihak.
  2. Bentuk usahanya dan apa yang disetorkan masing-masing.
  3. Pembagian hasil, jadwal pembagian, dan cara menghitungnya.
  4. Kewenangan setiap pihak dan hal yang perlu persetujuan bersama.
  5. Cara mengambil keputusan ketika terjadi perbedaan pendapat.
  6. Cara mengundurkan diri, cara menghitung nilai bagian, dan larangan membuka usaha yang sama di dekat situ.
  7. Cara menyelesaikan perselisihan, misalnya lewat musyawarah lebih dulu.

Setelah ditandatangani, simpan salinannya di tempat yang bisa diakses semua pihak. Kesepakatan yang hanya dipegang satu orang sering dicurigai, meskipun isinya adil.

Pisahkan peran, bukan hanya saham

BidangPegang kendaliPerlu persetujuan bersama
Pembelian harianPihak yang menjalankan operasionalBila nilainya di atas batas tertentu
Keuangan dan kasPencatat yang ditunjukPengeluaran besar dan pinjaman
KaryawanPihak yang mengelola harianPengangkatan dan pemberhentian
Harga dan produkPihak yang menangani pelangganPerubahan besar pada model usaha

Yang sering terlewat adalah aturan tentang uang di tangan. Bila satu orang menerima uang tunai dan orang lain yang mencatat, perlu ada pemeriksaan berkala yang disepakati, misalnya rekap mingguan. Aturan seperti ini melindungi semua pihak, bukan menghukum salah satu.

Kenali tanda kerja sama mulai bermasalah

Beberapa tanda yang biasanya muncul lebih dulu: pembagian hasil mulai terlambat tanpa penjelasan, catatan keuangan tidak lagi bisa dilihat bersama, keputusan besar diambil sendiri, dan komunikasi beralih ke pesan singkat yang menegangkan.

Ketika tanda-tanda itu muncul, bicarakan pada waktu yang direncanakan, bukan ketika emosi sedang tinggi. Rujuk kembali kesepakatan tertulis dan periksa bagian mana yang tidak lagi dijalankan. Bila perlu, perbarui kesepakatannya dengan lampiran tertulis yang ditandatangani bersama.

Bila perselisihan sudah menyangkut nilai yang besar, sebaiknya minta pendapat orang yang memahami hukum usaha. Bentuk badan usaha, ketentuan perjanjian, dan prosedur penyelesaian sengketa dapat berbeda dan dapat berubah, jadi pastikan pada sumber resmi atau penasihat hukum. Untuk urusan kerja sama dengan pemasok, pembahasannya ada pada artikel menangani sengketa dengan pemasok.

Pada akhirnya, kerja sama yang baik bukan kerja sama tanpa aturan, melainkan kerja sama yang aturannya jelas sejak hari pertama. Bila Anda sedang menyusun rencana kerja sama untuk sebuah titik usaha baru, menggabungkannya dengan penilaian lokasi bisa menghemat banyak perdebatan di kemudian hari lewat formulir pemeriksaan lokasi.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah perjanjian kerja sama harus dibuat di depan notaris?

Tidak selalu. Perjanjian sederhana yang ditandatangani semua pihak dan isinya jelas sudah bisa berguna sebagai rujukan. Namun untuk kerja sama dengan nilai besar, jangka panjang, atau yang melibatkan aset seperti tanah dan bangunan, akta notaris memberi kepastian yang lebih kuat. Ketentuannya dapat berbeda dan bisa berubah, jadi pastikan pada sumber resmi.

Bagaimana cara membagi hasil yang adil kalau setoran tidak sama?

Cara yang umum adalah menilai setiap setoran, baik uang maupun tenaga, lalu menyepakati bobotnya. Bisa juga dengan memberi gaji lebih dulu kepada pihak yang bekerja penuh, baru sisanya dibagi sesuai porsi. Yang penting bobotnya disepakati sebelum usaha berjalan, bukan setelah laba terlihat.

Apa yang harus dilakukan kalau pasangan usaha memakai uang usaha untuk keperluan pribadi?

Bicarakan lebih dulu dengan membawa catatan, bukan tuduhan. Bila memang terjadi, tentukan aturan pengambilan pribadi yang tertulis dan berapa yang harus dikembalikan. Bila tidak ada penyelesaian dan nilainya besar, konsultasi dengan penasihat hukum perlu dipertimbangkan.

Bisakah perjanjian diperbarui setelah usaha berjalan?

Bisa, dan sering justru perlu. Ketika usaha berkembang atau kondisi berubah, aturan lama bisa tidak lagi cocok. Buat lampiran tertulis berisi perubahan, tandatangani semua pihak, dan simpan bersama perjanjian aslinya. Hindari mengubah kesepakatan hanya lewat percakapan lisan.

Baca juga